Livestock Free Ads
iklan banner website Zhejiang Maret scaled

Dospulkam IPB Dorong Penguatan Kelembagaan & Teknologi pada Peternak

Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Program Dosen Pulang Kampung () IPB University kembali hadir di tengah masyarakat peternak rakyat di bawah koordinasi SASPRI-K Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kunjungan yang dilaksanakan pada beberapa waktu tersebut dipimpin oleh Dr. Bramada Winiar Putra, S.Pt., M.Si., dosen pendamping sekaligus narasumber diskusi, dengan penanggung jawab lapangan Ma’mur M. Komara.

Kegiatan difokuskan pada wawancara dan diskusi langsung bersama pengurus dan anggota kelompok, membahas tata kelola kelembagaan, legalitas, manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi di sektor peternakan rakyat. SASPRI-K Cijeruk saat ini menaungi beberapa kelompok seperti KTMS dan KANIA yang memiliki struktur organisasi lengkap, sembilan divisi aktif, dan pertemuan rutin mingguan hingga bulanan. Aktivitas utama anggota terwujud dalam penyetoran susu segar harian, yang menjadi tulang punggung usaha.

Bramada mengapresiasi stabilitas kelembagaan yang terjaga melalui prinsip kepercayaan dan keterbukaan. “SASPRI-K memiliki modal sosial yang kuat, tinggal ditopang oleh legalisasi formal, penguatan kapasitas manajemen, dan kemitraan strategis agar dapat naik kelas menjadi kelembagaan yang lebih profesional,” ujarnya.

10701A79 F34B 4269 A936 727A1A7B1D1E

Komoditas utama yang dikelola meliputi susu segar dan pedet, dengan harga jual pedet sekitar Rp2,5 juta per ekor. Produk olahan susu, baik basah maupun kering, diproduksi berdasarkan pesanan. Beberapa kelompok juga mengembangkan usaha penggemukan sapi jantan. Legalitas produk sebagian sudah terpenuhi, seperti izin PIRT yang dimiliki KTMS, namun sertifikasi halal, BPOM, dan legalitas kelembagaan SASPRI-K secara keseluruhan masih dalam proses.

Dalam diskusi, teridentifikasi beberapa tantangan seperti keterbatasan modal, risiko penyakit ternak (mastitis, keguguran, gangguan reproduksi), serta fasilitas penyimpanan susu yang bergantung pada ketersediaan listrik. Dari sisi pelatihan, kelompok cukup aktif mengikuti program dinas dan perguruan tinggi, termasuk pelatihan sanitasi dan keamanan produk.

Dari aspek teknologi, SASPRI-K telah memanfaatkan peralatan seperti Lactoscan untuk uji kualitas susu dan memproduksi pakan silase tebon jagung. Meski belum banyak melakukan uji laboratorium atau riset kolaboratif, antusiasme anggota terhadap inovasi sangat tinggi. Kelompok juga membuka diri menjadi mitra riset dan lokasi praktik mahasiswa IPB University. “Potensi SASPRI-K untuk berkembang sangat besar. Dengan dukungan teknologi berbasis riset, penguatan kelembagaan, dan kemitraan usaha yang solid, mereka bisa menjadi model peternakan rakyat yang maju,” tutur Bramada.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen IPB University melalui Program Dospulkam untuk menghadirkan solusi konkret bagi komunitas agromaritim rakyat, memperkuat jejaring, dan mengakselerasi transformasi kelembagaan menuju keberlanjutan usaha.

Tag:

Bagikan:

Trending

By Antara
Prof Akhmad Sodiq Kembali Pimpin Unsoed 2026-2030
By Bella
BRIN & FAO Gelar Konferensi Internasional Keberlanjutan Peternakan  
IMG_8861
Panduan Beternak Layer Cage-Free di Indonesia Resmi Terbit
By Kementan
Pemerintah Bersama HPDKI Perkuat Perlindungan Peternak Domba-Kambing
By Kementan
Strategi Penguatan Pakan Ayam Petelur
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!