Malang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan industri perunggasan nasional yang modern, sehat, dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan pembangunan Farm dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler (ayam pedaging) milik PT Berdikari di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Komitmen pemerintah itu terlihat dalam kegiatan kunjungan lapangan atau onsite review yang dilaksanakan pada Selasa (12/5). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan masterplan pembangunan yang sebelumnya dilakukan di Jakarta, sekaligus bagian dari proses pengawalan pengembangan kawasan breeding farm nasional.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, menegaskan pemerintah mendukung penuh pengembangan breeding farm GPS nasional. Menurutnya, pengembangan tersebut harus sejalan dengan kebijakan perbibitan unggas dan penerapan prinsip biosecurity sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan/atau Standar Produk dan Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pertanian.

“Pemerintah mendukung pengembangan breeding farm GPS yang memenuhi aspek teknis, biosecurity, dan tata kelola usaha sesuai Permentan Nomor 34 Tahun 2025. Pendampingan ini dilakukan agar pembangunan dapat berjalan selaras dengan standar perbibitan modern dan mendukung penguatan industri perunggasan nasional,” ujar Hary.
Ia menjelaskan keberadaan breeding farm nasional memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan bibit unggas berkualitas. Selain itu, fasilitas tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat keberlanjutan usaha perunggasan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat.
Dalam proses peninjauan lapangan, tim turut membahas berbagai aspek teknis terkait pengembangan kawasan. Pembahasan meliputi kesiapan infrastruktur hingga langkah mitigasi risiko penyakit unggas agar pembangunan farm berjalan sesuai prinsip Good Breeding Practice (GBP) dan standar biosecurity modern.
Pemerintah juga menegaskan akan terus melakukan pengawalan terhadap penyempurnaan siteplan, masterplan, serta dokumen pendukung lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar pengembangan kawasan breeding farm dapat berjalan optimal, adaptif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari, A.S. Hasbi Al-Islahi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Kementerian Pertanian. Ia menilai pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai arah pengembangan industri perunggasan nasional.
“Dengan semangat negara hadir untuk peternakan Indonesia, PT Berdikari berkomitmen mendukung penguatan industri perunggasan nasional melalui pembangunan breeding farm GPS yang modern, profesional, dan sesuai dengan ketentuan pemerintah. Pendampingan dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak menjadi bagian penting agar pengembangan kawasan ini dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Hasbi.
Sebagai BUMN pangan, PT Berdikari dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat rantai pasok industri perunggasan nasional. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bibit unggas berkualitas, tetapi juga dalam membangun ekosistem industri perunggasan dari sektor hulu hingga hilir.
Melalui pengembangan farm GPS broiler tersebut, pemerintah berharap dapat menghadirkan model breeding farm nasional yang modern, efisien, dan berdaya saing tinggi. Kehadirannya juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kapasitas industri perunggasan Indonesia pada masa mendatang.shara




