Jampang Tengah (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kondisisaat ini yang terjadi pada kemitraan pelaku usaha peternakan ayam lokal IPB diantaranya ketergantungan pada pakan komersial, karena biaya pakan tinggi (±70% biaya produksi).Lalu populasi ayam IPB terbatas, belum mampu memenuhi permintaan pasar. Pemanfaatan limbah (kotoran ayam) belum optimal. Sehingga nilai tambah usaha dan pendapatan kelompok belum optimal. Oleh itu, harus ada upaya untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Hal tersebut diungkapkan Prof Cece Sumantri, Ketua Pelaksana Kegiatan Program Agro-Circular Farming: Integrasi Ayam IPB, lebah Trigona, dan Tanaman Berbungadalam acara Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Program “Penerapan Agro-Circular Farming melalui Integrasi Inovatif Ayam IPB dan Lebah Trigona dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan pada Kelompok Tani Sinar Harapan” di Sekretariat Kelompok Tani Sinar Harapan, Kp. Cirambutan, RT 009/RW 002, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada (30/10).
Kegiatan yang dilakukan secara hybrid ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didanai oleh BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Prof Cece menuturkan program pengabdian kepada masyarakat berjudul “Penerapan Agro-Circular Farmingmelalui Integrasi Inovatif Ayam IPB dan Lebah Trigona dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan pada Kelompok Tani Sinar Harapan” dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan dan mendorong penerapan sistem usaha tani terintegrasi kepada mitra sasaran. “Kegiatan ini mengangkat integrasi Ayam IPB dan lebah Trigona, serta tanaman berbunga sebagai bagian dari pendekatan Agro-Circular Farming,” ungkapnya.
Sambung Prof Cece dalam pemaparannya bahwa Desa Panumbangan memiliki potensi pertanian, peternakan, dan tanaman berbunga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kelompok Tani Sinar Harapan memelihara ayam IPB skala kecil dengan berbagai keterbatasan dalam pakan, limbah, dan integrasi usaha. Sehingga, dibutuhkan sistem pertanian agro-sirkular untuk mengintegrasikan ayam IPB, lebah. Trigona, dan tanaman berbunga dalam satu sistem produksi yang produktif, efisien. berkelanjutan. Selain itu, memanfaatkan limbah menjadi sumber daya.
Ali Mustofa Ketua Kelompok Tani SInar Harapan Farm menyebutkan Program penerapan pertanian berbasis agro sirkular di Sinar Harapan Farm diharapkan menjadi langkah awal yang dapat menginspirasi dan dicontoh oleh kelompok tani lainnya di wilayah Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.
Meski saat ini penerapannya masih dalam tahap percontohan di Sinar Harapan Farm, program ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. Konsep agro sirkular yang mengintegrasikan kegiatan peternakan ayam, budidaya tanaman, dan pemeliharaan lebah trigona dinilai cocok diterapkan, khususnya pada pekarangan rumah yang memiliki lahan cukup luas.
Melalui konsep tersebut, berbagai kegiatan usaha dapat saling mendukung dan memberikan manfaat secara berkelanjutan. Kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik untuk tanaman, sementara pemeliharaan lebah trigona memberikan nilai tambah melalui produksi madu. Dengan demikian, limbah dari satu kegiatan dapat menjadi sumber manfaat bagi kegiatan lainnya.
“Program penerapan agro sirkular ini menjadi satu awalan yang dapat dicontoh oleh kelompok tani lain yang berada di Jampang Tengah. Walaupun saat ini untuk percontohan masih di Sinar Harapan Farm, mudah-mudahan ini bisa dikembangkan terus. Kegiatan ini sangat bagus untuk diterapkan, apalagi bagi masyarakat yang memiliki pekarangan rumah luas dan ingin memelihara ayam sekaligus membudidayakan tanaman. Belum lagi manfaat dari limbah kotoran ayam untuk pupuk serta nilai tambah dari pemeliharaan lebah trigona yang menghasilkan madu,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Jampang Tengah, sekaligus menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Sukabumi untuk mengembangkan pola usaha pertanian yang lebih produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan. “Jadi, semuanya saling menguntungkan. Mudah-mudahan program ini membawa dampak baik bagi masyarakat Jampang Tengah dan umumnya bagi kelompok tani di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong penyebaran ayam IPB lebih luas lagi,” harapnya.
Supita perwakilan dari Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi mengapresiasi sebesar besar dengan inovasi seperti ini. Saat ini, ia kemukakan pemeliharaan ternak di masyarakat Kabupaten Sukabumi umumnya masih bersifat tradisional“Dengan program Agro-Circular Farming ini diharapkan menjadi model yang bisa diaplikasikan kepada seluruh kelompok ternak atau pelaku usaha peternakan. Diakui belum ada integrasi yang seperti program ini, padahal potensi usaha peternakan cukup besar di wilayah kabupaten Sukabumi ini.
Ditambahkan Kepala Desa Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Agus Jayadi Ramli menuturkan pemberdayaan masyarakat melalui program terkait lingkungan cukup baik. “Mudah mudahan IPB University konsisten melalui Sinar Harapan Farm untuk membantu memberdayakan masyarakat Jampang Tengah terus berlanjut,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut narasumber Tera Fit Rayani, S.Pt., M.Si. memberikan pemaparan tentang Penerapan teknologi dan manajemen produksi terintegrasi: pakan lokal, pupuk organik, kesehatan dan seleksi Ayam IPB, serta pengelolaan lebah Trigona. Serta Prof. Dr. Alla Asmara, S.Pt., M.Si. yang menerangkan penguatan aspek ekonomi dan pemasaran: analisis biaya produksi, nilai tambah, branding,pemasaran digital, dan perluasan pasar produk Ayam IPB dan Trigona. ramdan





