Serpong (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) sukses menggelar Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional (KIVNAS) XXI selama dua hari dari Jumat hingga Sabtu (14-15/8) di Grand Serong Hotel Tangerang Selatan, Banten. Pada hari pertama, acara dibuka oleh Ketua Umum PDHI, Muhammad Munawaroh dan dibuka oleh Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Ditjen PKH Kementan), Hendra Wibawa.
Pada hari kedua, acara dibuka oleh seminar dari Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan (ASOHI), Harris Priyadi. “Industri obat hewan secara umum dibagi menjadi tiga, yakni penyediaan, peredaran dan penggunaan. Kita sebagai dokter hewan terlibat semuanya terutama sebagai PJTOH (Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan),” sebut dia.
Menurutnya, PJTOH menjadi isu yang tiba-tiba menjadi perhatian karena peredaran itu termasuk dalam scope industri obat hewan, yakni ada apotek veteriner, pet shop yang memiliki instalasi farmasi, rumah sakit hewan dan klinik hewan. Akhirnya terpikir oleh pemerintah, bahwa dokter hewan itu akan dimintai PJTOH. Hal ini karena berkaitan dengan obat keras dan obat bebas terbatas.

Milenial & Gen-Z Penggerak Revolusi Pet Care
Pada sesi selanjutanya, Veterinary Practice di Thailand sekaligus Founder dari Thai Pony Foundation, Siraya Chunekamrai, mempresentasikan materi berjudul “The New Veterinary Compass: Navigating the Future with a Next-Generation Workforce and Clientele”. Topik ini menjadi penting karena angkatan kerja baru saat ini lebih dari 50 % berusia di bawah 50 tahun.
“Generasi milenial dan Gen Z menjadi kelompok yang dominan. Tren ini semakin cepat berkembang di Asia maupun di seluruh dunia, karena generasi milenial sekarang merupakan kelompok terbesar dalam angkatan kerja, hal ini menunjukkan adanya perubahan dalam nilai-nilai kita, cara kita bekerja, dan bagaimana kita menyeimbangkan kehidupan dengan pekerjaan,” ungkap Siraya.
Selain itu, lanjutnya, kaitannya dengan hewan peliharaan (pet) adalah pasar perawatan hewan peliharaan (pet care) berkembang dengan sangat pesat. Pemilik hewan peliharaan di Asia cenderung lebih muda, lebih banyak tinggal di perkotaan, dan lebih melek digital. Di Indonesia sendiri, pasar pet care merupakan salah satu pasar yang pertumbuhannya paling cepat. Generasi milenial dan Gen Z adalah konsumen utama dan menjadi penggerak utama ekonomi secara keseluruhan.
Menurut Siraya, lebih dari 50 % pemilik hewan peliharaan lahir setelah tahun 1990. Oleh karena itu, mereka merupakan kelompok terbesar sekaligus kelompok dengan tingkat pengeluaran yang tinggi seperti yang kita lihat sekarang. “Jadi, kita melihat adanya perubahan ini. Ini bukan hanya tren yang terjadi di negara-negara Barat. Di Shanghai, Bangkok, Surabaya, Jakarta, dan di berbagai tempat lainnya, kita melihat generasi muda menjadi penggerak revolusi dalam industri perawatan hewan peliharaan (pet care),” jelas dia.bella




