Livestock Free Ads
Trobos banner 2026.May

AFFA Desak World Bank Stop Danai Peternakan Tak Ramah Lingkungan  

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar aksi di depan kantor World Bank Jakarta pada Jumat (17/4). Aksi global ini dilakukan secara serentak dengan 20 negara lainnya. Bersama koalisi Stop Financing Factory Farming (S3F), AFFA mendesak penghentian pendanaan peternakan intensif serta rencana peningkatan pendanaan hingga US$9 miliar (sekitar Rp 140 triliun) per tahun pada 2030. Pendanaan ini akan mempercepat krisis iklim, kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta memperburuk penderitaan hewan dan masyarakat adat. Aksi dilakukan dengan menampilkan instalasi hewan ternak yang terdampak.

Pemimpin Kampanye AFFA, Elfha Shavira, dengan tegas menyatakan bahwa World Bank tidak menjalankan praktik prinsip keberlanjutan yang melindungi planet Bumi dan makhluk hidup lainnya. “Dengan memperluas dan meningkatkan investasi pada industri peternakan intensif, sama saja mendanai percepatan krisis iklim, melanggengkan penderitaan yang kejam pada hewan, hilangnya keanekaragaman hayati dan mengancam kesehatan masyarakat secara global,” ujar dia.

IMG 6567.JPG
Perwakilan AFFA By Bella

Ia berharap World Bank segera berhenti mendanai peternakan intensif dan beralih ke pendanaan yang memperhatikan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan Bumi. Adapun sistem peternakan intensif (Animal Feeding Operations/AFO) berkontribusi terhadap pencemaran udara berbahaya, khususnya partikel halus PM2.5. Dampak polusi ini tidak merata—komunitas rentan, termasuk masyarakat adat, menjadi kelompok yang paling terdampak. Selain itu, fakta krusial yakni sekitar 80 % lahan pertanian global saat ini digunakan untuk industri peternakan intensif, baik untuk penggembalaan maupun produksi pakan. Produksi kedelai menjadi salah satu pendorong utama, di mana 77 % kedelai dunia digunakan sebagai pakan ternak, bukan untuk konsumsi manusia.

Ketimpangan ini berdampak langsung pada Indonesia. Ketergantungan impor bungkil kedelai untuk pakan ternak meningkatkan kerentanan ekonomi nasional, terutama saat terjadi fluktuasi harga global yang berujung pada kenaikan harga pangan. Pun alih fungsi hutan dan lahan untuk perluasan peternakan akan menghilangkan keanekaragaman hayati.

“Deforestasi adalah salah satu penyebab utama dari krisis iklim. Deforestasi yang masif untuk peternakan intensif dan pakan bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada keadilan sosial. Secara global, dampaknya dirasakan oleh berbagai lapisan, termasuk masyarakat adat yang kehilangan ruang hidupnya saat kita dihadapkan pada krisis air dan cuaca ekstrem. Investasi sektor perbankan seharusnya diarahkan pada sistem pangan yang berkelanjutan, berketahanan iklim seperti pangan nabati yang berbasis lokal di Indonesia,” ungkap Managing Director Act for Farmed Animal, Arie Utami.

IMG 6570.JPG scaled
Suasana Demo By Bella

Sebagai kelanjutan dari aksi ini, AFFA akan mengadakan webinar untuk membedah lebih dalam mengenai dampak sistemik peternakan intensif terhadap ekonomi, lingkungan, dan komunitas terdampak. Dukung gerakan ini dengan menandatangani petisi di https://www.sinergiaanimalinternational.org/divestment-campaign.

Menanggapi aspirasi AFFA, Humas The World Bank Indonesia, Lestari Boediono, mengatakan bahwa ia berterima kasih atas perhatiannya. “Kami juga sangat menghargai dan kami mengerti concern dari pihak AFFA. Kami akan menyampaikan hal ini kepada pihak manajemen kami dan kepada tim-tim terkait,” jelasnya singkat.bella

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Kementan Buka Sertifikasi Kompetensi Juleha  
Dirjen PKH
Investasi Susu Nasional Kian Dipercepat
By Shara
HIPRA Dorong Imunitas Sejak Dini Hadapi Ancaman IBD
By Antara
Prof Akhmad Sodiq Kembali Pimpin Unsoed 2026-2030
By Bella
BRIN & FAO Gelar Konferensi Internasional Keberlanjutan Peternakan  
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!