Cimahi (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kodam III/Siliwangi, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (DPD HPDKI) Jawa Barat bekerjasama dengan Kodam III/Siliwangi mengadakan Festival Ternak Domba Garut Piala Pangdam III/Siliwangi di Brigif 15/Kujang II, Jalan Kebun Rumput, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, jawa Barat pada (07/06).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi, jajaran Kodam III/Siliwangi, organisasi peternak, para Ketua DPC Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) kabupaten/kota se-Jawa Barat, peserta festival, serta tamu undangan lainnya. Acara berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para peternak serta pecinta domba garut dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Ketua DPD HPDKI Provinsi Jawa Barat Denny Mulyadi menuturkan bahwa acara ini bukan sekadar festival, melainkan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan para penggiat peternakan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi sesuai Tema ”Manunggal dengan Rakyat, Mengabdi untuk Indoesia Bersatu, Sejahtera dan Maju. “Festival ini adalah merupakan ajang prestasi dan budaya ternak,” jelasnya.

Ia memaparkan festival kali ini memperlombakan dengan 4 kategori yaitu Domba Garut Non Poel, Domba Garut Bobot Ekstrim, Domba Garut Favorit Kasep, Danten Geulis dengan diikuti kurang lebih sebanyak 159 peserta. “Tujuan utama kami adalah untuk terus memajukan sektor peternakan dan memperkuat akar budaya ternak lokal yang menjadi kebanggaan Jawa Barat dan tentu kesejahteraan Peternak. Melalui kegiatan ini, kita tunjukkan bahwa domba dan kambing bukan hanya komoditas ekonomi, tapi juga simbol semangat dan identitas masyarakat Jawa Barat,” ungkapnya.
Ditambahkan Yudi Guntara Noor, Ketua Umum DPP HPDKI bahwa dengan negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim, ternak domba kambing (Doka) tidak dapat dipisahkan karena merupakan untuk ketahanan pangan dan ketahanan ibadah. “Beberapa kegiatan peribadatan pasti ada hubungannya dengan domba kambing, seperti akikah yang memerlukan Doka, kurban dan terakhir tentang DAM Haji,” jelas Yudi.
Sambungnya, ternak Doka dapat menggiatkan kegiatan ekonomi pedesaan. Mungkin, jika Festival Ternak Domba Garut kali ini hanya diikuti 169 ekor domba saja, tetapi multiplayerefeknya terhadap desa-desa di Jawa Barat cukup besar, karena untuk menciptakan domba-domba yang berkualitas. “Dalam menciptakan domba – domba yang ikut festival ini tidak mudah, disebabkan domba hasil seleksi dari ratusan domba. Jadi yang kita konteskan dalam Festival Ternak Domba Garut Piala Pangdam III/Siliwangi merupakan domba-domba terbaik,” terangnya.
Sementara, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, menegaskan bahwa Festival Ternak Domba Garut bukan sekadar ajang perlombaan dan pameran ternak, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan domba garut sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, dan ekonomi tinggi bagi masyarakat Jawa Barat. “Domba garut bukan hanya kebanggaan masyarakat Sunda, tetapi juga aset daerah yang memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi,” ujar Mayjen TNI Kosasih.
Menurutnya, keberadaan domba garut telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa Barat yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Selain memiliki nilai budaya, komoditas tersebut juga berpotensi besar mendukung peningkatan pendapatan masyarakat dan penguatan ekonomi sektor peternakan.
“Festival ini memiliki makna penting dalam membangun silaturahmi antarpeternak, meningkatkan kualitas bibit dan manajemen peternakan, serta memperluas jaringan kemitraan yang dapat mendukung kemajuan sektor peternakan di masa depan,” tutur Kosasih. ramdan





