Bogor (TROBOSLIVESTOCK). Dalam rangka meningkatkan kinerja layanan sesuai dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Bogor, Jawa Barat menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula Ongole Balai Embrio Ternak, Komplek Balai Embrio Ternak, Kp. Pasir Pogor, Ds. Cipelang, Kec. Cijeruk Kab. Bogor, Jawa Barat pada (13/10). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid yang diikuti oleh stakeholder peternakan dan kesehatan hewan.
Deasy Zamanti, Kepala Balai Embrio Ternak, Cipelang menuturkan Forum Konsultasi Publik (FKP) diselenggarakan sebagai wadah komunikasi dan dialog antara penyelenggara pelayanan dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mengevaluasi serta meningkatkan kualitas pelayanan agar senantiasa sesuai dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui pelaksanaan FKP, BET Cipelang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Masukan, saran, dan aspirasi dari para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan yang diselenggarakan semakin responsif, efektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan terkini,” terangnya.

Ia mengharapkan melalui komunikasi dan sinergi yang terjalin dalam FKP, berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam penyempurnaan pelayanan. Dengan demikian, pelayanan publik dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat.
Perempuan yang akrab disapa Deasy ini mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, para peserta diundang untuk membahas berbagai aspek pelayanan, termasuk poin-poin yang memerlukan evaluasi serta kemungkinan penyesuaian terhadap standar maupun mekanisme pelayanan yang berlaku. Pembahasan ini diharapkan dapat menghasilkan masukan yang konstruktif sebagai dasar perbaikan pelayanan ke depan. “Forum ini juga menjadi kesempatan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pemangku kepentingan, khususnya di bidang peternakan dan kesehatan hewan, serta masyarakat luas pada umumnya,”jelasnya.
Salah satu narasumber Sri Wahyuni Siswanti, Katimker informasi dan distribusi BET Cipelang menjelaskan bahwa ada tiga layanan utama yang saat ini BET Cipelang miliki, yaitu pertama penjualan embrio, baik berbayar maupun gratis. Kedua, penjualan ternak bibit dan terakhir produksi dan transfer embrio, baik berbayar maupun gratis,” pungkasnya.
Fahrudin Darlian, Koordinator Permagangan BET Cipelang, mengemukakan layanan magang yang diadakan di BET Cipelang. Biasanya layanan pemagangan diperuntukkan bagi mahasiswa, siswa SMA/SMK atau sederajat, serta masyarakat yang ingin melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL), praktik kerja industri (Prakerin), dan kegiatan pemagangan lainnya. Pemohon wajib melampirkan KTP sebagai identitas diri.
Jangka waktu pelayanan disesuaikan dengan kebutuhan permohonan. Unit ini menyediakan jasa pemagangan, bukan layanan pelatihan atau penelitian. “Pemohon diharapkan memahami persyaratan, durasi, dan tarif yang berlaku agar proses pengajuan pemagangan berjalan lancar,” tutupnya. ramdan




