Livestock Free Ads
Trobos banner 2026.May

Teknologi mtDNA Verifikasi Keaslian Pangan  

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Teknologi berbasis DNA mitokondria (mtDNA) dinilai mampu menjadi solusi dalam memverifikasi keaslian produk daging dan susu melalui identifikasi spesies secara molekuler. Pendekatan ini dinilai krusial untuk melindungi konsumen dari praktik pemalsuan pangan, sekaligus memastikan produk yang beredar memenuhi standar kesehatan, sertifikasi, dan aspek kehalalan.

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Didi Tarmidi, mengatakan bahwa pemanfaatan mtDNA memiliki nilai strategis bagi Indonesia. “mtDNA dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi keaslian daging maupun susu melalui identifikasi spesies secara molekuler. Ini menjadi sangat strategis bagi Indonesia dalam melindungi hak konsumen atas pangan yang aman, sehat, dan sesuai standar sertifikasi halal,” ujarnya dalam forum ilmiah Zoopedia edisi ke-16, Kamis (9/4).

Dalam paparan risetnya, Saiful menjelaskan bahwa mtDNA memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari DNA inti. Ia menyebutkan bahwa mtDNA memiliki jumlah salinan yang melimpah di dalam sel, diwariskan secara maternal, tidak mengalami rekombinasi, serta memiliki laju mutasi yang lebih tinggi.

Menurutnya, karakteristik tersebut menjadikan mtDNA efektif sebagai penanda molekuler. “Sehingga, mtDNA efektif digunakan sebagai penanda molekuler untuk melacak garis keturunan betina (maternal lineage), dan memahami sejarah evolusi dan struktur populasi ternak,” jelasnya.

Saiful juga mengungkapkan bahwa riset mtDNA pada komoditas sapi telah mengalami perkembangan signifikan sejak pertama kali diidentifikasi pada 1963. Ia menyebutkan bahwa kajian awal yang berfokus pada biologi molekuler dasar kini telah berkembang ke berbagai aplikasi yang lebih luas.

“Hasil analisis menunjukkan riset global terkait mtDNA pada sapi telah berkembang dari kajian biologi molekuler dasar menuju aplikasi yang lebih luas, seperti identifikasi spesies untuk keamanan pangan, peningkatan efisiensi reproduksi, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai keragaman genetik dan evolusi,” tambahnya.

Lebih lanjut, riset terkini menunjukkan adanya keterkaitan antara jumlah salinan mtDNA dengan panjang telomer pada genom inti. Korelasi ini dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai indikator biologis untuk menilai kesehatan sel, tingkat stres, serta proses penuaan pada ternak.

Pendekatan tersebut membuka peluang baru dalam pengelolaan kesehatan hewan berbasis biomarker molekuler yang lebih presisi. Dengan demikian, pemantauan kondisi ternak dapat dilakukan secara lebih akurat dan berbasis data ilmiah.

WhatsApp Image 2026 04 28 at 12.54.42 1
By TROBOS

Dari perspektif konservasi, Saiful juga menyoroti peluang pemanfaatan mtDNA dalam pengembangan teknologi kloning antarspesies. Dalam pendekatan ini, sel telur sapi domestik dapat digunakan untuk menghasilkan embrio yang membawa materi genetik dari spesies kerabat liar yang terancam punah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penerapan teknologi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan biologis. “Meski demikian, penerapan teknologi ini masih menghadapi tantangan biologis, terutama terkait kompatibilitas antara DNA inti dan mitokondria,” paparnya.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi sekuensing, peluang untuk memperoleh data mitogenom secara komprehensif semakin terbuka. Integrasi data genetik ini dinilai penting untuk mendukung program pemuliaan, konservasi, serta pengelolaan sumber daya genetik ternak secara berkelanjutan.

Dengan basis data yang kuat, kebijakan berbasis sains diyakini dapat dirancang lebih akurat dalam menjawab tantangan ketahanan pangan jangka panjang. “Perkembangan teknologi sekuensing yang semakin pesat dan terjangkau saat ini membuka peluang untuk memperoleh data mitogenom secara lebih lengkap, sehingga dapat memperkuat program pemuliaan, konservasi, serta pengelolaan sumber daya genetik ternak,” ungkapnya.

Saiful pun optimistis bahwa optimalisasi riset berbasis mtDNA dapat memperkuat kemandirian Indonesia di masa depan. Ia menilai pendekatan ini penting dalam upaya mengelola, melestarikan, dan memanfaatkan sumber daya genetik ternak maupun satwa endemik secara berkelanjutan.shara

 

Tag:

Bagikan:

Trending

By TROBOS
Teknologi mtDNA Verifikasi Keaslian Pangan  
Momentum Halal Bihalal, PDHI Perkuat Peran Veteriner
ICFA
ICFA Ajak Industri Perkuat Cage-Free
By Istimewa
Kementan Buka Sertifikasi Kompetensi Juleha  
Dirjen PKH
Investasi Susu Nasional Kian Dipercepat
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!