Bandung(TROBOSLIVESTOCK.COM) Sapi perah menjadi salah satu komoditas ternak potensial khususnya di Jawa Barat. Peluang ini dilihat oleh PT Berkat Agri Raya sebagai salah satu perusahaan pakan ternak ruminansia yang kemudian mengekspansi distribusi ke Jawa Barat.
Direktur PT Berkat Agri Raya, Hendri Gerry Susilo dalam kegiatan Dairy Seminar yang digelar pada Kamis (⅜) di Bandung, Jawa Barat, menyampaikan maksud dan tujuannya dalam mengadakan kegiatan ini sebagai upaya memperkenalkan PT Berkat Agri Raya sebagai perusahaan pakan sapi perah yang akan memasuki pasar Jawa Barat.
Hendri Gerry menyatakan bahwa ekspansi PT Berkat Agri Raya ke Jawa Barat bukan semata menjual pakan ternak, tetapi menjalin kerjasama mendukung kebutuhan pakan sapi perah di area Jawa Barat.
“Di Jawa Barat banyak potensi peternakan, karena itu PT Berkat Agri Raya bukan hanya menawarkan produk, tetapi menjalin kemitraan, dan menyambung silaturahmi,” ucap Hendri.
Dilanjutkan oleh Oscar Sanjaya Susilo selaku Country Sales Manager ADM Animal Nutrition Indonesia, mengaku siap turut berperan mendukung PT Berkat Agri Raya untuk menyediakan pakan berkualitas dan efisien sehingga mampu meningkatkan produksi susu sapi perah di Indonesia, “ADM berkomitmen untuk berkontribusi kepada peternakan di Indonesia, melalui nutrisi pakan sapi,” imbuh Oscar.
Hal serupa disampaikan oleh ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia, Dedi Setiadi, bahwa hasil produksi susu pada sapi perah mutlak hasil nutrisi yang dikonsumsi, “sapi yang diberikan nutrisi yang baik akan menghasilkan susu yang baik. Mudah-mudahan seminar hari ini bisa meningkatkan produksi sapi perah dan meningkatkan keuntungan peternak”, harap Dedi.
Dilengkapi oleh Ketua KPBS Pangalengan, Aun Gunawan, menyampaikan bahwa provinsi Jawa Barat saat ini ditargetkan untuk meningkatkan produksi susu dari sapi perahnya.
“Produksi susu di Indonesia, khususnya Jawa Barat, rata-rata 11-12 liter/ekor/hari, diharapkan dengan pemberian nutrisi yang baik, dapat meningkat menjadi 14-15 liter/ekor/hari. Karena Jawa Barat mau menaikkan produksi susu sesuai instruksi Pak Sekda harus ngejar produksi Jawa Timur,” ungkap Aun Gunawan.
Menurut Prof. Idat Galih, Guru Besar Fakultas Peternakan, IPB University, peningkatan produksi susu sapi perah bukan hanya dipengaruhi manajemen pakan pasca melahirkan. Jauh dari itu, persiapan untuk menghasilkan produksi susu yang tinggi dimulai sejak periode masa kering, “Untuk mencapai puncak produksi pada sapi perah, harus mulai diperhatikan saat ternak dalam masa kering”, jelas Prof.Idat.
Lebih lanjut, Triana menjelaskan bahwa produksi susu dipengaruhi oleh pakan, manajemen pemeliharaan, dan genetik. Nutrisi dalam pakan menempati posisi pertama mencapai 70%, yang paling mempengaruhi hasil produksi susu.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, dirinya menyadari kebutuhan pakan menjadi komponen dengan biaya terbesar dalam manajemen pemeliharaan sapi perah. Oleh karena itu, Ia berharap pemerintah Jawa Barat dapat membantu peternak dalam kesediaan pakan bernutrisi yang efisien.
“Ke depan, kami pemerintah daerah Jawa Barat harapannya bisa membantu peternak di Jawa Barat. Kita bantu lewat pakan. Saya sangat berharap wawasan terkait pakan ini bisa membantu peternak dalam memilih pakan yang tepat, efisien dan memberikan keuntungan untuk peternak”, pungkas Linda. fara





