Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pertama kalinya resmi menjadi tuan rumah Indo Livestock Expo & Forum 2026, ajang pameran peternakan terbesar di Asia Tenggara. Momentum ini menjadi simbol langkah kementerian pertanian dalam mendukung berkembangnya subsektor peternakan nasional.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan, Agung Suganda, dalam Press Reception Indo Livestock 2026 Expo & Forum yang digelar pada Rabu (10/06) di Jakarta. Ia mengatakan bahwa event tahunan Indo Livestock ini bukan sekedar ajang pameran biasa, melainkan menjadi forum penting bertemunya investor, inovasi, dan seluruh stakeholder yang diharapkan memperkuat subsektor peternakan Indonesia secara global.
“Indo Livestock bukan sekadar pameran, tetapi instrumen diplomasi ekonomi peternakan Indonesia di hadapan dunia. Tahun ini adalah pertama kalinya dalam 24 tahun sejarah Indo Livestock, Kementerian Pertanian secara resmi menjadi tuan rumah. Ini adalah momentum yang tidak boleh kita lewatkan,” ungkap Agung.
Kementerian Pertanian, dituturkan Agung akan menghadirkan paviliun yang dilengkapi dengan Export Lounge dan Consultation Hub pada pameran Indo Livestock 2026. Layanan ini menjadi kesempatan bagi mitra subsektor peternakan yang ingin melakukan konsultasi seputar investasi, ekspor, perizinan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga peluang kemitraan usaha.
Keputusan Kementan menjadi tuan rumah tidak terlepas dari berbagai capaian strategis subsektor peternakan dan pertanian nasional. Kementan menargetkan lahirnya komitmen investasi baru bernilai triliunan rupiah, terbukanya akses pasar ekspor ke lebih dari 10 negara, meningkatnya pemahaman terhadap kebijakan wajib serap susu lokal, serta semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi investasi peternakan global.
“Kami optimistis Indo Livestock 2026 akan menjadi tonggak penting bagi kemajuan peternakan Indonesia. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa peternakan Indonesia mampu tumbuh, bersaing, dan menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional,” tegas Agung.
Lisa Rusli sebagai Project Directror PT Napindo Media Ashatama menyampaikan, Indo Livestock 2026 akan diselenggarakan pada 16-18 Juni 2026 di NICE PIK 2, Tangerang. Indo Livestock 2026 dihadiri 600 peserta yang berasal dari 30 negara. Tercatat tujuh paviliun negara yang akan hadir secara resmi diantaranya yaitu China, Kawasan Eropa, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam dan Indonesia. Capaian ini melebihi jumlah partisipasi peserta pameran pada 2024 lalu.
“Alhamdulillah, hingga saat ini target 600 peserta pameran telah terpenuhi. Kami optimistis target 20.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan dapat tercapai, bahkan melampaui capaian hampir 19.000 pengunjung dari 52 negara pada penyelenggaraan di 2024,” terang Lisa.
Indo Livestock 2026 juga mendapat dukungan dari Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Muhammad Munawaroh, yang menilai ajang pameran ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan tantangan global, mulai dari ancaman penyakit hewan lintas batas, resistensi antimikroba, perubahan iklim, hingga isu keamanan pangan. “Kami memandang bahwa Indo Livestock merupakan salah satu wadah strategis yang mempertemukan pemerintah, asosiasi, praktisi, organisasi profesi, industri, serta media dalam bersama-sama memperkuat subsektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan lainnya yang menjadi daya tarik Indo Livestock 2026 adalah hadirnya Indo Livestock Grand Championship (ILGC). Wakil Sekretaris, Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (DPP HPDKI), Nuryanto, mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan pertama kalinya kontes dan seni ketangkasan domba Garut yang akan digelar di dalam ruangan dengan menampilkan sentuhan budaya lokal pertunjukan silat dan alunan musik tradisional Sunda.
“Indo Livestock tahun ini betul-betul menghadirkan sesuatu yang berbeda, bukan hanya gambar, mesin, dan forum diskusi, tetapi ternaknya secara langsung hadir di sana. HPDKI akan membawa kurang lebih 600 ekor ternak ke NICE PIK 2 Tangerang selama 16–18 Juni 2026,” ucap Nuryanto.
Kementerian Pertanian mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bisa hadir dan berpartisipasi dalam Indo Livestock 2026. Pemerintah berharap, terselenggaranya event ini dapat menjadi ajang bertemunya stakeholder untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan subsektor peternakan Indonesia menuju industri yang modern dan berdaya saing global.fara




