Makassar (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan BUMN untuk memperkuat peternakan rakyat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, melalui program hilirisasi ayam terintegrasi. Dengan mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir, harapannya dapat mengembangkan sentra pangan di luar pulau Jawa.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan bahwa sebagai salah satu proyek strategi nasional, program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone akan diawasi langsung oleh pemerintah pusat.
“Ini bukan main-main. Ini adalah proyek strategis nasional yang memang dijaga untuk membangun ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat,” kata Agung dalam rapat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (28/5).
Agung berpendapat, Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi prioritas penerima program hilirisasi ayam karena didukung oleh pemerintah daerah dan kondisi ekosistem yang sudah siap. Bukan hanya itu, Kabupaten Bone memiliki fondasi peternakan rakyat yang mumpuni dan hasil pertanian berupa komoditas jagung sebagai bahan pakan ternak ayam. “Kalau Bone berhasil, Insya Allah tempat lain berhasil,” ungkap Agung.”
Dalam keberlangsungan program ini, peternak rakyat yang akan menjadi pusat ekosistem hilirisasi didukung keterlibatan BUMN dalam memperkuat sektor hulu melalui penyediaan pakan dan bibit ternak.
“Negara melalui BUMN akan menyiapkan bibit dan pakannya, kemudian akan menyerap hasilnya. Semangat inilah yang digagas oleh Bapak Menteri Pertanian,” ujar Agung.

Diungkapkan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, proyek nasional tersebut dapat memperkuat ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru. Ia menyatakan siap mendukung percepatan terealisasinya hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone.
“Kami punya luasan pertanian jagung di Bone sekitar 60 ribu hektare. Pada musim tertentu bahkan bisa mencapai 120 ribu hektare. Jadi dengan adanya hilirisasi ayam terintegrasi ini kami sangat bersyukur karena kebutuhan bahan baku pakan nantinya bisa disuplai dari daerah kami sendiri,” terang Andi Asman.
Pemerintah daerah setempat mendukung terealisasinya program ini dengan memberikan bantuan percepatan kebutuhan di lapangan, mulai dari proses perizinan, tenaga kerja, dan kebutuhan material.
Lebih lanjut, Direktur Operasional Bisnis II PT Berdikari, I Putu Yustika mengatakan peran BUMN memastikan terwujudnya ekosistem usaha peternak rakyat di Kabupaten Bone membutuhkan kerjasama seluruh pihak untuk mencapai keberhasilan yang diinginkan.
“Keterbukaan dan kolaborasi yang kuat adalah kunci keberhasilan program ini. Program ini tidak akan berhasil kalau kita tidak membangun komunikasi yang baik dan bersinergi bersama,” jelas Yustika.
Pernyataan tersebut didukung oleh Ketua Lembaga Ekonomi Rakyat (LPER), Mulyadi Atma, yang mengungkapkan bahwa pengembanga program ini mendapatkan dukungan penuh dari peternak rakyat di Sulawesi Selatan karena menjawab kebutuhan mereka dalam kepastian ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.
“Harapan kami, program ini bisa langsung berjalan di sektor budidayanya dengan melibatkan peternak-peternak mandiri yang ada di Sulawesi Selatan,” tutup Mulyadi Atma.
Kementan menegaskan keberhasilan program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mampu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat daerah dan meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. fara




