Tangerang Selatan (TROBOSLIVESTOCK.COM).Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) mengadakan Kongres ke 14 dengan tema “Pembibitan Sebagai Arsitek Industri Perunggasan Nasional” di Double Tree Hotel by Hilton, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada (21 – 23 Juli).
Ketua Panitia Kongres, Tri Mahawijaya Herlambangmenyampaikan beberapa capaian utama penyelenggaraan Kongres GPPU ke-14. Kongres dihadiri oleh 37 perusahaan anggota GPPU, dengan total 90 hak suara yang digunakan dalam seluruh proses persidangan organisasi. Adapun jumlah peserta yang tercatat sebanyak 111 orang, yang terdiri atas unsur anggota, pengurus, dan Dewan Pembina GPPU. “Kami juga bersyukur dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada 29 perusahaan sponsor yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan kongres ini,” ungkapnya.
Lanjut pria yang akrab disapa Maha bahwa nilai sponsorship yang berhasil dihimpun meningkat dua kali lipat dibandingkan Kongres GPPU sebelumnya. “Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan terhadap GPPU sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam membangun industri perunggasan nasional terus meningkat. Kepercayaan tersebut semakin memperkuat posisi GPPU sebagai mitra yang diperhitungkan, baik oleh pemerintah maupun oleh para pemangku kepentingan di tingkat nasional,” jabarnya
Dia memaparkan agenda yang diselenggarakan pada Kongres GPPU ke 14 ini meliputi, pemilihan Ketua Umum GPPU; Pengukuhan Badan Pengurus Pusat dan Dewan Pengawas GPPU Masa Bakti 2026–2030. Sebagaimana telah disepakati, nomenklatur Dewan Pembina kini berubah menjadi Dewan Pengawas pada (22/07). Kemudian Peluncuran Buku 55 Tahun GPPU dan Seminar Nasional dengan tema “Pembibitan Sebagai Arsitek Industri Perunggasan Nasional” yang narasumbernya dari unsur pemerintah, akademisi, dan pelaku industri pada (23/07).
Keberhasilan penyelenggaraan kongres ini merupakan hasil kerja sama, dedikasi, dan dukungan dari seluruh pihak. “Atas nama Organizing Committee (OC) dan seluruh panitia pelaksana, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh perusahaan anggota GPPU, para sponsor, panitia, narasumber, tamu undangan, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, kontribusi, tenaga, pemikiran, dan kepercayaannya sehingga Kongres GPPU ke-14 dapat terselenggara dengan baik,” tuturnya.
Maha berharap Kongres GPPU ke-14 ini tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan semangat baru untuk terus memperkuat sektor pembibitan sebagai fondasi sekaligus arsitek utama dalam pembangunan industri perunggasan nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Peran Asosiasi
Anton Supit, Dewan Pembina GPPU periode 2022 – 2026dalam arahannya mengatakan bahwa Kongres GPPU bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk menyatukan aspirasi anggota dalam menghadapi tantangan industri sekaligus memperkuat kontribusi sektor perunggasan bagi pembangunan nasional.
“Industri perunggasan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, mendukung upaya penurunan stunting, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan produksi yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil ayam terbesar di dunia, potensi industri ini sangat besar dan harus dijaga keberlanjutannya,” jelasnya.
Di sisi lain, ia kemukakan tantangan yang dihadapi juga tidak ringan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika kebijakan dalam negeri, hingga masih rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia. Karena itu, diperlukan kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan industri sekaligus melindungi peternak, khususnya peternak rakyat, agar dapat tumbuh bersama. “GPPU berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat, meningkatkan daya saing industri, serta memastikan keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen,” paparnya.
Pihaknya pun mengapresiasi dedikasi pengurus periode sebelumnya yang telah menjaga eksistensi organisasi di tengah berbagai tantangan. Kepada pengurus yang akan datang, Anton berharap dapat melanjutkan capaian yang telah diraih dengan mengedepankan kepentingan anggota, memperkuat kolaborasi, serta mendorong inovasi dan kemajuan industri perunggasan Indonesia. “Pada akhirnya, kemajuan industri perunggasan bukan hanya tentang pertumbuhan usaha, tetapi juga tentang kontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Komitmen Kebersamaan
Achmad Dawami, Ketua Umum GPPU periode 2022 – 2026 dalam laporan pertanggung jawabannya mengutarakan Kongres GPPU menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memperkuat organisasi, mempererat kebersamaan, dan melanjutkan kontribusi GPPU bagi kemajuan industri perunggasan Indonesia.
Dalam kongres ini menurut Dawami menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan GPPU. Proses ini mencerminkan kedewasaan organisasi, karena organisasi yang kuat dibangun melalui kesinambungan nilai, semangat pengabdian, dan komitmen untuk terus memberikan yang terbaik. Kepemimpinan yang akan datang diharapkan dapat melanjutkan perjalanan ini dengan energi baru dan perspektif baru, namun tetap membawa semangat yang sama untuk menjadikan GPPU semakin maju, profesional, dan bermanfaat bagi seluruh anggota serta industri perunggasan Indonesia.
Ke depan, GPPU diharapkan terus memperkuat kepercayaan, memperluas kolaborasi, membangun kemitraan yang bermakna, mendorong inovasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan industri perunggasan Indonesia. Dengan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan utama, GPPU diyakini akan terus berkembang menjadi organisasi yang profesional, adaptif, dan mampu menginspirasi perjalanan industri di masa depan.
“Apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya disampaikan kepada Dewan Pembina, seluruh pengurus, anggota, panitia, mitra kerja, serta semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan GPPU. Setiap gagasan, kolaborasi, dan bentuk pengabdian telah menjadi fondasi yang menguatkan organisasi ini hingga hari ini. Kongres GPPU diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, melahirkan keputusan-keputusan terbaik, dan merancang langkah-langkah strategis demi masa depan industri perunggasan Indonesia yang semakin maju, tangguh, dan berdaya saing, jabarnya.






