Jakarta(TROBOSLIVESTOCK.COM). PT Malindo Feedmill Tbk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya di tengah tantangan industri perunggasan nasional sepanjang 2025. Dalam kegiatan Public Expose Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (25/5), perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp12,69 triliun atau tumbuh 1,52% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp12,50 triliun.
Pertumbuhan penjualan ditopang meningkatnya penjualan ayam pedaging sebesar Rp432,53 miliar atau 18,75%. Selain itu, penjualan makanan olahan naik 12,94% dan penjualan lainnya meningkat 6,12%. Kondisi ini menunjukkan permintaan pasar terhadap produk unggas dan hilirisasi perseroan masih cukup positif.
Meski penjualan meningkat, laba bersih perseroan pada 2025 tercatat sebesar Rp393,59 miliar atau turun 19,34% dibandingkan tahun 2024. Sementara laba usaha mencapai Rp569,06 miliar dan laba kotor sebesar Rp1,29 triliun. Penurunan profitabilitas dinilai masih dipengaruhi dinamika harga bahan baku dan kondisi pasar unggas nasional sepanjang tahun lalu.
Dari sisi neraca keuangan, Malindo mencatat total aset sebesar Rp5,70 triliun atau meningkat 6,03% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kewajiban tercatat Rp2,31 triliun, dana syirkah temporer Rp518,09 miliar, serta ekuitas sebesar Rp2,88 triliun.

Perseroan terus memperkuat model bisnis terintegrasi mulai dari pakan ternak, pembibitan DOC, peternakan ayam pedaging, hingga bisnis hilir. Dalam beberapa tahun terakhir, Malindo juga mengembangkan lini restoran cepat saji Sunny Chick serta rumah potong hewan unggas. Perusahaan turut memperluas pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Jepang, Singapura, Oman, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
Memasuki 2026, kinerja perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan. Pada kuartal I 2026, penjualan bersih mencapai Rp3,69 triliun atau meningkat 16,61% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan terutama berasal dari penjualan pakan ternak yang tumbuh 10,92% serta penjualan DOC yang melonjak 69,20%.
Kondisi tersebut berdampak positif terhadap profitabilitas perseroan. Laba bersih kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp123,28 miliar atau melonjak 96,05% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp62,88 miliar. Perseroan menyebut stabilitas harga DOC dan broiler menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan laba pada awal tahun ini.
Di tengah tantangan berupa fluktuasi harga live bird dan DOC, volatilitas harga bahan baku, serta persaingan industri yang ketat, Malindo menyiapkan sejumlah strategi untuk 2026. Perseroan akan memperkuat efisiensi operasional dan cost management, melanjutkan pembangunan solar panel untuk efisiensi energi, mengoptimalkan formulasi pakan, serta mempercepat digitalisasi operasional guna meningkatkan produktivitas perusahaan. Pada hari yang sama, perseroan juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.




