Livestock Free Ads
iklan banner website Zhejiang Maret scaled

Pertengahan Ramadan, Harga Pangan Mulai Stabil

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah menyatakan upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan mulai menunjukkan hasil positif memasuki pertengahan bulan Ramadan. Sejumlah komoditas pangan pokok dilaporkan mulai bergerak stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan harga di beberapa wilayah. Kondisi ini dinilai mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga keseimbangan keuntungan bagi produsen.

Pemerintah menegaskan bahwa stabilitas pangan harus dirasakan secara merata oleh seluruh pelaku rantai pasok. Mulai dari petani dan peternak sebagai produsen hingga masyarakat sebagai konsumen, seluruh pihak diharapkan memperoleh manfaat yang seimbang. Dengan pasokan yang terjaga dan distribusi yang terus dipantau, dinamika harga pangan disebut mulai terkendali.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan tren penurunan harga sudah terlihat pada sejumlah komoditas strategis. Ia menyebutkan bahwa meskipun masih terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, kondisi tersebut masih berada dalam batas wajar. “Aku sudah cek tadi, masih relatif stabil. Ada naik daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi. Relatif aman,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (6/3).

Amran menambahkan, kenaikan tipis harga pada komoditas tertentu juga perlu dipahami sebagai bagian dari mekanisme pasar. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga keseimbangan agar produsen tetap memperoleh keuntungan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia menyebut, kenaikan sekitar 0,6 % masih dapat ditoleransi, sembari menyoroti bahwa sejumlah komoditas lain seperti cabai dan bawang justru mengalami penurunan harga.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik hingga minggu keempat Februari, harga daging ayam ras secara nasional tercatat rata-rata Rp 41.013 per kilogram (kg). Angka ini sedikit berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen sebesar Rp 40.000 per kg. Meski demikian, tren penurunan harga tetap terlihat di berbagai daerah.

BPS mencatat terdapat 84 kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH untuk daging ayam ras. Selain itu, tren penurunan juga terjadi pada komoditas hortikultura seperti cabai rawit di 79 kabupaten/kota, cabai merah di 128 kabupaten/kota, bawang putih di 147 kabupaten/kota, serta bawang merah di 227 kabupaten/kota. Data ini menunjukkan bahwa tekanan harga mulai mereda secara luas.

Kondisi tersebut juga tercermin dari hasil pemantauan di lapangan. Di Pasar Johar, harga sejumlah komoditas dilaporkan mulai melandai dalam beberapa hari terakhir. Pedagang setempat menyebutkan harga relatif stabil dengan kecenderungan menurun.

Arif, pedagang daging ayam karkas di pasar tersebut, mengatakan harga ayam masih berada di level yang terkendali. Ia menjelaskan bahwa harga daging ayam sekitar Rp 40.000 per kg dengan berat rata-rata 1,4 kg per ekor. Menurutnya, harga pembelian dari pemasok berada di kisaran Rp 39.000 per kg.

Sementara itu, pedagang sayuran bernama Nia mengungkapkan harga cabai dan bawang kini lebih bersahabat dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut harga cabai keriting berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit sekitar Rp 100.000 per kg. Nia juga menambahkan bahwa harga bawang putih turun menjadi Rp 36.000 per kg dan bawang merah sekitar Rp 35.000 per kg di tingkat penjualan.

Di lokasi yang sama, harga daging sapi juga terpantau stabil pada level kompetitif. Karna, pedagang daging sapi, mengatakan harga daging sapi lokal berada di kisaran Rp 140.000 per kg. Ia menjelaskan bahwa sapi lokal didatangkan dari Jawa, sementara sapi impor dibeli dalam bentuk hidup dengan harga sekitar Rp 55.000 per kg, dengan tantangan pada tingkat rendemen daging.

Selain komoditas segar, pemerintah juga memastikan ketersediaan pangan strategis melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Di Pasar Johar, masyarakat masih dapat dengan mudah memperoleh beras SPHP serta minyak goreng rakyat Minyakita. Ketersediaan ini menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk menjaga akses pangan masyarakat.

Pengelola pasar menyebutkan Perum Bulog memasok beras SPHP ke sekitar enam toko di pasar tersebut. Siti, salah satu pedagang mitra Bulog, mengatakan beras SPHP dijual sekitar Rp 60.000 per karung dan cukup diminati masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa Minyakita mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan karena tingginya kebutuhan memasak.

Dari sisi makro, inflasi pangan secara bulanan masih terjaga. Komponen volatile food pada Februari 2026 tercatat sebesar 2,50 % secara bulanan dengan andil 0,41 % terhadap inflasi umum. Secara tahunan, inflasi pangan berada di level 4,64 %, yang masih dalam rentang target pemerintah sebesar 3-5 %.

Jika dibandingkan dengan periode Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya, inflasi pangan tahun ini tergolong lebih stabil. Pada Ramadan 2022 inflasi pangan tercatat 5,48 %, meningkat menjadi 5,83 % pada 2023, dan sempat melonjak hingga 10,33 % pada 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pengendalian harga pangan.

Pemerintah menilai capaian tersebut turut mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga. Ke depan, pemerintah memastikan akan terus mengawal stabilitas harga pangan pokok agar tetap berada dalam koridor yang wajar sesuai ketentuan yang berlaku. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen secara berkelanjutan.sharas

 

Tag:

Bagikan:

Trending

By Antara
Prof Akhmad Sodiq Kembali Pimpin Unsoed 2026-2030
By Bella
BRIN & FAO Gelar Konferensi Internasional Keberlanjutan Peternakan  
IMG_8861
Panduan Beternak Layer Cage-Free di Indonesia Resmi Terbit
By Kementan
Pemerintah Bersama HPDKI Perkuat Perlindungan Peternak Domba-Kambing
By Kementan
Strategi Penguatan Pakan Ayam Petelur
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!