Livestock Free Ads
iklan banner website Zhejiang Maret scaled

The 3rd ICOP 2026: Meningkatkan Ketahanan Pangan Melalui SISKA

Pekanbaru (TROBOSLIVESTOCK.COM). Tarian tradisional khas Melayu, Tari Persembahan yang dipentaskan oleh siswi – siswi dari Sekolah Dasar Negeri 161 Pekanbaru, Riau, membuka acara Forum Internasional, The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP) 2026 dengan tema “Enhancing Food Security through Regenerative Agriculture in Integrated Cattle–Oil Palm Systems,” di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Riau pada (8/4).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh stakeholder Siska (Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit) nasional dan internasional seperti, Prof Nahrowi, Ketua Centras IPB University; Assoc. Prof. Dr. Maja Slingerland dari Wangeningen University and Research, Belanda; Dr. Mohd Azid Kabul, Ruminant Production Cattle-Oil Palm Integration System Consultant, Malaysia; Joko Iriantono, Ketua Gapensiska (Gabungan Pelaku dan Pemerhati Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit); Tri Melasari, Direktur Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan; Syahrial Abdi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau yang mewakili Gubernur Riau serta tamu undangan.

The 3rd ICOP 2026 diselenggarakan secara hybrid oleh Pusat Studi Hewan Tropis (Centras), Universitas IPB, Indonesia, bekerja sama dengan mitra nasional dan internasional terkemuka, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gabungan Pelaku dan Pemerhati Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (Gapensiska), UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Pemerintah Provinsi Riau, dan Universitas & Riset Wageningen (Belanda) serta berlangsung selama 2 hari dari 8 – 9 April 2026.

WhatsApp Image 2026 04 08 at 11.01.36
Foto bersama narasumber & Peserta by Ramdan

Ketua Panitia, Arifin Budiman Nugraha, Konferensi internasional ini sebagai platform strategis untuk menyatukan perspektif multidisiplin dalam mengatasi tantangan global di bidang

pertanian berkelanjutan, khususnya melalui integrasi sistem ternak dan kelapa sawit. Acara ini menyoroti pentingnya pendekatan inovatif, kolaborasi ilmiah, dan implementasi praktis untuk memperkuat ketahanan pangan sambil menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami percaya bahwa pertukaran pengetahuan dan ide selama konferensi ini akan mendorong kolaborasi yang bermakna dan berkontribusi pada kemajuan sistem peternakan dan perkebunan terpadu, baik di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

Syahrial Abdi, Sekretaris Daerah Provinsi Riau mengatakan dalam sambutannya, sebagai salah satu provinsi dengan luas areal perkebunan kelapa sawit, Riau memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan Sistem Integrasi Sapi–Kelapa Sawit (Siska). Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menawarkan solusi terhadap tantangan lingkungan, meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, serta mendukung kesejahteraan petani dan peternak.

“Tema konferensi ini, “Enhancing Food Security through Regenerative Agriculture in Integrated Cattle–Oil Palm Systems,” sangat relevan dengan prioritas pembangunan daerah kami. Kami meyakini bahwa pertanian regeneratif merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus memperkuat ketahanan pangan jangka panjang,” jelasnya.

Sambungnya, pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk mendorong pengembangan model integrasi ini melalui kebijakan yang mendukung, kemitraan, serta peningkatan kapasitas bagi petani dan peternak. Namun demikian, kami menyadari bahwa transformasi ini memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, industri, dan mitra internasional.

WhatsApp Image 2026 04 08 at 10.59.49
 by Ramdan

Tri Melasari, Direktur Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan menuturkan bahwa salah satu agenda besar pembangunan peternakan nasional saat ini adalah mewujudkan swasembada daging sapi yang berkelanjutan. Upaya ini bukan sekadar meningkatkan populasi ternak, tetapi juga memastikan sistem produksi yang efisien, berbasis sumber daya lokal, dan berdaya saing tinggi. “Dalam konteks tersebut, integrasi sapi dengan perkebunan kelapa sawit yang kita bahas dalam ICOP ini menjadi sangat relevan dan strategis,” tegasnya.

Sementara Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas mengemukakan pentingnya integrasi sektor perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya domestik. “Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Yang kita butuhkan adalah cara mengelolanya secara lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan,” ungkapnya. ramdan

Tag:

Bagikan:

Trending

By Antara
Prof Akhmad Sodiq Kembali Pimpin Unsoed 2026-2030
By Bella
BRIN & FAO Gelar Konferensi Internasional Keberlanjutan Peternakan  
IMG_8861
Panduan Beternak Layer Cage-Free di Indonesia Resmi Terbit
By Kementan
Pemerintah Bersama HPDKI Perkuat Perlindungan Peternak Domba-Kambing
By Kementan
Strategi Penguatan Pakan Ayam Petelur
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!