Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dokter Hewan Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet. melakukan pertemuanstrategis bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di Gedung B.J. Habibie, komplek kantor pusat BRIN di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Pertemuan tersebut membahas masa depan profesi dokter hewan Indonesia dalam menghadapi tantangan global, khususnyaterkait One Health, ketahanan pangan (food security), perkembangan teknologi, serta kebutuhan adaptasi pendidikandokter hewan terhadap perubahan zaman.
Dalam diskusi tersebut, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. menyampaikan apresiasi terhadap dokter hewan yang terusberupaya memberikan kontribusi dalam isu-isu strategisnasional, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan yang terintegrasi.
Menurutnya, tantangan masa depan membutuhkan kolaborasilintas disiplin, terutama dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Semua hal tersebut perlu dikolaborasikan denganisu teknologi, di mana sekarang artificial intelligence (AI) dan robotik medis sudah mulai berkembang. “Kini saatnyabagaimana dokter hewan mampu merespons isu-isu tersebutsehingga kurikulum pendidikan dapat diformulasikan untukmenjawab tantangan tersebut,” lanjutnya.
Prof. Arif menekankan bahwa profesi dokter hewan ke depanharus memiliki kompetensi yang kuat, terbuka terhadapkolaborasi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi. isu ONE HEALTH yang telahmenjadi pusat perbicangan dan melibatkan kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan harus menjadi perhatian serius.
Dokter Hewan dan Era Baru Inovasi Teknologi
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PDHI Jawa Timur, Drh. Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet., menyampaikan bahwaprofesi dokter hewan memiliki peluang besar untuk mengambilperan strategis dalam pembangunan nasional melalui pendekatanilmu pengetahuan dan inovasi.
Sebagai dokter hewan dengan kepakaran di bidang genomik, Drh. Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet. melihat bahwaperkembangan teknologi dapat menjadi salah satu instrumenpenting dalam memperkuat sektor kesehatan hewan, peternakan, konservasi, dan ketahanan pangan.
Pemanfaatan teknologi genomik, kecerdasan buatan, dan pendekatan berbasis data dapat membuka peluang baru dalam, peningkatan produktivitas ternak, pengendalian penyakit hewan, pengembangan kesehatan hewan presisi, konservasikeanekaragaman hayati, serta pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan.
Kedua tokoh ini bersepakat untuk bersama membangunkolaborasi strategis dalam mengusung isu One Health kedepam.bella
Satu Profesi
Beragam Kontribusi Pengabdian
Satu Tujuan
PDHI sebagai rumah besar ragam profesi dokter hewan indonesia




