Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Tim SASPRI-K Cijeruk menggelar kunjungan lapangan ke kawasan peternakan rakyat di wilayah Tajurhalang, Cijeruk, Kabupaten Bogor. Agenda ini dipimpin oleh Penanggung Jawab SASPRI-K, Ma’mur M Komara, untuk menggali informasi strategis terkait kelembagaan, produksi, dan dinamika usaha para peternak sapi perah.
Wilayah Tajurhalang dikenal sebagai salah satu sentra produksi susu segar di Kabupaten Bogor. Kondisi iklim pegunungan yang sejuk serta ketersediaan sumber daya pakan lokal yang melimpah menjadi modal utama pengembangan usaha sapi perah. Dalam kunjungan ini, Ma’mur M Komara mengatakan tim memfokuskan perhatian pada kelompok-kelompok binaan SASPRI-K, seperti Kelompok Tani Mitra Sapi (KTMS) dan KANIA, yang selama ini telah aktif memproduksi susu segar dan menjalin kemitraan dengan koperasi maupun mitra hilir lainnya.
“Meski telah beroperasi secara konsisten, sejumlah informasi penting seperti struktur organisasi, mekanisme manajemen, dan legalitas produk masih belum terdokumentasi secara lengkap. Oleh karena itu, wawancara mendalam dan diskusi langsung dengan pengurus kelompok menjadi langkah utama untuk memetakan kondisi aktual di lapangan,” ungkapnya.
Sambungnya, dari sisi produksi, tim menemukan bahwa selain memproduksi susu segar, beberapa kelompok juga menjalankan usaha penjualan pedet dan penggemukan sapi jantan anakan. Inovasi pembuatan pakan silase berbahan dasar tebon jagung juga mulai diterapkan, meski status keamanannya secara laboratorium masih dalam proses verifikasi. Beberapa kelompok telah mengantongi izin PIRT dan sertifikasi Halal, serta sedang mengupayakan registrasi BPOM untuk produk olahan susu.
Kegiatan survei ini diselaraskan dengan enam bidang kerja strategis SASPRI, yaitu: (1) Pembinaan Kelompok, (2) Registrasi Komoditas, (3) Perencanaan Bisnis, (4) Kemitraan Bisnis, (5) Koperasi Produsen, dan (6) Kawasan Riset & Inovasi Teknologi. Melalui pemetaan lapangan ini, diharapkan akan teridentifikasi pemahaman yang lebih komprehensif mengenai struktur kelembagaan, status legalitas dan keamanan produk, sistem pencatatan usaha, tantangan regenerasi kepemimpinan, peluang pengembangan produk turunan susu, hingga kesiapan kelompok dalam mengadopsi teknologi berbasis riset.
Dia pun menegaskan bahwa data dan temuan lapangan ini akan menjadi dasar penguatan kelembagaan SASPRI-K Cijeruk. “Kami ingin memastikan setiap kelompok memiliki landasan manajemen yang kokoh, legalitas yang jelas, dan kemampuan inovasi yang memadai agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” ujar Ma’mur. ramdan




