Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Peternak kambing saat ini tengah menghadapi tekanan usaha akibat harga jual yang tak kunjung membaik. Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan keberpihakan pemerintah kepada peternak kambing. Dalam dialog bersama petani dan peternak di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta pada Selasa (27/10), Amran langsung merespons keluhan yang disampaikan peserta.
Salah satu peternak kambing yang hadir, Tegar, mengungkapkan bahwa harga jual ternaknya tidak mengalami kenaikan selama tiga tahun, sementara biaya pakan terus meningkat. Kondisi itu dinilai semakin membebani peternak dalam mempertahankan usahanya. “Harga tidak pernah naik,” keluhnya.
Mendengar keluhan tersebut, Amran menggarisbawahi bahwa selama kebutuhan pasar masih dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, pemerintah harus mengutamakan hasil usaha peternak Indonesia. Ia memastikan pihaknya telah menutup pintu impor kambing dan domba. “Satu kilogram pun tidak boleh masuk kambing di Indonesia. Itu perintah!” tegasnya.
Ia pun meminta pejabat terkait mengawasi pelaksanaan aturan tersebut. Selain menyoroti impor kambing dan domba, Amran turut meminta satuan tugas terkait memeriksa kemungkinan impor bahan baku konsentrat untuk pakan ternak. Menurutnya, persoalan biaya produksi perlu mendapat perhatian karena kenaikan harga pakan dapat semakin mempersempit ruang usaha peternak.
Amran menegaskan, perlindungan terhadap peternak tidak boleh berhenti pada penyampaian aspirasi dalam forum pertemuan. Ia meminta jajaran teknis dan pihak terkait menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan melalui langkah nyata sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah, katanya, harus hadir untuk membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan. “Kami tidak akan biarkan kalian sendiri,” tegas dia.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menggelar rapat terbatas untuk membahas langkah perlindungan bagi peternak Indonesia. Ia mengimbau seluruh jajaran tidak mengabaikan kesulitan yang dialami peternak, terutama ketika mereka harus menghadapi tekanan harga jual dan biaya produksi secara bersamaan.
“Tidak boleh main-main, kami sudah ratas kemarin, kami minta kita bela peternak Indonesia, kita bela tidak boleh dibiarkan jalan sendiri,” tutur Amran.
Responsnya terhadap keluhan tersebut mendapat apresiasi dari kalangan petani dan peternak yang hadir. Amran juga menegaskan bahwa orientasi kebijakan pemerintah harus berpihak pada kesejahteraan masyarakat, termasuk peternak yang menggantungkan penghidupan dari usaha ternak.bella





