Livestock Free Ads
iklan banner website Zhejiang Maret scaled

Harga Sapi Stabil Jelang Nataru

Subang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak masih terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Stabilitas harga di hulu dinilai sangat penting karena menjadi faktor kunci dalam menjaga inflasi pangan nasional pada akhir tahun.

Kepastian ini disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas penggemukan sapi PT Agrisatwa Jaya Kencana di Subang, Jawa Barat, Kamis (18/12). Kegiatan sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan, harga, serta kesiapan industri peternakan menghadapi lonjakan konsumsi menjelang libur akhir tahun.

Agung menjelaskan, sidak dilakukan ke sejumlah feedlot di beberapa daerah sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman. Pemerintah ingin memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga, konsumen terlindungi, dan kesejahteraan peternak tidak terganggu menjelang momentum besar konsumsi pangan tersebut.

“Dari hasil pemantauan hari ini di Subang, Tasikmalaya, Tangerang, Bekasi, dan Lampung, harga sapi hidup di tingkat peternak berada pada kisaran Rp 52.000Rp 53.000 per kilogram (kg) bobot hidup. Angka ini masih di bawah harga acuan pembelian sebesar Rp56.000 Rp 58.000 per kg sehingga dapat dikatakan pasokan cukup dan distribusi berjalan baik,” ujar Agung.

600033a1 11c9 4276 be5d 71fa8c137870 scaled
Dok. By Kementan

PT Agrisatwa Jaya Kencana saat ini memiliki kapasitas kandang hingga 20.000 ekor sapi dengan populasi indukan mencapai 200 ekor. Per 12 Desember 2025, populasi sapi bakalan tercatat 9.800 ekor dan dipastikan akan bertambah sekitar 1.800 ekor dalam waktu dekat sehingga kesiapan pasokan semakin kuat.

Menurut Agung, kondisi tersebut mencerminkan kesiapan industri peternakan dalam menjaga ketersediaan daging sapi bagi masyarakat. Ia menegaskan, stok yang memadai penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat pada periode Nataru hingga menyambut Idul Fitri 2026 dapat terpenuhi dengan baik.

“Hasil sidak menunjukkan stok sapi di tingkat produsen aman dan harga relatif stabil. Ini sangat penting untuk menjaga kenaikan konsumsi menjelang Nataru sekaligus memastikan stabilitas harga tetap terjaga,” tegasnya.

Dari sisi pelaku usaha, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Joni Liano, memastikan stok sapi pedaging aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru. Ia menegaskan bahwa kondisi harga saat ini bukan merupakan kenaikan, tetapi lebih kepada penyesuaian harga yang tetap berada di bawah harga acuan pemerintah.

“Jadi saya setuju dengan arahan Pak Menteri tadi. Yang terpenting adalah semua pihak bisa merasa diuntungkan, peternak happy, pedagang happy, dan konsumen juga happy yang ditunjukkan dengan stabilnya harga daging sapi,” ujar Joni.

Hal senada disampaikan perwakilan PT Agrisatwa Jaya Kencana, Evia Kirana, yang menegaskan stabilitas harga sapi hidup di tingkat peternak masih terjaga dengan baik. Ia menyebut perusahaan menjual sapi hidup dengan harga Rp 53.000 per kg bobot hidup dan memastikan ketersediaan bakalan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Dengan ketersediaan bakalan yang cukup, kami optimistis produksi dan distribusi akan tetap lancar hingga akhir tahun. Kami juga terus menjaga kualitas dan kesinambungan suplai agar kebutuhan masyarakat tetap aman,” katanya.

Secara nasional, Kementan mencatat ketersediaan sapi dan kerbau bakalan di seluruh feedlot mencapai 193.705 ekor. Jumlah tersebut dinilai memadai untuk menjamin pasokan daging sapi sepanjang periode Nataru hingga Lebaran tahun depan.

Kementerian Pertanian menegaskan akan terus melakukan monitoring terhadap ketersediaan stok serta pergerakan harga sapi dan kerbau bakalan hingga Idul Fitri. Pemerintah berharap langkah ini dapat menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan usaha peternak tetap berjalan optimal.shara

Tag:

Bagikan:

Trending

By Antara
Prof Akhmad Sodiq Kembali Pimpin Unsoed 2026-2030
By Bella
BRIN & FAO Gelar Konferensi Internasional Keberlanjutan Peternakan  
IMG_8861
Panduan Beternak Layer Cage-Free di Indonesia Resmi Terbit
By Kementan
Pemerintah Bersama HPDKI Perkuat Perlindungan Peternak Domba-Kambing
By Kementan
Strategi Penguatan Pakan Ayam Petelur
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!