Malang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Usaha akikahmenghubungkan peternakan dengan pengolahan pangan dan pelayanan keluarga. Untuk mengembangkan usaha ini, pelaku bisnis perlu terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan cara konsumen mencari informasi dan memilih penyedia akikah.
Semangat tersebut menjadi fokus Meet Up Nasional Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia (Aspaqin) 2026 yang berlangsung pada 2–3 November 2026 di Jambuluwuk Hotel & Resort, Kota Batu, Jawa Timur. “Mengangkat tema “Transformasi Bisnis Aqiqah di Era Digital: Kolaborasi, Inovasi, dan Ekspansi”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi pengusaha aqiqah untuk memperluas wawasan dan mengembangkan jejaring usaha,” ujar Luthfi Khotib Fathul Haq Ketua Panitia Meet Up Nasional Aspaqin 2026 dalam sambutannya.
Selama dua hari, peserta akan mengikuti pembelajaran bersama empat business coach, yakni Armala, Ridwan Abadi, Fitra Jaya Saleh, dan Dian Multi Wicaksono. Materi yang diangkat mencakup strategi branding aqiqah, pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dan otomasi bisnis, serta praktik pembuatan konten. “Pembahasan tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku usaha akikah dalam membangun kepercayaan pelanggan, mengelola pekerjaan secara lebih efisien, dan menyampaikan keunggulan layanan melalui media digital. Peserta diharapkan dapat membawa pulang gagasan yang bisa diterapkan sesuai kondisi usahanya masing-masing,” paparnya.
Selain sesi pembelajaran, ia tuturkan kegiatan ini menyediakan kesempatan untuk networking dan business matching. “Pertemuan antarpelaku usaha dari berbagai daerah diharapkan membuka peluang kerja sama, pertukaran pengalaman, serta penguatan hubungan usaha dalam rantai bisnis akikah,” tuturnya.
Ditambahkan Adan Subkhar, Gubernur Aspaqin Jawa Timur bahwa bagi sektor peternakan, perkembangan usahaakikah juga berkaitan dengan kebutuhan pasokan kambing dan domba yang sehat, berkualitas, serta berkesinambungan. Karena itu, penguatan usaha di sisi layanan akikah dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih baik antara peternak, pemasok, pengolah, dan konsumen.
“Panitia menyediakan pilihan keikutsertaan secara langsung, paket peserta lokal tanpa menginap, serta akses daring melalui format hybrid. Dengan pilihan tersebut, pelaku usaha yang belum dapat datang ke Batu tetap memiliki kesempatan mengikuti pembelajaran,” terangnya.
Yadi Suherlan, Presiden Aspaqin menuturkan di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan, antusiasme anggota dalam mengikuti Meet Up Aspaqin 2026 tetap menunjukkan semangat yang luar biasa. Hal ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan optimisme para pelaku usaha akikah di Indonesia masih sangat kuat.
Lanjutnya, salah satu pesan utama yang mengemuka dalam pertemuan kali ini adalah pentingnya bagi para pelaku usaha akikah untuk mengutamakan strategi bertahan sebelum melakukan ekspansi atau pengembangan usaha. Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, pengusaha diharapkan mampu menjaga keberlangsungan bisnis dan sebisa mungkin tidak mengambil langkah pengurangan karyawan. Sebab, peluang bisnis akikah di Indonesia masih sangat besar.
Oleh karena itu, para pelaku usaha perlu terus berinovasi, terutama dalam menghadirkan produk yang berkualitas, higienis, layak dikonsumsi, serta mampu memenuhi ekspektasi dan kebutuhan pelanggan. “Melalui Meet UpAspaqin 2026, diharapkan seluruh anggota semakin solid, mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi, terus berinovasi, serta membangun bisnis aqiqah yang berkualitas, profesional, dan berkelanjutan,” harapnya.
Hardiansyah Ismail, salah satu Pendiri Aspaqinmenyebutkan Meet Up Aspaqin 2026 dihadiri oleh perwakilan dari 19 provinsi dengan jumlah peserta yang berasal dari kurang lebih 130 lembaga aqiqah. Para peserta diharapkan mendapatkan banyak manfaat, khususnya wawasan, pengetahuan, dan strategi mengenai bagaimana mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis akikahagar dapat diimplementasikan di lembaga masing-masing. “Selain menjadi ruang berbagi ilmu dan pengalaman, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antaranggota Aspaqin dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Riau, Batam, Kalimantan, Sulawesi, hingga berbagai daerah lainnya,” terangnya.
Kolaborasi
Ateng Sutisna, Ketua Umum Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) dalam sambutannya mengutarakan Meet Up yang dihadiri para pelaku usaha aqiqah dari berbagai daerah menjadi salah satu upaya strategis untuk merumuskan langkah-langkah ke depan dalam mengembangkan industri usaha aqiqah, khususnya yang berkaitan dengan sektor domba dan kambing (Doka).
Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wadah bagi para pemangku kepentingan (stakeholder) bisnis domba dan kambing untuk saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta merumuskan strategi pengembangan usaha ke depan.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi antara HPDKI dengan Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia (Aspaqin). Sebagai mitra strategis, HPDKI dan Aspaqin memiliki kepentingan yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem usaha domba dan kambing yang berkelanjutan. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbangun hubungan yang lebih dekat, terbuka, serta memberikan manfaat nyata bagi anggota kedua organisasi,” jabarnya.
Menurut Ateng, dalam sektor peternakan, keberadaan pasar yang berkelanjutan menjadi kebutuhan penting agar usaha peternakan dapat terus berkembang. Di sisilain, pengusaha aqiqah membutuhkan pasokan ternak yang sehat, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, sinergi antara peternak dan pengusaha aqiqah perlu terus diperkuat. Kolaborasi yang baik diharapkan mampu meningkatkan daya serap pasar terhadap produk peternakan, memperkuat rantai pasok, sekaligus menciptakan peluang keuntungan yang optimal bagi para pelaku usaha.
“Diharapkan, melalui kegiatan meet up ini lahir gagasan dan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan daya beli, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan usaha aqiqah dan peternakan domba kambing. Jika pelaku usaha aqiqah terus berkembang, peternak pasti sejahtera,” imbuhnya. ramdan





