Makassar (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) berupaya mewujudkan kemandirian bibit unggas lokal sebagai langkah mendukung ketahanan pangan nasional dengan memperkuat pengembangan Ayam Lokal Pedaging Unggul (ALOPE) UNHAS-1.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), melalui Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, mengajak seluruh stakeholder untuk berpartisipasi memperkuat ekosistem pengembangan genetik unggas lokal yang berkelanjutan guna mewujudkan ketahanan pangan berbasis unggas lokal.
Dalam kesempatan acara Forum Group Discussion(FGD) yang berlangsung pada Jumat (17/7) di Makassar, Jamaluddin Jompa selaku Rektor Universitas Hasanuddin, menegaskan bahwa ALOPE UNHAS-1 merupakan kontribusi nyata dari Unhas dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional berbasis unggas lokal. Lebih lanjut, Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dalam mendukung pengembangan genetik unggas lokal ini melalui kolaborasi dengan Kementan, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan peternak.
“ALOPE UNHAS-1 merupakan hasil inovasi dan riset anak bangsa yang kami harapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Universitas Hasanuddin berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi ini bersama Kementerian Pertanian, dunia usaha, dan para peternak sehingga ayam lokal unggul dapat menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ucap Jamaluddin.
Hary Suhada menyampaikan, melalui Keputusan Menteri Nomor 838/Kpts/HK.150/M/09/2025, ALOPE UNHAS-1 resmi dilepas sebagai galur ayam lokal pedaging unggul. Pertumbuhan bobot ALOPE UNHAS-1 mencapai 1 kilogram saat usia 60 hari. Ke depan, Kementerian Pertanian terus mendukung penguatan ekosistem usaha ALOPE UNHAS-1 dari hulu hingga hilir.
“Pengembangan ALOPE UNHAS-1 merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kemandirian bibit unggas lokal. Kementerian Pertanian akan terus mengawal pengembangannya melalui penguatan sistem pembibitan, penerapan standar mutu, kemitraan dengan berbagai pihak, hingga hilirisasi. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis ALOPE UNHAS-1 dapat menjadi salah satu pengungkit peningkatan produksi ayam lokal nasional sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi peternak,” ujar Hary.
Dengan adanya FGD ini, Unhas bersama para stakeholder terus berupaya melakukan pengembangan pada ALOPE UNHAS-1 secara keseluruhan, mulai dari produksi bibit, penerapan teknologi budidaya, model kemitraan, hilirisasi, hingga strategi pemasaran. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, hingga peternak diharapkan menjadi akselerasi terciptanya bibit ayam lokal di Indonesia.fara




