Trobos banner 2026.May

Kementan Stabilkan Harga Ayam dan Telur dengan Kolaborasi Stakeholder

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementan mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga di sektor perunggasan dengan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L). Kolaborasi ini melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), BUMN bidang pangan, Kementerian Perdagangan, serta berbagai pemangku kepentingan subsektor peternakan dan pangan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Agung Suganda yang ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta pada (8/6) menyampaikan, stabilisasi harga di sektor perunggasan terus dikawal oleh pemerintah  dengan melakukan pengendalian produksi, afkir secara berkala, dan memperkuat penyerapan hasil ternak.

“Kami terus mendorong berbagai instrumen stabilisasi berjalan secara simultan. Pengendalian produksi sudah dilakukan, namun di sisi lain penyerapan produksi peternak juga harus diperkuat agar harga di tingkat peternak dapat segera membaik dan usaha peternakan tetap berkelanjutan,” ungkap Agung.

Ditegaskan oleh Agung, pemerintah telah mengambil langkah dalam menekan kelebihan pasok dengan pengaturan produksi ayam umur seharu (DOC) final stock serta koordinasi dengan pelaku usaha untuk menjaga pengendalian produksi. Selain itu, pemerintah juga melakukan distribusi silang  dengan melakukan subtitusi kelebihan hasil produksi ke daerah yang membutuhkan agar keseimbangan harga dapat terjaga.

Direktur utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD, Ghimoyo, menyampaikan bahwa pihaknya  turut mendukung langkah pemerintah dengan menyerap kelebihan pasok hasil ternak di sejumlah sentra produksi. “Kami mengusulkan fokus off take ayam bobot di atas dua kilogram yang saat ini melimpah di Sentra produksi. Ayam tersebut akan diserap, diproses, disimpan dalam fasilitas rantai dingin, kemudian  didistribusikan kemnavli untuk mendukung berbagai program pemerintah sehinhg surplus produksi dapat terserap dan harga peternak lebih stabil, “ ucap Ghimoyo.

Ditambahkan oleh Ghimoyo, penanganan bahan pangan berbasis protein hewani penting untuk dilakukan melalui penyediaan fasilitas cold storage, dukungan pendanaan, dan penguatan rantai dingin nasional. Hal ini guna menyerap kelebihan pasok hasil produksi di peternak dan menjaga ketersediaan pasokan saat permintaan meningkat.

“Dengan dukungan tersebut, surplus produksi peternak dapat terserap lebih cepat, harga menjadi lebih stabil, dan distribusi protein hewani kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono menjelaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan penyerapan hasil ternak yang optimal, salah satunya dengan mengusulkan bantuan pangan untuk komoditas daging ayam dan telur serta pemanfaatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Kementan menilai sinergi lintas kementerian/lembaga (K/L) ini menjadi kunci utama memastikan stabilisasi harga bagi peternak rakyat dan ketersediaan hasil produksi ternak sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.Fara

Tag:

Bagikan:

Trending

4f4d32db-0177-4de8-8256-e23d132bf56f
Kementan Stabilkan Harga Ayam dan Telur dengan Kolaborasi Stakeholder
d186cbfd-fec7-4f6f-84a9-c70e5c613f84
HPDKI & Kodam III/Siliwangi Gelar Festival Ternak Domba Garut
By Kementan
Optimalisasi Pakan Lokal Sapi Perah di Sulsel
093ee3c2-a66c-4e6e-9b5b-727b3138b977
Kementan Himbau Tingkatkan Konsumsi Susu Nasional pada HSN 2026
8551b709-c4c3-4575-ac18-78e3a31598f5
Kawal Stabilisasi Harga, Kementan Dorong MBG Perkuat Serapan Telur
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!