Harga Ayam& Telur Naik Jelang Lebaran

Harga Ayam& Telur Naik Jelang Lebaran

Foto: 


Memasukibulan Ramadhan yakniMaret2024,harga ayam hidup (live bird/LB) broiler (ayam pedaging) di sejumlah daerah stabil di atas harga pokok produksi (HPP). Bahkan harganya cenderung lebih baikpada Maret 2024dibandingkanFebruari 2024.

 

Hal itu disampaikan peternak broiler di Jombang, Jawa Timur, Darmadi. Dikatakannya, harga LB pada Maret per minggunya secara berturut-turut yakni Rp 22.800 – Rp 23.000 per kg, Rp 23.300 – Rp 23.500 per kg, pada Kamis (21/3) Rp 22.800 – Rp 23.000 per kg, dan Rp 22.800 – Rp 23.000 per kg. “Sementara HPP-nya sebesar Rp 21.000per kg. Adapun bulan sebelumnya (Februari 2024), harga LB rata-rata di posisi Rp 19.500per kg, dengan HPP Rp 17.500per kg,” lapornya pada Redaksi TROBOS Livestock.

 

Terkait harga sapronak (sarana produksi peternakan), Darmadi melanjutkan, seperti DOC(ayam umur sehari) per Kamis (21/3) sebesar Rp 6.200 – Rp 6.700per ekor. Sementara harga pakan sebesar Rp8.900 – Rp 9.400per kg.

 

Ia mengemukakanbahwasanya harga LB cenderung lebih baik pada Maret 2024 dibandingkan Februari2024. Kenaikan harga LB tersebut kembali ke teori supply-demand, pasalnya pada Maret panennya lebih kecil. Hal tersebut lantaran takut stok pakan pabrik tidak normal. Alhasil banyak peternak mengurangi chik in. Selain itu, demand pada Maret meningkat karena ada moment menjelang Ramadan dan bulan Ramadan.

 

“Tidak ada kendala yang dialami selama pemeliharaan LB. Terkait prediksi harga bulan depan (April 2024), harga LB rata-rata sama dengan Maret yaitu kisaran Rp 22.000 – Rp 24.000 per kg, diakibatkan demand yang meningkat menjelang Lebaran,” ungkap dia.

 

Darmadi berharap, berapapun harga LB yang terpenting bisa di atas HPP. Meskipun harga DOC dan pakan bisa turun dikarenakan harga jagung yang turun, maka harga LB juga menyesuaikan turun agar konsumen bisa menjangkaunya. Selain itu, ia juga berharap semoga revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Produk Hewan, dan Media Pembawa Penyakit Hewan Lainnya di dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia segera selesai dan berjalan semestinya. Dengan pembagian DOC 50:50, agar peternak mandiri tidak kesulitan untuk mendapatkan DOC dan harga LB dapat terjaga.

 

Di sisi lain, peternak broiler di Bogor, Jawa Barat, Setya Winarno melaporkan harga LB pada Maret 2024lebih baik dibandingkan Febuari 2024. “Harga LB padaMarettiapminggunya yakniRp 24.000 per kg, Rp 22.700 per kg,Rp 22.500 per kg pada Kamis (21/3), dan Rp 22.000 per kg. Dengan HPP tiap minggunya ialah Rp 22.000 per kg, Rp 20.000 per kg, Rp 22.000 per kg pada Kamis (21/3), dan Rp 22.300 per kg,” urai Winarno.

 

Adapun pada bulan sebelumnya (Februari 2024),harga LB rata-rata di posisi Rp 21.000per kg dengan HPP yang hampir sama. Terkait harga DOC,yakni sebesar Rp 6.300– Rp 6.600 per ekor. Sedangkan untuk harga pakan saat ini Rp 9.500 per kg.Ia menilai,kendala yang dialami peternak akhir-akhri ini yaitu kesulitan untuk membayar sapronak.

 

“Saya memprediksi harga LB bulan depan (April 2024), akan cenderung naik lagi tetapi tidak terlalu tinggi. Harapan peternak tentunya harga LB bisa di atas HPP dan bertahan lama. Selain itu, polemik perunggasan biarkan alam yang menentukan keseimbangannya,” tandas Winarno.

 

Sementara bagi peternak broiler di Medan, Sumatera Utara,Taopik Robinamenyatakan bahwa harga LBlebih baik padaFebruari 2024 dibandingkan Maret 2024. Seperti yang dikatakannya, harga LB padaMaret perKamis(21/3) sebesar Rp 22.000per kg.Dengan rata-rataHPPsebesarRp 19.400 per kg.

 

“Harga LB pada bulan sebelumnya(Februari 2024)rata-rata di kisaran Rp 24.000per kg,dengan HPP Rp 19.200 per kg. Sementara itu, harga DOC berada di kisaran Rp 8.500 per ekor. Sedangkanharga pakanjadiberada di harga Rp 8.700 per kg,” ungkap pria yang akrab disapa Opik ini.

 

Opik menyebutkan, harga LB pada Februari lebih baik karena daya serap awal Ramadan sedikit turun dan stok LB-nya juga mulai banyak. Terkait prediksi harga LB bulan mendatang (April 2024), harusnya membaik kembali di rata-rata Rp 22.000 per kg. Ia merasa, kendala yang dialami selama pemeliharan yaitu LB terserang chronic respiratory disesase (CRD) kompleks dan beberapa terkena infectious bursal disease (IBD). Harapan Opik ke depan tentunya harga LB bisa lebih stabil.

 

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Livestock edisi 295/ April 2024

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain