Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Menjelang Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5), pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pelaksanaannya berjalan aman, sehat, dan kondusif. Melalui penguatan pengawasan hewan kurban di seluruh Indonesia, Kementan menegaskan bahwa seluruh proses kurban harus memenuhi aspek kesehatan hewan, keamanan pangan, kesejahteraan hewan dan sesuai dengan syariat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, mengatakan Iduladha bukan hanya momentum ibadah keagamaan, tetapi juga momentum penting menjaga kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan keberlangsungan usaha peternakan rakyat. “Kita ingin menjaga Iduladha berjalan dengan lancar dan aman, karena ini merupakan ‘hari raya bagi peternak’. Proses penyembelihan hewan kurban juga kita awasi dan pantau agar terjaga dari sisi kesejahteraan hewan, kesehatan hewan, sanitasi, kondisi ekologis, serta terjaminnya daging yang aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujar Agung di Kantor Kementan, Jakarta pada Senin (25/5).
Guna mendukung pengawasan tersebut, Kementan menerjunkan sedikitnya sebanyak 8.633 petugas pemantau hewan kurban dari berbagai unsur pemerintah, organisasi profesi veteriner, dan perguruan tinggi. Para petugas bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan pemotongan, hingga pemantauan keamanan pangan asal hewan di berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksanaan pemantauan dilakukan secara terpadu bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI), serta civitas akademika Fakultas atau Sekolah Kedokteran Hewan di Indonesia.
Ketersediaan Hewan Kurban Aman
Selain pengawasan, pemerintah juga memastikan ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan hasil identifikasi Kementan, total ketersediaan hewan kurban pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 3.246.790 ekor, lebih tinggi dibanding proyeksi kebutuhan nasional sekitar 2.355.470 ekor atau meningkat sekitar 3,82 % dibanding tahun sebelumnya. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 891.320 ekor, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha.
Untuk komoditas sapi, ketersediaan nasional diperkirakan mencapai sekitar 859 ribu ekor dengan kebutuhan sekitar 791 ribu ekor. Sementara itu, ketersediaan kambing, domba, dan kerbau juga berada dalam kondisi surplus. Pemerintah juga terus melakukan pengaturan distribusi hewan kurban dari daerah surplus ke daerah dengan kebutuhan tinggi guna memastikan pasokan merata dan harga tetap terkendali di seluruh Indonesia.
Waspada Penyakit Menular Strategis
Meski stok hewan kurban dalam kondisi aman, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease(LSD), antraks, dan penyakit hewan menular strategis lainnya seiring meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Iduladha. Untuk itu, penguatan pengawasan lalu lintas ternak, pemeriksaan kesehatan hewan, vaksinasi, serta penerapan biosekuriti terus diperketat guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular dan zoonosis.
Agung juga meminta seluruh petugas pemantau hewan kurban hadir sebagai representasi negara yang melindungi masyarakat. “Tidak ada toleransi bagi peredaran hewan sakit atau pemotongan yang tidak memenuhi ketentuan kesehatan masyarakat veteriner. Pastikan pemeriksaan ante mortem (red: sebelum pemotongan) dan post mortem (red: setelah pemotongan) dilakukan secara optimal karena ini menjadi kunci perlindungan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Selain kebutuhan kurban nasional yang meningkat, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan ternak untuk pelaksanaan dam haji di dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, hingga 22 Mei 2026, sebanyak 32.691 jemaah memilih pelaksanaan dam di dalam negeri, sehingga diperkirakan akan ada pemotongan sekitar 32.691 ekor kambing dan domba selama Iduladha hingga hari tasyrik tahun ini.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, I Ketut Wirata, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan kesiapan lebih, termasuk kesiapan suplai ternak dari dalam negeri. “Pelaksanaan dam haji di dalam negeri pada 2025 tercatat diikuti 8.477 jemaah. Namun pada 2026, berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 32.000 jemaah. Ini akan menjadi agenda rutin tahunan yang akan terus berulang setiap tahunnya. Kondisi ini membutuhkan kesiapan lebih, termasuk kesiapan potensi suplai ternak dari dalam negeri kedepannya,” ujar Ketut.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman, sehat, dan nyaman, sekaligus menjaga kesehatan hewan, keamanan pangan, dan keberlanjutan peternakan nasional menjelang Iduladha.bella







