Malang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Guna memperkuat daya saing perunggasan dan meningkatkan nilai tambah bagi peternak, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Jawa Timur (Jatim). Adapun program ini diarahkan untuk membangun ekosistem usaha yang menghubungkan penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran secara terintegrasi.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Hilirisasi Ayam Terintegrasi dan Good Farming Practices (GFP) Ayam Ras di Kabupaten Malang, pada Jumat (11/9). Kegiatan ini dilakukan secara hybrid dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, PT Berdikari (Persero), peternak, penyuluh, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan perunggasan.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Hary Suhada, menegaskan bahwa hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan keterhubungan antara produksi peternak dengan pengolahan dan pasar. “Hilirisasi ayam terintegrasi harus membangun rantai usaha yang saling terhubung, sehingga peningkatan produksi berjalan seiring dengan kepastian pasar, efisiensi usaha, dan peningkatan nilai tambah bagi peternak,” ujar Hary.
Menurut Hary, implementasi HAT perlu disesuaikan dengan potensi wilayah, kondisi peternak, kelembagaan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kepastian penyerapan hasil. Karena itu, Kementan mendorong sinergi pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha dan peternak untuk membangun model bisnis yang operasional dan berkelanjutan, dengan peternak menjadi bagian penting dalam rantai nilai.

Kegiatan Bimtek juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem HAT. Peternak dan penyuluh dapat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai arah pengembangan usaha, sementara pemerintah daerah dan mitra usaha dapat menyelaraskan dukungan yang diperlukan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan HAT melalui penguatan kapasitas peternak. “Kami berharap hilirisasi dapat memperkuat keterhubungan antara sentra produksi, peternak, pengolahan, dan pasar sehingga usaha perunggasan di daerah semakin efisien dan berkelanjutan,” terang dia.
Melalui Bimtek, Kementan mendorong agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Penyuluh juga diharapkan dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada peternak lainnya, sehingga dampak penguatan kapasitas dapat semakin luas.
Dengan penguatan tersebut, HAT diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan produksi ayam, tetapi juga membangun usaha peternakan yang lebih efisien, terhubung dengan pasar, dan memberikan nilai tambah bagi peternak.bella




