CIAMIS (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kondisi perunggasan nasional di medio 2025 mengalami trend positif dimana harga ayam hidup (Livebird/LB) berangsur pulih dari titik terendah. Kondisi ini tidak lepas dari intervensi pemerintah dan komitmen semua pelaku dalam mengawal harga Livebird menuju Harga Acuan Pemerintah (HAP). Hal tersebut diungkapkan Herry Dermawan Ketua Umum Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) dalam Forum Perunggasan “Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026” di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Ciamis, Jawa Barat (28/04).
Ia mengatakan tercatat mulai Juni 2025 harga LB bertahan di Rp 18.000/kg dan terus bergerak menuju HAP di Rp 25.000/kg hingga akhir tahun. Upaya pemerintah melalui penyerapan daging unggas untuk cadangan pangan serta penyerapan dari program MBG turut mendorong perbaikan harga LB dan telur. “Namun, margin peternak rakyat tetap tipis mengingat biaya produksi tinggi pada harga input seperti harga DOC (ayam umur sehari) sebesar Rp 7.500–8.500/ekor dan kenaikan harga pakan karena faktor stabilitas produksi jagung serta isu geopolitik,” jelasnya.
Dengan kondisi global sekarang bahan baku naik sehingga Harga Pokok Produksi (HPP) naik di tingkat peternak. Maka seharusnya harga ayam yang wajar ditingkat peternak Rp 21.000 per kg karena HPP sekarang sudah mencapai Rp.20.000 – 20.500 per kg.
Herry menuturkan memasuki 2026 ini diharapkan kondisi perunggasan nasional bisa dipertahankan hingga menuju keseimbangan baru. Meski, tetap waspada pada isu surplus produksi yang persisten dan masalah daya beli masyarakat serta stabilitas pasokan bahan baku industri pendukung. Seiring mempersiapkan infrastruktur usaha yang sesuai tuntutan industri saat ini, sudah saatnya mendorong kalangan muda sebagai generasi penerus melanjutkan estafet perunggasan untuk memastikan peternak rakyat tetap mendapat porsi di industri perunggasan nasional. Oleh karena itu peran peternak muda sangat dibutuhkan karena mampu membawa sistem yang efektif dan inovatif dalam mengadopsi perkembangan teknologi saat ini.
“Menyikapi hal tersebut GOPAN sebagai organisasi yang mewadahi peternak rakyat mandiri nasional perlu mengkonsolidasi kembali untuk membahas isu-isu strategis perunggasan saat ini mulai dari implementasi regulasi, peluang dan akses peternak dalam program-program strategis pemerintah hingga mempersiapkan calon penerus peternak muda yang memiliki visi jauh ke depan mengambil peran dalam kue pembangunan perunggasan nasional,” paparnya.
Ditambahkan Sekjen GOPAN, Sugeng Wahyudi bawah Forum Perunggasan kali ini merupakan salah satu program kerja triwulan dari GOPAN. Sedangkan kegiatan ini bertujuan untuk media silaturahmi dan penguatan visi-misi perjuangan bersama pelaku usaha budidaya. Lalu merumuskan arah kebijakan perunggasan nasional khususnya bagi pelaku peternak rakyat mandiri dan menyiapkan langkah strategis penguatan usaha dan mendorong peternak muda mandiri sebagai penerus estafet usaha budidaya UMKM. Serta mendorong peternak muda mengambil peran aktif dalam usaha budidaya dan kepemimpinan dalam komunitas sebagai upaya kelanjutan kaderisasi perjuangan peternak.
Kegiatan ini melibatkan seluruh stakeholder lintas generasi dengan pembicara dari kalangan peternak rakyat dan pelaku usaha korporasi serta pengamat dari unsur akademisi. “Diharapkan dialog perunggasan ini memberikan insightpenting menyelami dinamika usaha perunggasan di 2026 dan menjadi penguatan langkah bersama peternak rakyat mandiri menyongsong era perunggasan yang baru,” pungkasnya.
Sugeng berharap, budidaya ayam pedaging (broiler) porsi pemeliharaannya dapat lebih diserahkan kepada peternak rakyat sebagaimana amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 Tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. “Dampaknya akan terjadi pemerataan ekonomi, sehingga generasi muda bersemangat beternak unggas karena ada perlindungan dalam berusaha. Selain itu, Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara harus melakukan Intervensi jika diperlukan khusus bagi peternak kecil sama seperti petani padi ketika misalnya harga turun,” jelasnya.
Kuswara Suwarman Ketua Korwil GOPAN Priangan Timur mengemukakan saatnya generasi milenial untuk lebih banyak terjun ke dunia perunggasan sehingga keberlanjutan industri perunggasan akan tetap tumbuh dan berkembang. :Dimulai dari generasi millenial priangan timur yang membangun perunggasan untuk nasional,” jabarnya.
Sambungnya, kegiatan ini sebelumnya akan dihadiri hanya sekitar 200 orang, namun dengan antusiasme dari stakeholder perunggasan Priangan Timur yang sudah mendaftar di registrasi sebanyak 600 orang.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menuturkan Kabupaten Ciamis merupakan salah satu sentra peternakan dan pertanian. “Maka dengan hati gembira saya datang ke Ciamis ini,” sebutnya. ramdan






