Solo (TROBOSLIVESTOCK.COM). Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) bekerjasama dengan PT Elanco Animal Health (Elanco) dan didukung Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema “Kesiapsiagaan Masuknya Penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) pada Domba dan Kambing di Indonesia” di Hotel Grand Mercure, Solo, Jawa Tengah pada (2/4). Kegiatan tersebut dalam upaya perkuat kesiapsiagaan bersama, mulai dari deteksi dini, pencegahan, hingga strategi pengendalian agar Indonesia tetap aman dan bebas dari PPR. Dihadiri seluruh peternak domba dan kambing asal Jawa Tengah, lingkup Ditjen PKH, tamu undangan dan dilaksanakan secara hybrid.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah, John Weaver, Senior Veterinarian and International Animal Health and Epidemiology Consultant; Ajat Sudarjat Sekjen HPDKI; Indrawati Sendowo,Pusat Riset Veteriner, BRIN; Kompol Sukardi, Plh Kasubbag Litkara Bagwassidik, Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri; Anes Doni Kriswito, Direktur Manajemen Risiko Karantina Hewan; Prof Ali Agus Tenaga Ahli Menteri Bidang Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan.

Yudi Guntara Noor, Ketua Umum Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), dalam sambutannya mengatakan HPDKI merupakan berkumpulnya peternak domba dan kambing Indonesia. Peternak menginginkan kesejahteraan, melalui produksi yang optimal yang didukung oleh asosiasiasi. Saat ini tantangan peternak domba dan kambing tanah air diantaranya, produksi masih rendah, ketersediaan pakan, akses pasar terbatas, masuknya karkas impor dan permasalahan penyakit.
Misalnya, untuk meningkatkan produksi ternak domba dan kambing, asosiasi serta difasilitasi pemerintah sudah melakukan introduksi genetik bangsa baru domba dan kambing dari luar. Sehingga pertambahan bobot badan naik dan jumlah serta kualitas susu lebih baik. Namun, itu semua tidak akan optimal, jika tidak mewaspadai adanya penyakit. “Saat ini,kita harus waspada terhadap PPR pada domba dan kambing karena dampaknya cukup serius. Penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) belum ada di Indonesia dan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan domba dan kambing yang dapat berdampak pada produktivitas dan ekonomi peternak,” paparnya.
Hendra Wibawa, Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) yang mewakili Dirjen PKH, menjelaskan salah satu penyakit virus yang sangat menular pada ruminansia kecil, khususnya domba dan kambing adalah Peste des Petits Ruminants atau yang dikenal dengan PPR. Ciri khas penyakit ini adalah tingginya daya tular ditandai demam, keluarnya Ingus dari hidung, Diare, dan dapat berujung Kematian (disingkat IDK). Dengan tingkat kesakitan mencapai 100% dan tingkat kematian dapat mencapai 90%, maka penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan hewan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi signifikan terhadap kesejahteraan peternak dan ketahanan pangan.

Peste des Petits Ruminansia (PPR) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus dalam famili Paramyxoviridae. “PPR pertama kali ditemukan pada 1942 di Pantai Gading, Afrika Barat dan kini telah menyebar ke 70 negara termasuk di wilayah Asia Tenggara yaitu Thailand (2021) dan Vietnam (November 2025). Indonesia menjadi negara terancam dari penyakit ini,” jelasnya.
Sementara Muhamad Aura Maulana, Senior Manager Marketing, PT Elanco Animal Health Indonesia menuturkan bahwa Elanco hadir sebagai bentuk technical support kepada pelanggan, dalam hal ini HPDKI bersama- sama mengundang pemerintah sebagai pengambil kebijakan.“Kita siap siaga PPR dengan mengedukasi dan sosialisasi penyakit PPR dengan narasumber – narasumber yang kompeten,” paparnya. ramdan




