Trobos banner 2026.May

Permindo Mengajak Asosiasi Peternak Unggas untuk Menjaga Stabilitas Harga Ayam

Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kondisi di lapangan saat ini, bagi peternak broiler (ayam pedaging) sudah sangat memprihatinkan. Para peternak rakyat tertekan oleh harga jual ayam hidup (Live Bird/LB) yang sudah jauh berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), sementara di sisi lain harga sapronak terus meningkat seperti ayam umur sehari (DOC) dan pakan.

“Bahkan pakan sudah naik dari April sampai Mei sebesar Rp 500 per kg, sehingga saat ini menyentuk Rp 9.000 per kg,” ungkap Herry Irawan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) dalam acara “Konsolidasi Akbar: Harga Live Bird Anjlok! Harga Pakan & DOC Naik Terus, Peternak Menjerit” di Rumah Makan Mang Kabayan, Salabenda, Bogor, Jawa Barat (20/05). Kegiatan tersebut dihadiri peternak rakyat, perwakilan organisasi peternak unggas seperti Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Pehimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia), Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) dan tamu undangan.

Sambung Herry, acara ini bertujuan untuk konsolidasi peternak unggas rakyat dalam menyikapi anjloknya harga LB dan kenaikan harga pakan serta DOC yang membebani peternak. “Sehingga nanti kita akan melakukan langkah – langkah strategis yang merupakan aspirasi bersama dari peternak unggas rakyat,” jelasnya.

Ia menuturkan dengan kondisi harga LB yang tertekan di lapangan, menyebabkan praktik-praktik transaksi yang tidak sehat di lapangan. Regulasi harga acuan yang dihimbau pemerintah seolah kehilangan taringnya dalam menghadapi realitas fluktuasi harga LB setiap harinya. Seperti saat ini yang sehari sebelumnya (Selasa, 19/5/2026), peternak rakyat bersama Kementerian Pertanian dan asosiasi peternak, perusahaan perunggasan telah duduk bersama agar harga jual LB di tingkat peternak bisa diangka Rp 19.500.

WhatsApp Image 2026 05 21 at 10.56.11

“Namun yang terjadi harga masih belum mencapai angka tersebut, walaupun sudah ada pergerakan per hari ini (20/05) di beberapa daerah. Tetapi tidak sedikit di lapangan masih menunjukkan adanya transaksi yang ‘kucing-kucingan’. Kondisi ini jelas tidak sejalan jika dibandingkan dengan harga pakan dan DOC yang terus-menerus naik,” sebutnya. Perlu diketahui bahwa HPP peternak sudah berada diangka Rp 20.000 – 21.000 per kg.

Sedangkan Ketua Umum Permindo, Kusnan, menilai intervensi yang dilakukan pemerintah selama ini belum menyentuh akar permasalahan mendasar yang dihadapi peternak rakyat mandiri.

“Pemerintah saat ini menanggulangi permasalahan harga LB seperti pemadam kebakaran saja, misalnya yang dilakukan pada (Selasa, 19/5/2026), di Kementerian Pertanian dan tidak menyelesaikan akar masalah. Oleh karena itu, kita (peternak unggas rakyat) harus kompak bergerak bersama sebelum memasuki momen krusial seperti Idul Adha dan bulan Suro,” ujar Kusnan.

Sementara itu, menurut Wismarianto, Ketua PPUN menyuarakan untuk selalu kompak dan bersatu untuk peternak unggas rakyat dalam menjaga stabilitas harga LB. “Jangan sampai terus menanggung kerugian. Kita pebisnis, tidak mau rugi terus maka kita suarakan kondisi dilapangan yang sesungguhnya bahwa harga LB jauh di bawah HPP,” jelasnya.

Perluasan Serapan Pasar & Kompak

Pembina Permindo, Hartono, dalam arahannya menekankan pentingnya merancang ulang pola kerja sama dan pengawasan populasi guna menciptakan satu harga acuan yang ditaati bersama.

Menurutnya, jika peternak tidak bersatu dalam menangani situasi harga LB yang dibawah HPP dengan serius, ke depan ekosistem peternak mandiri bisa pecah. “Pemain di industri perunggasan semakin banyak dan beragam. Sehingga dibutuhkan keputusan yang tegas dari pemerintah yang diinisiasi oleh soliditas peternak,” tuturnya.

Setya Winarno, perwakilan dari GOPAN mengingatkan seluruh peserta untuk tetap optimis namun realistis dalam bergerak. “Mari kita kompak menjaga himbauan dari pemerintah untuk harga dasar LB Rp 19.500 per kg ini sebagai langkah awal sambil terus berjuang menaikkannya. Manfaatkan setiap peluang program pemerintah, dan yang paling penting untuk keberlangsungan usaha ke depan jangan terlalu loyal atau bergantung pada satu supplier sapronak saja agar kita memiliki alternatif efisiensi biaya,” tutupnya.

Sedangkan menurut Wayan peternak broiler di Bogor, Jawa Barat bahwa harus ada perluasan serapan pasar yang dilakukan oleh peternak. Ia meminta agar peternak tidak hanya terpaku pada lingkaran Kementan saja. Permindo didesak untuk melayangkan petisi agar program – program pemerintah seperti jaminan sosial protein, penanganan stunting, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) diarahkan untuk menyerap produksi ayam dan telur dari peternak rakyat melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. ramdan

Tag:

Bagikan:

Trending

fcc1382d-5107-4a45-a434-73bbbbddbc3d
Hanter Launching Beasiswa Wakaf
WhatsApp-Image-2026-05-21-at-10.55.55
Permindo Mengajak Asosiasi Peternak Unggas untuk Menjaga Stabilitas Harga Ayam
WhatsApp Image 2026-05-19 at 07.45
BHQ Ke-24, Komitmen Pelayanan BRMP PKH bersama Stakeholder
Dok
AFFA Gelar Union Group Street Action
By Kementan
Kementan dan KAI Logistik Hidupkan Kembali Kereta Angkut Ternak
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!