Blitar (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sejak berdiri pada 2023 lalu, Koperasi Berkah Telur Blitar (BTB) terbilang aktif dalam menyuarakan hak para anggotanya yaitu peternak ayam petelur (layer), menyediakan kebutuhan anggota, hingga rutin menyelenggarakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Tidak lama ini, Koperasi BTB telah menyelenggarakan RAT Tahun Buku 2025 pada Minggu (1/2) di Aula SMP Islam Al Islah Jeblog Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Koperasi yang dinakhodai oleh Yesi Yuni Astuti ini, mengundang perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar, Dekopinda Blitar, semua pengurus dan pengawas Koperasi Berkah Telur Blitar, serta anggota koperasi Berkah Telur Blitar untuk menghadiri RAT. “Alhamdulillah, syukur tak terhingga kami panjatkan, hari ini adalah RAT yg ketiga yang dilaksanakan oleh Koperasi BTB. RAT pertama yakni pada 2023, di Kantor desa Duren Kecamatan Talun. Kami menyebutnya dengan “kemendel” karena masih 6 bulan sudah RAT dan bagi-bagi SHU,” kelakarnya membuka acara.
Adpaun RAT kedua dilakukan pada 2024, bertempat di kampung Coklat Kecamatan Kademangan. Yesi mengaku, bahwa saat itu sudah mulai berani menggelar RAT tahun buku 2024 dan bagi-bagi SHU. RAT ketiga yakni pada 2026, dan ia makin percaya diri. Tekat untuk mengelola koperasi dengan profesional dan fokus, dibuktikan dalam perjalanan koperasi berkah ini.

“Pada 2024 lalu, koperasi BTB mendapat penghargaan nasional sebanyak dua kali dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Tahun ini alhamdulillah kami terus berkembang dan berkarya. Ini bisa dilihat dari perkembangan jumlah anggota, di mana waktu berdiri pada Juni 2023, kami hanya 9 orang. Pada saat launching, Sebtember 2023, kami masih 11 orang. Kemudian akhir tahun 2023, ada kenaikan 537 %, akhir tahun 2024 ada kenaiakan 72 %, akhir 2025 ada keanikan 23 %. Hari ini, sudah 155 anggota, artinya ada peningkatan 1.722 % dari awal berdirinya,” sebut dia.
Ia mengaku, bahwa dalam perjalanannya, koperasi BTB terus memperbaiki diri. Ada enam divisi ekonomi dibentuk, yaitu divisi pakan, telur, DOC (ayam umur sehari)/sapronak (sarana produksi peternakan), ruminansia, beras, perikanan dan olahan pangan. Program unggulan Koperasi BTB adalah belanja jagung bersama, di mana belanja 1 truk jagung, dibagi untuk beberapa anggota.
“Hal itu sangat membantu peternak kecil mikro anggota kami. Maka tahun ini, kita memberikan apresiasi kepada anggota yang jumlah transaksinya paling banyak dan anggota yang belanjanya paling banyak. Ada sebuah bingkisan yang kami siapkan untuk dua anggota dengan katagori yang tadi kami sebutkan,” ungkap Yesi bangga.
Adapun sambutan dari perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar, Endang Witanti, sebagai Pengawas Koperasi Ahli Muda, yang mengajak para anggota Koperasi BTB untuk meningkatkan terus kinerja koperasi, dan mengingatkan untuk mengurus SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk pengurus. Ia pun memberikan apresiasi terhadap koperasi BTB yang masih berusia 2,5 tahun tapi selalu tepat waktu menggelar RAT.

Dalam RAT tutup buku 2025 yang dipimpin langsung oleh Ketua Koperasi BTB, Yesi Yuni Astuti, mengesahkan di antaranya Rancangan Rencana Kerja dan Rancangan Pendapatan dan Belanja 2026, LPJ Pengurus tahun buku 2025, serta LPJ Pengawas tahun buku 2025. Dibahas juga di forum tertinggi anggota koperasi tersebut, program- program baru untuk tahun 2026, DOC dan jagung, tata cara pembagian SHU, serta berita-berita terbaru dunia peternakan.
Dalam forum tersebut, pengurus menyerahkan hadiah untuk anggota dengan transaksi terbanyak dan belanja ke koperasi terbanyak, doorprize untuk yang beruntung, kalender tahun 2026, dan SHU anggota. Pengurus berharap, partisipasi anggota pada semua program koperasi, yang pada 2024 hanya 60 %, 2025 naik menjadi 90 %, semoga tahun ini bisa minimal bertahan di 90 % atau meningkat 100 %, sehingga keberadaan koperasi BTB ini benar-benar bermanfaat bagi anggota maupun orang-orang di sekitarnya.
Salah satu anggota Koperasi BTB, Andi Budiantoro, menyatakan bahwa dengan bergabung dengan Koprasi BTB ini banyak manfaat dan wawasan yang ia dapatkan, di antaranya kemudahan dan lebih terjangkaunya dalam memperoleh jagung, baik subsidi maupun non subsidi, serta kemudahan memperoleh pakan/layer dengan lebih terjangkau. “Selain itu, dengan gabung dengan Koperasi BTB, banyak ilmu dan wawasan, baik dari teman seanggota maupun dari koprasi (pengurus koperasi) sendiri, bisa sharing permasalahan tentang peternakan ayam dan bagaimana cara mengatasinya,” tutup Andi.bella




