Trobos banner 2026.May

CENTRAS Kembangkan Model Bisnis Maggot Inti-Plasma

Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dalam rangka pelaksanaan Program SINERGI 2026, Center for Tropical Animal Studies (CENTRAS), Lembaga Riset Internasional bidang Pangan, Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI PGKH) IPB University melaksanakan kegiatan Sosialisasi Model Bisnis Maggot, Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK), dan Peminjaman Mesin Pengering Maggot. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (14/09) di Kantor CENTRAS, IPB Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program dalam rangka pengembangan model usaha maggot, penguatan kapasitas mitra, serta penerapan teknologi pengolahan maggot untuk mendukung pengembangan produk dan keberlanjutan usaha.

Prof Nahrowi, Kepala CENTRAS, mengatakan pertemuan ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan yang menyebabkan bisnis budidaya maggot belum berjalan secara optimal, kemudian merancang model bisnis yang layak, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi seluruh stakeholder.

Model yang akan dikembangkan, dituturkan Pro Nahrowi yaitu adalah kemitraan inti–plasma, dengan jaminan Inti/offtakerbertanggung jawab membeli produk yang dihasilkan oleh plasma.Lalu, produk yang dibeli tidak lagi dalam bentuk segar, tetapi dalam bentuk maggot kering atau tepung maggot. Karena sebelumnya, offtaker membeli maggot dalam kondisi segar. Namun, model tersebut menjadi bottle neck karena maggot segar diantaranya adalah tidak tahan lama, mudah mengalami pembusukan,menimbulkan bau, membutuhkan penanganan dan distribusi yang lebih cepat. “Maka itu inti memberikan peminjaman mesin pengering,” ungkapnya. Solusi: Pengeringan Maggot

3db7a8a5 a0f7 4ca0 837a cce2d522c95f scaled

Selain itu, sambungnya salah satu fokus utama pertemuan adalah membahas mekanisme pengeringan maggot di tingkat plasma. Selain, offtaker menyediakan atau meminjamkan mesin/peralatan pengering kepada plasma. Plasma melakukan proses pengeringan maggot sebelum produk diserahkan kepada offtaker.Plasma menyerahkan maggot dalam kondisi kering, sehingga produk akan memiliki daya simpan lebih panjang, lebih mudah disimpan dan ditransportasikan,tidak mudah menimbulkan bau serta lebih mudah dikonsolidasikan oleh offtaker,” jelas Prof Nahrowi.

Dia menambahkan offtaker kemudian membeli dan menampung hasil produksi plasma sesuai mekanisme dan standar mutu yang disepakati. Pada tahap awal terdapat 5 mitra perusahaan plasma yaitu, Mari Magot Solusi (MMS) yang berlokasi di Jakarta Utara, Agroma Indonesia yang berlokasi di Tenjolaya, Kabupaten Bogor, IPB University dan Plasma Maggot Bintaro serta perusahaan maggot di Depok, Jawa Barat. Sedangkan untuk inti adalah PT Pandu Pakan Alami.

3022018f a4b2 4b6b 85f5 385f9c376555 scaled

Sebagai perusahaan inti, PT Pandu Pakan Alami  melalaui Direktur Utama, Dimas Abdul Azizi mengatakan perusahaan cukup tertarik dengan konsep plasma dan inti dalam bisnis maggot ini. “Konsep ini kami harapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi bottle neck dalam pengembangan maggot sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi para plasma,” tuturnya

Ke depannya, ia berharap dapat berkolaborasi lebih jauh dengan IPB dan para akademisi, khususnya dalam pengolahan sampah dan pengembangan pakan alami bagi petani, peternak, serta pembudidaya ikan, sehingga ketergantungan terhadap pakan berbasis impor dapat dikurangi. ramdan

Tag:

Bagikan:

Trending

Dok By Kementan
Bimtek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Perkuat Peternak Jatim  
WhatsApp-Image-2026-09-10-at-13.02.02
Kolaborasi Koperasi LPER dan JAPFA Salurkan 1 Juta DOC di Yogyakarta
WhatsApp Image 2026-09-10 at 20.07
Koperasi LPER Dorong Pemangkasan Rantai Pasok Unggas untuk Program MBG
WhatsApp-Image-2026-09-09-at-14.13.56-1
Moosa Genetica Ulas Revolusi Genetik Sapi Perah  
WhatsApp-Image-2026-09-04-at-13.31.01
PT Berkat Agri Raya Ekspansi Pasar Jawa Barat
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!