TANGERANG (TROBOSLIVESTOCK.COM). Setelah selama ini aktif memperjuangkan kepentingan peternak rakyat melalui advokasi kebijakan dan penguatan posisi tawar, Permindo (Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia) mulai masuk ke tahap berikutnya yaitu membangun kekuatan ekonomi peternak melalui koperasi.
Melalui press release yang diterima Redaksi TROBOS Livestock, langkah tersebut ditandai dengan persiapan pembentukan Koperasi Peternakan PERMINDO (KOPERMINDO). Koperasi ini diproyeksikan menjadi instrumen usaha bersama yang mengonsolidasikan kebutuhan dan potensi ekonomi anggota, mulai dari pengadaan sarana produksi hingga pemasaran dan hilirisasi hasil peternakan.
Ketua Permindo, Kusnan, mengatakan pembentukan koperasi bukan berarti mengubah Permindo menjadi organisasi bisnis, melainkan melengkapi gerakan advokasi dengan instrumen ekonomi yang dimiliki dan dikendalikan anggota. “Permindo adalah gerakannya, koperasi adalah instrumen ekonominya. Selama ini kita banyak berbicara mengenai posisi tawar peternak. Sekarang kita harus mulai membangun instrumen yang membuat posisi tawar itu benar-benar memiliki kekuatan ekonomi,” ujar Kusnan.
Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang dihadapi peternak rakyat adalah lemahnya posisi dalam rantai pasok. Di sisi hulu, mereka menghadapi biaya produksi dan kebutuhan sarana produksi yang terus berubah. Sementara di sisi hilir, produksi sering dijual secara individual sehingga daya tawarnya terbatas. Kondisi tersebut membuat skala ekonomi peternak rakyat sulit berkembang secara optimal.
Melalui KOPERMINDO, kebutuhan anggota akan dikonsolidasikan sehingga pengadaan sarana produksi seperti pakan, bibit/DOC, obat dan vitamin hewan, pupuk, benih serta kebutuhan produksi lainnya dapat dilakukan secara kolektif.
Di sisi lain, hasil produksi anggota juga akan diarahkan untuk dikonsolidasikan dalam kegiatan pemasaran, distribusi, pengolahan dan pengembangan pasar. “Kita tidak ingin koperasi hanya menjadi tempat simpan pinjam atau sekadar formalitas organisasi. Targetnya adalah membangun koperasi sebagai perusahaan milik anggota yang sehat, profesional dan memberikan manfaat ekonomi nyata,” tegas Kusnan.
Hulu Ke Hilir
Koperasi PERMINDO akan dikembangkan dengan cakupan usaha peternakan, termasuk perdagangan sarana produksi, pengumpulan dan pemasaran hasil produksi anggota, distribusi pangan, serta pengembangan hilirisasi. Hal tersebut diungkapkan Heri Irawan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Permindo. Ia kemukakan komoditas yang menjadi bagian dari ekosistem tersebut antara lain ayam, telur,turunan ayamdan berbagai komoditas peternakan lainnya.
Konsep hilirisasi menjadi salah satu perhatian utama. peternak tidak hanya didorong menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga memperoleh kesempatan mendapatkan nilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, distribusi dan pemasaran produk. “Langkah ini sekaligus membuka peluang koperasi membangun kemitraan dengan industri pangan, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi dan pemerintah,” jelasnya.
Koperasi Berbasis Data
Heri menuturkan KOPERMINDO juga diarahkan untuk dibangun dengan tata kelola profesional dan berbasis data. Data anggota, kebutuhan sarana produksi, kapasitas produksi, harga pasar, kebutuhan konsumen serta potensi pasar akan menjadi bagian dari sistem pengambilan keputusan koperasi. Dengan pendekatan tersebut, koperasi diharapkan tidak hanya tumbuh dari jumlah anggota, tetapi juga dari kemampuan menciptakan nilai ekonomi bagi anggota.
Visi KOPERMINDO adalah menjadi koperasi pertanian dan peternakan rakyat yang kuat, profesional, berdaya saing, mampu meningkatkan kesejahteraan anggota, serta berkontribusi terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.
Sementara misinya mencakup penguatan posisi tawar petani dan peternak melalui pengadaan dan pemasaran kolektif, penyediaan sarana produksi yang kompetitif, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, pengembangan tata kelola berbasis data, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan anggota, serta pembangunan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Lanjutnya, pembentukan koperasi merupakan bagian dari perjalanan untuk memperkuat posisi peternak rakyat secara lebih menyeluruh. “Kalau ingin membangun kedaulatan pangan, kita tidak cukup hanya berbicara tentang produksi. Petani dan peternaknya juga harus memiliki kekuatan ekonomi. Mereka harus mempunyai akses terhadap input, pasar, informasi, kemitraan dan hilirisasi. Di situlah koperasi harus hadir,” pungkas Heri.
Dengan semangat mandiri, solid, berdaya, bermartabat dan gotong royong, KOPERMINDO diproyeksikan menjadi salah satu instrumen ekonomi bersama untuk membangun ekosistem petani dan peternak rakyat dari hulu sampai hilir. KOPERMINDO bersama peternak, membangun kedaulatan pangan indonesia dengan tujuan 1. Permindo Naik Kelas: Dari Gerakan Advokasi ke Kekuatan Ekonomi Peternak. 2. KOPERMINDO Disiapkan, Permindo Bangun Kekuatan Ekonomi Peternak dari Hulu ke Hilir. 3. Tidak Cukup Berteriak di Pasar, Permindo Bangun Koperasi untuk Perkuat Posisi Tawar Peternak. 4. Permindo Bentuk Koperasi, Bidik Efisiensi Input hingga Hilirisasi Produk Peternak. 5. KOPERMINDO: Senjata Baru Permindo Memperkuat Peternak Rakyat.ramdan




