Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Penerapan kesejahteraan hewan merupakan tanggung jawab bersama sebagaimana yang diamanatkan dalam UU 18 Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan UU 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasal 67 bahwa penyelenggaraan kesejahteraan hewan dilaksanakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah bersama masyarakat.
Oleh itu, dalam rangka mengimplementasikan kesejahteraan hewan yang berkelanjutan di Indonesia, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner bekerjasama dengan Yayasan JAAN Domestic menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Nasional Kesejahteraan Hewan Tahun 2025 dengan tema “Integrasi One Welfare, dan keberlanjutan lingkungan” di Hotel Royal Kuningan, Jakarta pada (4/12). Dalam acara tersebut dihadiri perwakilan dinas pemerintah daerah, LSM yang bergerak di animal welfare dan tamu undangan.
I Ketut Wirata, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Dirkesmavet), Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan mengatakan kesejahteraan hewan sebagai isu yang multi faset. Kesejahteraan hewan bergantung pada persepsi sumberdaya, kapasitas yang berbeda serta implikasi kebijakan ekonomi dan perdagangan yang signifikan. “Saat ini kesejahteraan hewan menjadi topik perdebatan publik. Konsumen semakin khawatir tentang bagaimana makanan mereka diproduksi terutama dari bagaimana hewan dipelihara, diangkut dan disembelih,” ungkapnya.
Selanjutnya, kesejahteraan hewan sebagai landasan ketahanan pangan. Manusia berinteraksi dengan hewan untuk sumber makanan, sandang, dan tenaga kerja. Hewan berfungsi sebagai sumber pendapatan, transportasi, rekreasi, dan kesayangan. Setiap tahun >80 Miliar hewan darat (ayam, bebek, babi, kambing, sapi, kalkun dipelihara dan disembelih untuk konsumsi daging. Belum termasuk jumlah hewan air yang ditemakan dan disembelih untuk konsumsi.
“Model pemenuhan lima domain/five freedoms merupakan kerangka kerja untuk menilai kebutuhan kesejahteraan spesies hewan yang berada dibawah kendali manusia yaitu, nutrition, environment, health, behavioural interactionts, mental state/experience,” ujar I Ketut. ramdan





