Trobos banner 2026.May

China Perkuat Kerja Sama Pertanian dan Peternakan Dengan Indonesia

 

JASMINE 1 ROOM , AYANA MIDPLAZA HOTEL, 1 Oktober 2026

Global International Agricultural Cooperation Expo/China International Agricultural Cooperation Expo 2026, buka peluang bisnis dan kemitraan Industri Peternakan Indonesia–China

(Jakarta). Peluang untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan China di bidang pertanian dan peternakan akan memasuki tahap baru melalui penyelenggaraan Global International Agricultural Cooperation Expo/China International Agricultural Cooperation Expo, yang akan berlangsung pada 10–12 Desember 2026 di ICE BSD, Tanggerang, Indonesia.

Pameran ini diselenggarakan oleh China Foreign Trade and Economic Cooperation Enterprises Association bersama China-ASEAN Industrial Development Center.

Sebagai bagian dari persiapan menuju penyelenggaraan pameran pada Desember mendatang, 1 Oktober 2026 di Jakarta berlangsung Soft Launching dan Business Networking Lunch Meeting yang didukung TROBOS Communication (TComm) untuk mempertemukan asosiasi dan pemangku kepentingan industri peternakan Indonesia dengan Kantor Perwakilan Indonesia dari China Trade Promotion Council.

Pertemuan ini menjadi forum awal untuk memperkenalkan inisiatif kerja sama tersebut kepada industri Indonesia sekaligus menggali potensi dan kebutuhan industri yang dapat dikembangkan menjadi peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan China menjelang Expo Chain Global International Agricultural Cooperation Expo – China International Agricultural Cooperation Expo bulan Desember 2026 di ICE BSD.

Dalam sambutannya Mr Niu Liangliang, Chief Representative of the China Council for the Promotion of International Trade’s Office in Indonesia menyampaikan bahwa Global International Agricultural Cooperation Expo dirancang tidak hanya sebagai pameran, tetapi juga sebagai platform untuk trade and investment matchmaking, kerja sama teknologi, informasi pasar dan kebijakan, serta business visits. secara internasional, sekaligus membantu perusahaan pertanian memperluas jaringan dan kerja sama global. Indonesia menjadi salah satu tujuan dalam rangkaian program kerja sama pertanian internasional yang dikembangkan pada 2026.

Sementara Mr Qhingchang Duan, Secretary General IICPC memaparkan bahwa kegiatan pada hari ini akan menjadi momentum Soft Launching menuju penyelenggaraan Expo Desember, yang akan diperkenalkan langsung oleh pihak penyelenggara dari China kepada komunitas industri Indonesia.

Pameran industri peternakan yang akan diselenggarakan di ICE BSD pada 10 -12 Desember 2026 akan menampilkan teknologi peternakan, terutama di sektor perunggasan, breeding dan peralatan peternakan, pakan dan feed additives, kesehatan hewan, vaksin dan produk veteriner, teknologi pengolahan dan teknologi pendukung, perdagangan dan investasi, kerja sama teknologi, serta business matching antara perusahaan China dan mitra bisnis Indonesia. Dia menegaskan bahwa event ini bukan sekadar pameran, tetapi platform kerja sama bisnis.

Pameran ini diselenggarakan bersama oleh Asosiasi Perusahaan Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Ekonomi Tiongkok serta Pusat Pengembangan Industri Tiongkok–ASEAN, dan merupakan pameran kerja sama pertanian internasional yang mencakup rantai industri secara lengkap.

“Kami merencanakan area pameran seluas 5.000 meter persegi, dengan fokus pada bidang peternakan dan unggas, pakan serta kesehatan hewan, produk telur dan pengolahan pangan, pertanian cerdas dan mesin pertanian, serta bidang-bidang pertanian lainnya. Pameran ini mencakup seluruh rantai dari pembibitan dan budidaya, pengolahan, hingga distribusi. Perusahaan pertanian, asosiasi industri dan perdagangan, pembeli, serta lembaga penelitian dari Tiongkok, Indonesia, dan negara-negara ASEAN akan diundang untuk berpartisipasi. Jumlah perusahaan peserta diperkirakan lebih dari 100 perusahaan,” ungkap Duan.

Pada kesempatan yang sama, para undangan yang merupakan pelaku industri peternakan Indonesia juga menyampaikan pandangan mengenai tantangan, peluang dan kebutuhan untuk pengembangan industri peternakan nasional.

Membangun Kemitraan Jangka Panjang Indonesia–China

Penyelenggaraan Expo Desember diharapkan menjadi platform untuk membangun hubungan yang lebih terstruktur antara perusahaan China dan pelaku industri Indonesia. Bagi industri peternakan Indonesia, kegiatan ini membuka peluang untuk mengenal dan mengeksplorasi akses terhadap teknologi, peralatan, produk, investasi dan potensi kemitraan bisnis dari China.

Di sisi lain, stakeholder peternakan Indonesia juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan pasar dan peluang kerja sama secara langsung kepada perusahaan dan organisasi China.

Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc. Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Jakarta yang hadir dalam kesempatan ini menuturkan bahwa peternakan merupakan salah satu sektor penting dalam penyediaan pangan asal hewan. Namun, di tengah perubahan lingkungan dan meningkatnya kebutuhan pangan, sektor ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Variabilitas iklim, keterbatasan sumber daya pakan, tekanan terhadap lingkungan, serta meningkatnya permintaan terhadap pangan asal hewan menuntut adanya perubahan dalam cara kita memandang dan mengelola sistem peternakan.

Masa depan peternakan tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana menghasilkan produk peternakan secara lebih efisien, memiliki ketahanan terhadap perubahan, dan tetap bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, produktivitas, ketahanan, efisiensi sumber daya, dan tanggung jawab lingkungan perlu ditempatkan sebagai bagian yang saling berkaitan dalam pembangunan peternakan berkelanjutan.

“Salah satu peluang penting dalam transformasi peternakan adalah pemanfaatan pertanian presisi dan konsep smart farming. Teknologi memungkinkan pengelolaan peternakan dilakukan berdasarkan data sehingga keputusan dapat dibuat secara lebih terarah,” paparnya.

WhatsApp Image 2026 10 01 at 17.29.54

Sementara dari pihak pemerintah, Tika Kartika Ketua Kelompok Pemasaran, Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan mengatakan ini bukan sekadar ruang untuk bertukar informasi, tetapi juga merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi, memperluas jejaring bisnis, dan membangun kemitraan yang lebih konkret antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, khususnya di sektor peternakan dan industri hasil peternakan. “Kami berharap forum ini dapat membuka ruang dialog yang produktif, mempertemukan kebutuhan dengan kapasitas investasi dan teknologi, serta mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” jelasnya.

Cecep Wahyudin, Wakil Ketua Umum bidang Peternakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengemukakan Kadin siap bekerjasama dengan pihak stakeholder peternakan China dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Ateng Sutisna Ketua Umum HPDKI mengutarakan menyampaikan harapannya akan adanya kerjasama antara HPDKI dengan  Asosiasii/ Pelaku Usaha di China sesuai  yng dibutuhkan  anggotanya, antara lqin perbaikan genetik , teknologi terapan untuk pemeliharaan ,pengolahan hasil ternak untuk susu, daging  dan hasil peternakan lainnya, sampai pembiayaan

Siska Retno mewakili Global Dairi Alami (GDA)  yang tengah memperbesar kapasitas produksinya dengan membangun farm sapi perah  terintegrasi  mengharapkan  forum ini bisa menjembatani kebutuhan pengembangan industri peternakan sapi perah di Indonesia.  Siska mencontohkan kebutuhan akan vaksin, obat-obatan dan pakan  yang harus diantisipasi dengan cepat.  Ia menambahkan bahwa Expo yang akan diselenggarakan Desember nanti, bukan sekedar pameran promosi produk, tetapi memberikan memberikan solusi yang bisa diaplikasikan, untuk itu diperlukan regulasi dari pemerintah.

Dengan demikian, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal membangun koneksi bisnis yang lebih konkret menjelang penyelenggaraan Global International Agricultural Cooperation Expo – China International Agricultural Cooperation Expo pada 10–12 Desember 2026.

Tentang Penyelenggara

China Foreign Trade and Economic Cooperation Enterprises Association dan China-ASEAN Industrial Development Center merupakan penyelenggara/host dari Global International Agricultural Cooperation Expo – China International Agricultural Cooperation Expo.

Expo ini mengusung tema: “Industrial Chains Going Global Through Collaboration, Empowering Global Presence of Enterprises.” Kegiatan dirancang untuk mendukung kerja sama pertanian internasional melalui pameran, trade and investment matchmaking, informasi kebijakan dan pasar, kerja sama teknologi serta kunjungan bisnis.

 

Informasi Acara

Global International Agricultural Cooperation Expo China International Agricultural Cooperation Expo ç··.··..·ˆ 10–12 Desember 2026

˙•¡ICE BSD, Tanggerang, Indonesia

 

Host:

China Foreign Trade and Economic Cooperation Enterprises Association China-ASEAN Industrial Development Center

 

Media Contact: Ramdan (08179008930)

 

 

Tag:

Bagikan:

Trending

Dok by Kementan
Dorong Peningkatan Keberhasilan Reproduksi Ternak Nasional
WhatsApp-Image-2026-10-02-at-08.55.48-1
Permindo: Harga LB Dinamis, Input HPP Harus Dikelola Dengan Baik
By Kementan
Pengembangan Sapi Dataran Rendah, Sapi Perah Grati
By Kementan
Sertifikasi SNI Perkuat Mutu Bibit Sapi Aceh
a81f42cf-0f94-4cad-9862-733aa9e01a5b
Pemantauan Rantai Pasok Jagung Pakan untuk Peternak
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!