TANGERANG(TROBOSLIVESTOCK.COM). Pameran ILDEX Indonesia dan Horti & Agri Indonesia 2026 resmi dibuka pada Rabu (16/9) di ICE BSD, Tangerang, Provinsi Banten. Pameran peternakan berskala internasional tersebut diikuti oleh 22 negara, 193 perusahaan dan sekitar 50 seminar.
Perkembangan subsektor peternakan membuka peluang yang sangat luas, dengan pasar domestik yang besar, tetapi juga berada di kawasan Asia yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan konsumsi dan produksi pangan dunia.
Dalam sambutannya, drh. Fitri Nursanti selaku Direktur Permata Kreasi Media (PKM) menyampaikan bahwa hadirnya ILDEX Indonesia 2026 menjadi ajang terkoneksinya stakeholderpeternakan global.
“Kami melihat ILDEX Indonesia bukan hanya sebagai sebuah exhibition. ILDEX is a platform connecting Indonesia with the global livestock technology community and connecting technology with the future needs of Asia,” ungkap Fitri.
Menurut Fitri penyelenggaraan ILDEX tahun ini semakin istimewa, karena selain bertepatan dengan memperingati Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, ILDEX 2026 menjadi ajang terselenggaranya Seminar Nasional 100 tahun ditemukannya Newcastle Disease Virus, disamping dengan adanya kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-V Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).
Direktur VNU Exhibition Asia Pacific, Duangdej Yuaikwarmdee, menuturkan bahwa peternakan menjadi sektor penting dalam kehidupan manusia. Kehadiran event ILDEX menjadi wadah bagi sektor peternakan karena mendukung industri yang menciptakan pangan bagi manusia. Kolaborasi lintas negara dan lintas sektor menjadi salah satu kunci agar inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi peternakan.
“Ketika peternak, pelaku usaha, dan penyedia teknologi bertemu, inovasi dapat bergerak dari ruang pamer menuju peternakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Duangdej.
Dalam opening ceremony ILDEX 2026 kali ini juga dihadiri Kepala Dinas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Nasir M. Daud, selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, yang turut mengapresiasi terselenggaranya ajang pameran ini di Provinsi Banten. Ia berharap, Banten bisa turut berperan aktif dalam rantai produksi, dan distribusi pangan nasional.
“Banten tidak hanya ingin menjadi pasar, tetapi menjadi bagian dari rantai produksi dan investasi pangan nasional,” terang Nasir M. Daud.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Makmun, yang membuka ILDEX 2026 mengatakan bahwa kekuatan peternakan Indonesia terlihat dari volume ekspor yang terus tumbuh. Terhitung pada Juli 2026, komoditas peternakan tumbuh 33,2 persen dan nilai ekspor tumbuh 13,7 persen yang mencapai USD 924,9 juta.
Terselenggaranya ILDEX ke-8 kali ini dapat memperkuat sinergitas antar stakeholder dalam memajukan industri peternakan, dan turut mendukung swasembada pangan protein hewani masyarakat Indonesia.
“Saya percaya ILDEX 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan mitra internasional. Serta mewujudkan swasembada protein hewani untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, yang berkelanjutan,” harap Makmun.fara




