Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Indonesia dan Brasil resmi memperkuat hubungan strategis untuk memperluas kolaborasi di bidang ekonomi, perdagangan, energi, riset, statistik, serta pengembangan sektor pertanian. Langkah ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, ke Indonesia pada Kamis (23/10).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Brasil telah terjalin sejak lama dan kini memasuki tahap yang lebih konkret. Menurutnya, kedua negara memiliki potensi besar untuk saling melengkapi, terutama di sektor pertanian yang menjadi andalan masing-masing. Indonesia, kata Amran, unggul dalam komoditas tropis seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan kelapa.
“Kami sudah tiga kali bertemu dengan Menteri Pertanian Brasil. Kami dua kali berkunjung ke Brasil, dan mereka sudah tiga kali datang ke Indonesia. Yang kami bahas adalah bagaimana kerja sama ini bisa saling menguntungkan. Indonesia memiliki keunggulan pada CPO, kopi, kakao, dan kelapa yang bisa diekspor ke sana,” ujar Amran di Istana Presiden.
Di sisi lain, Brasil memiliki kekuatan pada komoditas sapi, daging, dan gandum yang akan dikembangkan bersama melalui pola investasi. “Dari pihak mereka, ada potensi di sektor sapi, gandum, dan daging. Yang paling penting, kami juga mengundang investasi dari Brasil untuk pengembangan sapi di Indonesia,” tambah Amran.
Amran menilai kemitraan dengan Brasil merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia.
Kerja sama dengan Brasil, lanjut Amran, mencerminkan arah kebijakan tersebut. “Presiden selalu menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak bisa ditawar. Karena itu, setiap kerja sama harus memberikan manfaat langsung bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani kita,” ungkapnya.
Sebelum pertemuan tingkat tinggi kali ini, kedua negara telah menandatangani sejumlah nota kesepahaman penting di sektor pertanian. Salah satunya dilakukan pada 30 Oktober 2023, ketika Mentan Amran mengajak Brasil berinvestasi dan melakukan transfer teknologi di sektor gula. Upaya ini bertujuan mempercepat tercapainya target swasembada gula nasional, yang disambut positif oleh pemerintah Brasil. Negara tersebut dikenal memiliki sistem industri gula yang modern dan efisien.
Selain itu, pada 12 September 2024, Indonesia dan Brasil sepakat melakukan kerja sama investasi untuk pengembangan 100.000 ekor sapi perah tropis asal Brasil yang akan dikembangkan di Indonesia. Proyek ini bertujuan meningkatkan produksi susu nasional dengan nilai investasi mencapai Rp4,5 triliun.
Kerja sama strategis antara Indonesia dan Brasil kali ini tidak hanya mempererat hubungan ekonomi antar dua negara di belahan dunia yang berbeda, tetapi juga menjadi simbol solidaritas antara sesama kekuatan agraris global. Melalui kolaborasi yang saling menguntungkan, Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pertanian yang berdaulat, modern, dan berdaya saing di tingkat internasional.shara





