Sumatera (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sejumlah wilayah di Sumatera yang mengalami bencana alam sejak beberapa bulan lalu, berdampak pada kondisi masyarakat dan warga sekitar. Saat ini penanganan pasca bencana masih terlus dilakukan. Bukan hanya kerusakan bangunan, kesehatan masyarakat, hingga kondisi kesehatan hewan ternak masih membutuhkan banyak bantuan.
Sebagai bentuk dukungan proses pemulihan pascabencana, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengalokasikan bantuan obat hewan mencapai 249.917 dosis ke sejumlah wilayah terdampak yaitu, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Hendra Wibawa mengatakan, penanganan kesehatan ternak pascabencana sangat penting untuk diperhatikan. “Bagi peternak, ternak bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga sumber penghidupan keluarga. Karena itu, kesehatan ternak perlu diperhatikan dalam proses pemulihan pascabencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu peternak merawat ternaknya sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan,” ujar Hendra di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (21/10).
Bantuan yang disalurkan bukan hanya berupa vitamin, obat cacing, obat penurun demam, tetapi juga premiks atau campuran tambahan pakan, serta disinfektan untuk menjaga kebersihan kandang. Penyaluran bantuan disampaikan melalui dinas yang menaungi peternakan di daerah setempat dan diteruskan kepada kelompok peternak penerima manfaat.
“Pemulihan peternakan pascabencana membutuhkan gotong royong. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petugas kesehatan hewan perlu bekerja bersama agar bantuan dapat sampai kepada peternak yang membutuhkan dan digunakan sesuai petunjuk,” kata Hendra.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, melakukan penyerahan bantuan obat hewan sebanyak 128.552 dosis yang secara simbolis diberikan pada 15 Oktober 2026 di Desa Lueng Manyo kepada Ketua Kelompok Tani Muda Sedang, Julfa. Selanjutnya, dinas setempat akan meneruskan bantuan kepada kelompok-kelompok penerima manfaat.
Di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Penyaluran 77.024 dosis obat hewan kepada kelompok penerima manfaat mulai dilakukan pada 19 Oktober 2026. Selanjutnya, distribusi bantuan 44.341 dosis di wilayah Sumatera Barat berlangsung di Kabupaten Pasaman Barat dilakukan pada 15 Oktober dan Kabupaten Agam pada 16 Oktober 2026. Bantuan di Sumatera Barat juga disertai leaflet panduan penggunaan obat untuk membantu penerima memahami pemanfaatannya.
Hendra menyampaikan, dengan terdistribusinya bantuan kesehatan ternak ini bukan semata dukungan bagi kondisi ternak saja. Lebih dari itu, pemerintah berharap dapat membantu keberlanjutan usaha peternak di wilayah terdampak bencana.
“Yang ingin kita jaga bukan hanya kesehatan ternak, tetapi juga keberlangsungan usaha peternak. Dengan kerja sama dan pendampingan di lapangan, kita berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pemulihan mereka,” tutup Hendra.fara




