Semarang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi investasi di sektor peternakan sapi perah sebagai upaya meningkatkan produksi susu nasional. Langkah ini juga diarahkan untuk memperluas peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan peternak, seiring kebutuhan susu dalam negeri yang terus meningkat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan mega farm sapi perah terintegrasi yang mulai digarap di Jawa Tengah. Program ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan susu nasional sekaligus memperkuat struktur industri peternakan berbasis kemitraan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan bahwa percepatan investasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan, khususnya komoditas susu. Ia menilai, investasi yang masuk tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang luas bagi daerah.
“Dengan adanya investasi pengembangan sapi perah oleh PT Global Dairi Bersama diharapkan membawa dampak positif antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara sosial di wilayah Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Agung saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (16/4).
Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya berperan dalam menarik investasi, tetapi juga memastikan adanya dukungan nyata bagi peternak. Dukungan tersebut meliputi akses pembiayaan, penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur, hingga jaminan penyerapan hasil produksi agar usaha peternakan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, kebutuhan susu nasional diperkirakan mencapai 8,5 juta ton pada 2029. Sementara itu, produksi dalam negeri saat ini masih belum mampu memenuhi permintaan, sehingga membuka peluang besar bagi peningkatan skala usaha peternak.
Investasi konkret dilakukan oleh PT Global Dairi Bersama di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan rencana pengembangan hingga 30.000 ekor sapi perah. Proyek ini ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 180.000 ton susu per tahun untuk mendukung pasokan nasional.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan komitmennya dalam mendukung percepatan realisasi investasi tersebut. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memberikan dukungan maksimal agar proses berjalan cepat dan efektif.
“Sebagai Gubernur, saya menyatakan komitmen penuh untuk mendukung investasi ini. Kepada Bupati Brebes dan jajaran, saya minta untuk memberikan dukungan maksimal agar Brebes menjadi kabupaten yang semakin berdaya saing. Kita harus bergerak cepat, jangan terlalu lama dalam proses,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan implementasi di lapangan agar manfaat investasi segera dirasakan. “Saya mendorong agar proses dapat segera dimulai, target produksi bisa tercapai paling lambat tahun 2027, dan jika memungkinkan, groundbreaking atau grand opening dapat dilakukan pada bulan Mei,” tambahnya.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambut baik kehadiran investasi tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada pihak investor. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Brebes menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Brebes, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Global Dairi Bersama dan seluruh pihak yang terlibat, atas kepercayaan memilih Kabupaten Brebes sebagai lokasi investasi,” sampainya.
Ia menilai, investasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Investasi ini tentu menjadi peluang besar bagi masyarakat Brebes, terutama dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai kawasan peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar. Ia menekankan bahwa pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada penguatan kemitraan dan keberlanjutan lingkungan.
“Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan dukungan lahan sekitar 710 hektar (ha) dan kapasitas produksi hingga 180 ribu ton per tahun. Investasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan produksi susu di Jawa Tengah hingga dua kali lipat serta memperkuat kemitraan dengan peternak dalam ekosistem industri susu nasional,” terangnya.

Ia menambahkan, konsep keberlanjutan menjadi bagian penting dalam proyek ini, termasuk pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik serta pengembangan ekonomi sirkular di pedesaan. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Secara keseluruhan, investasi mega farm ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas, baik di sektor hulu maupun hilir. Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga akan memperkuat rantai pasok peternakan nasional.
Pengembangan hijauan pakan ternak yang mencapai sekitar 2.000 ha per tahun diperkirakan mampu melibatkan sekitar 5.000 petani di Brebes dan wilayah penyangga. Di sisi lain, program penggemukan pejantan sapi perah sekitar 7.000 ekor per tahun juga membuka peluang kemitraan bagi sekitar 8.000 peternak di wilayah tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa percepatan investasi ini merupakan bagian dari program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN). Program ini dijalankan melalui sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah guna memperkuat ekosistem peternakan secara menyeluruh.
Melalui langkah tersebut, peternak diharapkan memperoleh kepastian usaha sekaligus akses pasar yang lebih luas. Kehadiran pemerintah dalam mengawal investasi dan kebijakan dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor peternakan yang berkelanjutan.shara




