Livestock Free Ads
website banner 2

Penyaluran Bantuan Pangan untuk Korban Longsor Cisarua  

Bandung Barat (TROBOSLIVESTOCK.COM). Guna membantu korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman turun langsung dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan. Kehadiran Mentan bersama Wakil Menteri Pertanian, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan), serta Komisi IV DPR RI menegaskan kehadiran negara dalam merespons cepat bencana dan melindungi masyarakat terdampak.

“Kami turut berduka cita atas korban bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kami turun langsung memberi bantuan yang terdiri dari 24 truk bantuan siap saji, tetapi ada juga beras dan seterusnya,” kata pria yang karib disapa Amran ini pada Rabu (28/1).

Adapun berdasarkan data sementara, jumlah pengungsi terdampak mencapai 564 jiwa dari 186 kepala keluarga (KK). Para pengungsi saat ini ditampung di beberapa lokasi pengungsian. Di antara para pengungsi terdapat anak-anak, balita, dan ibu hamil sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

Seperti yang telah disebutkan Amran sebelumnya, bahwa sebanyak 24 truk bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak. Bantuan ini berisi pangan siap saji, beras, air mineral, mie instan, biskuit, susu UHT, serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut berasal dari Kementan serta dukungan mitra swasta dan UPT lingkup Kementan.

Ia mengaku, bahwa rencana awalnya adalah dengan menyiapkan 100 truk bantuan. “Namun, karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk bantuan siap saji, disertai beras dan kebutuhan pokok lainnya. Yang terpenting, masyarakat bisa segera terbantu,” ucap dia.

Selain bantuan logistik langsung, dukungan dari berbagai mitra tercatat dengan total nilai bantuan sekitar Rp 1,17 miliar untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Lebih dari sekadar tanggap darurat, Amran pun menegaskan perlunya solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa terulang, khususnya di kawasan rawan longsor.

Amran mendorong perubahan pola tanam di wilayah dengan tingkat kemiringan tinggi, dengan mengganti tanaman hortikultura menjadi tanaman tahunan/perkebunan yang memiliki perakaran kuat untuk menahan erosi dan mencegah longsor. “Ini kita harus berikan solusi permanen. Kami minta Bupati, bahwa kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan, tajam. Itu kita ganti menjadi tanaman perkebunan. Sementara daerah-daerah yang landai kita tanami hortikultura, jadi kita bagi. Kalau tanaman tahunan, itu akarnya bisa dalam, sehingga mencegah erosi dan longsor,” jelasnya.

Menurut Amran, anggaran untuk program tersebut sudah tersedia, sejalan dengan arahan Presiden RI yang menargetkan pengembangan tanaman perkebunan hingga 870 ribu hektare secara nasional, dengan prioritas pada daerah rawan bencana. Begitu usulan dari Bupati dan Gubernur masuk, lanjutnya, UPT Kementan di wilayah ini akan langsung bergerak cepat.

WhatsApp Image 2026 01 29 at 14.40.13
Kementan

“Di daerah landai tetap kita tanami hortikultura. Sementara daerah dengan kemiringan tinggi kita fokuskan pada tanaman tahunan. Untuk sementara bisa dilakukan tumpangsari agar pendapatan petani tetap berjalan,” imbuh dia.

Ia juga memastikan pemerintah pusat siap membantu pemulihan lahan pertanian dan sarana produksi, termasuk greenhouse yang terdampak, melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan memastikan produktivitas petani tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Rajiv, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Amran dalam penanganan bencana. Menurutnya, Kementan tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi juga menunjukkan kepedulian kuat dalam misi kemanusiaan.

“Kami dari Komisi IV mengapresiasi Kementerian Pertanian yang selaku mitra Komisi IV yang selalu cepat tanggap menanggulangi bencana. Bukan hanya di bidangnya, tapi Kementan fokus juga dengan bantuan kemanusiaannya. Kami dari Komisi IV mengapresiasi itu,” puji Rajiv.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, BNPB, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban, seraya menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban dan keluarga.

Melalui langkah cepat, bantuan nyata, dan perencanaan jangka panjang, Kementan berkomitmen tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga membangun sistem pertanian yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan untuk melindungi petani dan masyarakat.bella

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Trouw Nutrition Akan Menggelar Global Mycotoxin Review  
By Kementan
Penyaluran Bantuan Pangan untuk Korban Longsor Cisarua  
WhatsApp-Image-2026-01-29-at-14.50.10
FAWO Gelar Sarasehan Persapian & National Competition
By Kementan
Ayam Gepuk Pak Gembus & Koperasi LPER Resmi Jalin Kolaborasi
By Kementan
Pengawasan Ketat Harga DOC hingga Daging Sapi
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!