Livestock Free Ads
Trobos banner 2026.May

Meet Up 2025 Aspaqin: Dari Doka sampai Branding

Lampung (TROBOSLIVESTOCK.COM). Asosiasi Pengusaha Aqiqah (Aspakin) kembali menggelar pertemuan tahunan. Untuk tahun ini peremuan berjuluk “Meet Up 2025” yang digelar di Hotel Golden Tulip, Teluk Betung, Bandarlampung, Selasa dan Rabu (11-12/11-2025).

Pertemuan yang dihadiri 248 peserta dari 16 provinsi se-Indonesia tersebut diisi dengan berbagai materi, mulai dari Outlook Kambing dan Domba Tahun 2026, Outlook Bisnis Aqiqah Tahun 2026, stan up comedy dan topik marketing serta keuangan lainnya -lain dari pelatih terkemuka.

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Heri Yusmargana. Disebutkannya, Meet Up merupakan agenda tahunan nasional Aspakin untuk berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring, dihadiri 248 pengurus wilayah dari 16 provinsi. “Ini Meet Up yang pertama di Pulau Sumatera dan Lampung menjadi tuan rumah,” katanya.

Sementara Ketua Umum Yadi Suherlan berharap agar waktu yang sudah diluangkan peserta hadir dalam acara ini bisa memberi manfaat karena mendapat banyak pelajaran dan menjalankan usaha.

“Temu 2025 ini merupakan tantangan agar kita naik kelas. Mari fokus pada bisnis ini. Jaga kebersamaan dan kolaborasi untuk bisa tumbuh dan berkembang. Apalagi Aspakin sudah diperhitungkan pemerintah dan dibina dua kementerian yakni Kementan terkait kambing/domba dan Kemenparkeraf terkait dengan katering,” tuturnya.

Menurut Ketum, pada setiap Meet Up minat peserta untuk hadir terus meningkat. Ia berharap acara ini bisa memberi inspirasi bagi peserta guna mengembangkan skala usahanya masing-masing.

Sambutan juga disampaikan Perwakilan Dewan Pendiri Aspakin Ilham Mustopa, MIP. Disampaikannya, Aspakin merupakan rumah bersama para pengusaha aqiqah yang dibangun melalui kebersamaan makanya rumah ini perlu dijaga bersama.

“Pada awalnya bisnis aqiqah hanyalah bisnis rumahan, namun berkat kebersamaan dan perjuangan kita semua kini sudah berkembang menjadi industri. Untuk itu kita harus siap menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks dengan memperkuat rumah kita,” ajaknya.

WhatsApp Image 2025 12 09 at 16.11.04 1
Dok by Datuk-Lampung

Acara sendiri dibuka Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian Dr. drh. I Ketut Wirata, M.Si yang diwakili Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si.

Dalam sambutannya Dirkesmavet menyatakan, bisnis aqiqah merupakan usaha yang memiliki nilai sosial ekonomi yang sangat besar. Aspakin berperan penting dalam menjamin ketersediaan hewan aqiqah yang sehat, layak serta Islami, memastikan proses penyembelihan, pengolahan dan pendistribusian daging yang tepat sasaran.

“Aspakin juga meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dengan memastikan permintaan ternak berasal dari sumber yang terjamin kesehatannya,” tulisnya sebagaimana dibacakan Ir. Lili Mawarti, M.Si.

Dijelaskannya, di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan keamanan pangan asal hewan maka tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Perlu dipastikan seluruh rantai penyediaan dan penyembelihan hewan aqiqah dan kurban dijalankan dengan prinsip ASUH (aman, sehat dan halal).

“Seiring berkembangnya era digitalisasi maka sektor ini harus memperkuat branding, membangun kepercayaan, memanfaatkan teknologi dan transparansi layanan,” harapnya.

Menurut Dirkesmavet, pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas melalui pembinaan peternak kecil, pengembangan bibit unggul serta penguatan rantai pasok domestik. Untuk itu ia mengharapkan berkembangnya kemitraan Aspakin dengan kelompok peternak rakyat agar tercipta rantai nilai yang berkeadilan.

“Permintaan hewan aqiqah yang terus meningkat dapat menjadi pasar yang pasti bagi peternak dalam negeri. Dengan demikian kegiatan aqiqah tidak hanya memberikan manfaat ibadah tetapi juga membuka peluang ekonomi umat dan jembatan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

Penyediaan Hewan

Selanjutnya Dirkesmavet menyatakan, peluang baru yang sangat strategis bagi Aspakin muncul dari kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab dalam tata kelola haji dan umroh. Untuk musim haji 2026, Indonesia mendapatkan kuota 221 ribu jemaah. Dengan adanya kesepahaman antara menteri haji Indonesia dan Arab Saudi membuka banyak peluang kolaborasi lintas negara dalam layanan jasa keagamaan dan penyediaan hewan. Di sini Aspakin dapat mengambil peran dalam penyediaan kambing atau domba yang standar untuk bisa diselaraskan dengan proses haji.

“Dengan demikian kita tidak saja mengandalkan potensi domestik tetapi juga melayani potensi global. Di sini Aspakin bisa berperan terkait MoU antara pemerintah Indonesia dan Arab tersebut,” harapnya mengakhiri sambutan.

Pembukaan acara bertemakan “Closing Lebih Cepat Omzet Melesat” tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si mewakili Dirkesmavet. Acara berlangsung selama dua hari yang diisi dengan sejumlah pemaparan oleh para pakar marketing, keuangan dan branding.

Pada sesi pembukaan pertama, peserta mengikuti topik Outlook Kambing dan Domba tahun 2026 dari Dirkesmavet; Ketua Umum Aspakin Yadi Suherlan dan DPP HPDKI yang disampaikan Ir Nuryanto, S.Pt, MBA, IPM Wakil Sekjen DPP HPDI. Sorenya tampil Coach Rian Kadarusman yang memaparkan tentang digital marketing dan Dr Reni Oktavia soal smart finansial.

Sementara hari kedua tampil Coach Ardian Karunia Putra yang menguraikan tentang Business Scale Up; Coach Dandy Kurniadi tentang Closing Lebih Cepat Omzet Melesat.datuklampung

Tag:

Bagikan:

Trending

Momentum Halal Bihalal, PDHI Perkuat Peran Veteriner
ICFA
ICFA Ajak Industri Perkuat Cage-Free
By Istimewa
Kementan Buka Sertifikasi Kompetensi Juleha  
Dirjen PKH
Investasi Susu Nasional Kian Dipercepat
By Shara
HIPRA Dorong Imunitas Sejak Dini Hadapi Ancaman IBD
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!