Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Empat asosiasi perunggasan nasional, yaitu PINSAR, PPUN, GOPAN, dan PERMINDO, bersama perwakilan peternak dari wilayah Bogor Raya dan Banten, menyatakan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas harga livebird (ayam hidup) melalui pelaksanaan penjualan sesuai harga acuan Posko yang telah disepakati.
Dalam press release yang diterima TROBOS Livestock, komitmen tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang digelar di Bogor pada Rabu (17/6/2026), sebagai respons terhadap kondisi pasar yang masih memerlukan penguatan disiplin penjualan dan kebersamaan antar pelaku usaha perunggasan. Dalam rapat tersebut, seluruh peserta berkomitmen penerapan harga penjualan livebird berdasarkan waktu transaksi sebagai berikut: ukuran ayam (Uk) 0, 8 – 1,0 kg seharga Rp 22.000/kg, Uk 1,0 – 1,2 kg seharga Rp 21.000/kg, Uk 1,2 – 1,4 kg seharga Rp 20.500/kg, Uk 1,4 – 1 ,6.kg seharga Rp 20.000/kg dan Uk 1, 6 – up seharga Rp 19.500/kg.
Perwakilan asosiasi menegaskan bahwa keberhasilan perbaikan harga tidak hanya ditentukan oleh komitmen di atas kertas, tetapi juga oleh konsistensi seluruh pelaku usaha dalam menjalankannya di lapangan. “Koordinasi, konsolidasi, dan kolaborasi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Komitmen ini menjadi bukti bahwa peternak dan asosiasi siap bergerak bersama untuk menjaga keberlangsungan usaha perunggasan nasional,” demikian disampaikan dalam forum rapat. Para peserta juga mengingatkan bahwa kondisi harga yang sehat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat yang selama beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan akibat tingginya biaya produksi dan fluktuasi pasar.
Melalui komitmen ini, empat asosiasi bersama peternak Bogor Raya dan Banten mengajak seluruh pelaku usaha perunggasan di berbagai daerah untuk menjaga solidaritas, disiplin penjualan, dan komitmen terhadap harga yang telah disepakati, sehingga perbaikan harga dapat dirasakan secara merata oleh peternak.”Komit, kompak, dan konsisten. Hanya dengan kebersamaan, harga yang sehat dan usaha perunggasan yang berkelanjutan dapat terwujud”.
Empat asosiasi, yakni PINSAR, PPUN, GOPAN, dan PERMINDO, pada prinsipnya tetap mengedepankan dialog, koordinasi, dan penyelesaian bersama dengan seluruh pemangku kepentingan. Namun asosiasi juga perlu menyampaikan bahwa semakin beratnya tekanan yang dihadapi peternak rakyat menyebabkan ruang untuk menahan desakan di tingkat akar rumput menjadi semakin terbatas apabila tidak segera terdapat solusi konkret terhadap persoalan harga yang terjadi. Oleh karena itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang cepat, terukur, dan berpihak pada keberlangsungan usaha peternak rakyat sebagai tulang punggung perunggasan nasional.ramdan





