Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Penyakit tetelo atau newcastle disease (ND) hingga kini masih menjadi biang terganggunya kesehatan ternak unggas, yang mengakibatkan kerugian ekonomi bagi peternak di Indonesia. Sejarah pun mencatat bahwa ND pertama kali ditemukan di Inggris oleh Doyle pada 1927, namun literatur menyatakan bahwasanya outbreak ND pertama kali terjadi di Pulau Jawa, Indonesia pada 1926. Dengan begitu, wabah ND sudah membersamai peternakan unggas di dunia selama 100 tahun.
Menandai satu abad terjadinya wabah ND, Ceva Santé Animale menggelar special meeting secara luring (luar jaringan) The Guards of a Century dengan tema “100 Years with Newcastle Disease”. Acara ini berlangsung sejak Selasa hingga Kamis (10-12/2) di Novotel, Bogor, Jawa Barat. Hari pertama dibuka dengan welcome dinner, berikutnya pada hari kedua digelar seminar luring dan kunjungan ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner serta dilanjutkan dengan agenda gala dinner. Hari terakhir akan diisi dengan seminar luring di Ballroom 1 Novotel.

Pada hari kedua, Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa mewakili Dirjen PKH Kementan, menerangkan bahwa ND masih menjadi salah satu penyakit hewan strategis yang berdampak signifikan terhadap produktivitas unggas. “Kita masih menghadapi berbagai tantangan teknis di tingkat lapangan. Penyakit ini juga semakin mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap stabilitas pasokan pangan asal hewan, perdagangan, serta ketahanan pangan. Sebagai bagian dari pendekatan nasional Indonesia dalam penanggulangan penyakit ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan serta kerangka kerja laboratorium untuk mendukung upaya pencegahan yang sistematis,” tekannya.
Presentasi dilanjutkan oleh Head of Avian Virology sekaligus Director of Science di Animal and Plant Health Agency (APHA), Prof Ian Brown. Ia menerangkan laporan pertama T.M. Doyle mengenai sebuah “penyakit baru” di kota Newcastle-upon-Tyne, di wilayah timur laut Inggris, serta sejarah panjang penelitian ilmiah dan berbagai kemajuan terkait penyakit Newcastle di Weybridge. Ian memberikan perspektif global tentang pengendalian penyakit ND, seratus tahun sejak pertama kali ditemukan.

Sementara Associate Director Texas A&M Veterinary Medical Diagnostic Laboratory (TVMDL), Kiril Dimitrov, yang mana ia memimpin sebuah konsorsium yang menerbitkan “update unified phylogenetic classification system and revised nomenclature for Newcastle disease virus”, mengulas tantangan dalam klasifikasi virus ND. Berikutnya, ia menerangkan perjalanan menuju tata nama (nomenklatur) yang terpadu dan kini telah diterima tanpa diperdebatkan lagi.
Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke BRMP Kementerian Pertanian (Kementan). Peserta yang mengikuti seminar dan kunjungan kurang lebih sebanyak 100 orang. Mereka pun sangat antusias mengikuti agenda ini.bella




