Trobos banner 2026.May

Tetelo Masih Ancam Industri Perunggasan

Surabaya (TROBOSLIVESTOCK.COM). Seminar Perunggasan dan Hewan Kecil yang digelar SAGAVET Universitas Airlangga (UNAIR) di Hotel Wyndham Surabaya, Sabtu (23/5), menjadi ajang refleksi perjalanan panjang dunia kesehatan hewan sekaligus penguatan visi pendidikan veteriner menuju kampus kelas dunia. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku ‘55 Tahun FKH UNAIR’ yang mengulas perkembangan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR selama lebih dari lima dekade.

Acara dihadiri lebih dari 300 peserta yang berasal dari kalangan industri, akademisi, praktisi, mahasiswa, hingga alumni. Seminar dibuka langsung oleh Ketua SAGAVET periode 2025–2030, Drh. Syailin, bersama Dekan FKH UNAIR, Prof. Lilik Maslachah.

Pada sesi perunggasan, Prof. Suwarno mengangkat topik Newcastle Disease (ND) atau Tetelo yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi industri unggas. Ia menjelaskan bahwa penyakit tersebut telah dikenal selama 100 tahun sejak pertama kali ditemukan di Batavia pada 1926 dan kini terus berkembang melalui berbagai mutasi virus.

4bc391ad e47c 4036 b57e f9791adc963c
Istimewa

Menurut Suwarno, virus ND saat ini mampu menginfeksi lebih dari 250 spesies unggas. Salah satu strain yang dinilai paling berbahaya adalah genotype VII (GVII) karena menyebabkan tingkat kematian tinggi pada unggas serta kerugian ekonomi yang besar bagi industri peternakan.

Ia juga mengungkapkan temuan menarik terkait strain lentogenik ND yang memiliki potensi sebagai virus onkolitik. “Strain lentogenik ND memiliki potensi untuk menghancurkan sel kanker manusia,” ujarnya dalam seminar tersebut.

9965a04f 0b63 47eb 86c1 abae702665db
Istimewa

Pembahasan lain pada sesi perunggasan disampaikan Henri E. Prasetyo mengenai pentingnya precision nutrition dalam industri unggas modern. Ia menilai pendekatan nutrisi presisi menjadi kunci untuk menghasilkan produk unggas yang berkualitas, sehat, aman, dan berkelanjutan.

Henri mengatakan perubahan tren konsumen global mendorong industri perunggasan melakukan transformasi strategi nutrisi. Menurutnya, konsep functional food dan animal welfare kini menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem produksi unggas di berbagai negara.

Sementara itu, pada sesi hewan kecil, Prof. Wiwik Misaco bersama Dr. Lina Susanti membahas tantangan diagnosis penyakit saraf dan gangguan mata pada hewan piaraan. Keduanya menyoroti pentingnya ketepatan diagnosis dan perkembangan teknologi medis veteriner untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan kecil.

Selain seminar ilmiah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran buku “55 Tahun FKH UNAIR” oleh Rizky F. Meriawan. Buku tersebut menggambarkan perjalanan panjang FKH UNAIR dalam membangun institusi pendidikan veteriner berbasis Teaching Industry dengan pendekatan One Health, Sustainable Development Goals (SDGs), dan inovasi riset global.

9c89c7fb 9afc 4604 bebe 0df09cdc3954
Istimewa

Melalui kegiatan ini, FKH UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kesehatan hewan, industri peternakan, serta riset veteriner yang adaptif terhadap tantangan global. Seminar tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan industri dalam memperkuat masa depan kesehatan hewan dan ketahanan pangan nasional.shara

Tag:

Bagikan:

Trending

faa3b85f-7b62-4472-be75-aa21ad65f27d
Kementan Kerahkan Petugas Pemantau Hewan Kurban
b511fe94-bc29-4b01-afa4-ebd56a6d1dc8
Harga Ayam Mulai Terkerek
c731f6b4-c039-4e8a-8b2a-6bca9c02c297
Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler
fcc1382d-5107-4a45-a434-73bbbbddbc3d
Hanter Launching Beasiswa Wakaf
WhatsApp-Image-2026-05-21-at-10.55.55
Permindo Mengajak Asosiasi Peternak Unggas untuk Menjaga Stabilitas Harga Ayam
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!