Trobos banner 2026.May

Optimalisasi Pakan Lokal Sapi Perah di Sulsel

Bone (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi susu dalam negeri dan memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan pengembangan kawasan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan sapi perah baru di Indonesia Timur yang didukung ketersediaan lahan, sumber pakan, pendidikan vokasi, dan kemitraan usaha.

67d43410 595f 4a02 aa1c 60d46b455449

Langkah tersebut dibahas dalam koordinasi lintas sektor yang melibatkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, serta sejumlah instansi terkait di Kampus II Polbangtan Gowa pada Sabtu (6/6). Adapun fokus utama yang dibahas meliputi kesiapan lahan, perizinan, ketersediaan sumber pakan, serta dukungan kelembagaan guna memastikan program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Salah satu kekuatan utama yang dimiliki Kabupaten Bone adalah potensi sumber pakan yang melimpah. Melalui kolaborasi dengan PTPN, tersedia potensi sekitar 20.000 ton pucuk tebu per tahun yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku silase guna mendukung kebutuhan pakan sapi perah sepanjang tahun.

6edc3008 6038 49de a1c4 5e6632777b09
By Kementan

Direktur Pakan Ditjen PKH Kementan, Tri Melasari, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kawasan sapi perah sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan yang berkelanjutan. “Pemanfaatan pucuk tebu sebagai bahan baku silase merupakan solusi strategis untuk menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun. Dengan dukungan sumber pakan yang berkelanjutan, produktivitas ternak dapat ditingkatkan sekaligus menekan biaya produksi peternak,” ujar wanita yang akrab disapa Mela ini.

Menurutnya, integrasi peternakan dengan sumber daya lokal merupakan langkah penting untuk membangun usaha sapi perah yang efisien, berdaya saing, dan mampu berkembang dalam jangka panjang.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bone. Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Andi Tenriawaru, hadir mewakili Bupati Bone dalam pertemuan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pengembangan sapi perah terintegrasi. “Pemerintah Kabupaten Bone bersama seluruh pemangku kepentingan terus mematangkan berbagai persiapan, khususnya terkait perizinan perusahaan, kesiapan lahan, dan penyediaan pakan sebagai fondasi utama keberhasilan program,” tuturnya.

Kementan optimistis pengembangan sapi perah terintegrasi di Bone dapat menjadi model pengembangan persusuan di kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan sumber pakan yang kuat, keterlibatan pemerintah daerah, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan, kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi susu nasional sekaligus membuka peluang usaha baru bagi peternak dan masyarakat sekitar.bella

Tag:

Bagikan:

Trending

By Kementan
Optimalisasi Pakan Lokal Sapi Perah di Sulsel
093ee3c2-a66c-4e6e-9b5b-727b3138b977
Kementan Himbau Tingkatkan Konsumsi Susu Nasional pada HSN 2026
8551b709-c4c3-4575-ac18-78e3a31598f5
Kawal Stabilisasi Harga, Kementan Dorong MBG Perkuat Serapan Telur
Dok
Kolaborasi Kementan dan BUMN Wujudkan Hilirisasi Ayam di Bone
WhatsApp-Image-2026-06-03-at-09.55.24
Sagavet Sukses Gelar Seminar Perunggasan & Hewan Kecil
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!