Yogyakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Tim mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) berhasil merancang mesin silaseportabel yang dapat membantu peternak rakyat dalamproses pembuatan silase secara lebih efisien dan terjangkau. Mesin ini bahkan telah dipatenkan dan dimanfaatkan oleh beberapa peternak mikro.
Tujuan dirancangnya mesin silase portabel ini ialahagar peternak dapat memproduksi pakan ternakberkualitas sepanjang tahun, baik di musim kemaraumaupun hujan. Dengan demikian, silase yang dihasilkandapat disimpan dalam waktu lama tanpa kehilangannutrisi, sehingga kebutuhan pakan ternak tetap terjamindengan biaya yang lebih hemat.
Berbeda dengan cara tradisional yang masihmengandalkan tenaga manusia untuk memadatkan bahansilase, mesin ini mengandalkan sistem hidrolik yang lebihefisien. Alatnya terdiri dari beberapa komponen, antaralain alat press, empat drum penyimpan silase, corong, pengait, pompa hidrolik, motor listrik, alas segitiga, dan poros utama. Proses pengepresan dilakukan denganpompa hidrolik yang menggerakkan tuas penekan gunamemadatkan bahan silase secara merata.
Salah satu anggota tim, Noor Rizky IrmasariHasibuan, berharap bahwa mesin silase portabel ini bisamenjadi alternatif dan solusi bagi peternak dalammemenuhi kebutuhan pakan ternaknya dengan efisiendan mudah.

Adapun Dosen Pembimbing tim, SatyagunaRakhmatulloh, menjelaskan inovasi ini berangkat darikeprihatinan terhadap kondisi peternak rakyat yang masih kesulitan membuat silase secara manual ataumembeli mesin pabrikan dengan harga tinggi. “Kami ingin menghadirkan solusi nyata yang aplikatif dan sesuaikebutuhan peternak kecil, baik dari segi fungsi maupunbiaya,” ujarnya.
Pembuatan alat waktu itu dilakukan di Bengkel LPP Politeknik Yogyakarta, sedangkan uji coba lapanganberlangsung di Jl. Pulerejo, Kauman, Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa mesin inimampu menghasilkan silase dengan kualitas baik dan waktupengerjaan yang lebih singkat dibanding metodekonvensional.
Melalui inovasi ini, tim berharap mesin silase portabeldapat diproduksi secara luas, sehingga mampumendukung ketahanan pakan dan keberlanjutan usahapeternakan rakyat di Indonesia. Mesin yang lahir melaluiprogram PKM Karya Inovatif tahun 2022 tersebut,didukung oleh beberapa mahasiswa, yaitu Noor RizkyIrmasari Hasibuan, Nina Fiona Putri, Ajeng Saskia Sekar, Salma Dwi Setyowati dan Hans Bastian Wangsa.bella




