Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemui perwakilan peternak pada Jumat (9/10) di Jakarta, guna menindaklanjuti berbagai keluhan khususnya persoalan biaya pakan. Tingginya harga pakan ayam petelur ini telah disampaikan para peternak pada aksi unjuk rasa ke DPR.
Amran Sulaiman menanggapi persoalan tersebut dengan menyiapkan skema penyerapan jagung dengan harga yang lebih terjangkau, sebagai upaya membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan.
Saya mau pakan ini ada sistem. Bapak yang serap, Bulog yang bayar,” tegas Amran.
Lebih lanjut, Mentan Amran mempertegas bahwa pemerintah akan memastikan petani mendapatkan harga jagung yang layak saat musim panen raya tiba, dan di sisi lain peternak juga dapat memperoleh jagung dengan harga terjangkau untuk mendukung kebutuhan pakan ayam. Pentingnya menjaga keseimbangan antara petani dan peternak,
“Jangan sampai peternak rugi. Kalau rugi peternak, negara juga ikut rugi,” ujarnya.
Penyerapan jagung dilakukan ketika produksi melimpah dan harga relatif murah. Jagung yang telah dibeli kemudian disimpan melalui koperasi untuk digunakan saat peternak membutuhkan pasokan, termasuk ketika harga di pasar meningkat.
Dalam skema ini, peternak berperan menyerap jagung saat panen raya, sedangkan Bulog menyediakan pembiayaan dan koperasi menjadi tempat penyimpanan stok. Dengan mekanisme usulan ini, hasil panen petani dapat terserap dan peternak memiliki akses terhadap bahan baku pakan dengan pasokan yang lebih terjamin.
Mentan meminta Bulog untuk menghitung kembali kebutuhan anggaran mekanisme penyerapan ini sebagai solusi terbaik untuk menekan kerugian di tingkat peternak, “Ini sudah solusi terbaik untuk bantu peternak supaya untung,” kata Mentan Amran.
Dijelaskan Mentan Amran, sebanyak 40 ribu ton jagung akan masuk dalam skema yang telat dibahas. Diluar angka ini, pemerintah tetap melakukan penyerapan jagung dengan mempertimbangkan ketersediaan dan kemampuan negara.
Kasmani, perwakilan peternak dari Lampung mengeluhkan kesulitan memperoleh jagung yang sesuai dengan kebutuhan usaha, meskipun di Lampung Selatan merupakan sentra produksi jagung. Ia menyampaikan tingginya harga jagung yang di beli dari petani atau pengepul mencapai Rp. 8.400 per kilogram.
Selain harga, kualitas jagung juga menjadi tantangan dalam penyerapan jagung, ialah kadar air. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), kandungan air pada jagung berkisar 16-17 persen, sedangkan BULOG menetapkan standar kadar air pada Jagung yang Akan diserap yaitu 14 persen.
Menanggapi tantangan yang ada, Mentan Amran menyarankan fasilitas pendukung penyimpanan dan pengeringan terutama di wilayah potensi produksi jagung seperti NTB dan Gorontalo, agar jagung dari Sentra produksi sesuai standar dan dapat diserap oleh Bulog. Ia menyampaikan bahwa pemerintah memberi dukungan memperkuat infrastruktur pergudangan Bulog dengan memberikan anggaran Rp. 5 triliun.
“Presiden sudah tetapkan anggaran Rp5 triliun untuk gudang paket Bulog. Lengkapi dengan dryer,” ujar Amran.
Melalui skema penyerapan saat panen raya, pembiayaan oleh Bulog, penyimpanan melalui koperasi, serta penguatan fasilitas pengeringan dan pergudangan, pemerintah mendorong sistem pasokan jagung pakan yang lebih berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh harga yang layak, meringankan beban biaya pakan peternak, dan menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional.fara





