Tanggerang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dengan adanya pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) atau antibiotik dalam pakan ternak sejak 1 Januari 2018 membuat produk alami menjadi salah satu pilihan sebagai penggantinya. Aturan ini diberlakukan untuk mencegah resistensi antibiotik pada manusia dan menjaga keamanan pangan asal hewan.
“Fitogenik merupakan salah satu konsep pengganti AGP,” ungkap Suhail Basymeleh, Department Head Animal Nutrition and Health, PT Behn Meyer Chemical Indonesia, dalam seminar yang bertajuk “Phytogenic Approach for Sustainable Poultry Production: From Gut Health To Disease Control” di Hotel Trembesi, BSD Serpong, Tanggerang Selatan, Banten (15/06). Narasumber dalam seminar yaitu, Tony Unandar Private Poultry Farm Consultant dengan tema Phytogenic: Feed Additives In Modern Poultry dan Mateus Barszcz DVM Poultry Disease Specialist Adifeed dengan tema adiCox® AP as Natural Solution for gut health in Poultry Production serta dimoderatori Bayu Sesarahardian.
Sambung Suhail, Behn Meyer memperkenalkan produk fitogenik yang berasal dari Polandia. “Produk ini berbeda dari yang lainnya, karena yang kita bawa ini merupakan kombinasi dari beberapa produk alami sehingga mempunyai multi efek yang lebih baik untuk broiler (ayam pedaging) dan layer (ayam petelur),” imbuhnya.
Tony Unandar Private Poultry Farm Consultant mengatakan saat ini masalah ayam modern yang mempengaruhi produksi diantaranya yaitu, heat stress, gut dybiosis, oxidative stress, inflammation and reduced digestion. Lima hal tersebut semuanya disebabkan oleh multi faktor, sehingga tidak bisa hanya menggunakan satu produk untuk menanggulanginya. Phytogenic Feed Addtive (PFA) yang dapat menanggulangi semua masalah tersebut. Hanya nanti, dilapangan mana yang lebih dominan. “Kinerja PFA baik single maupun combo tidak bisa instan, tetapi butuh proses untuk bereaksi secara optimal. Penggunaan secara kontinu menjadi kunci yang penting dalam penggunaan PFA ini,” terangnya.
Mateus Barszcz DVM Poultry Disease Specialist Adifeed menuturkan pencegahan jauh lebih baik dan lebih murah daripada pengobatan, seperti penurunan kinerja tanpa gejala, contohnya penyakit koksidiosis subklinis. Lalu, jika unggas mengalami gangguan integritas usus akan membatasi penyerapan nutrisi, menurunkan efisiensi pakan, dan meningkatkan biaya produksi. “adiCox® AP merupakan produk yang mempunyai formula multi komponen yang lengkap untuk mendukung performa usus,” klaimnya.

Lanjutnya, adiCox® AP adalah fitogenik alami terkonsentrasi yang mendukung kesehatan usus dan resistensi alami terhadap protozoa pada unggas. Produk ini berfungsi sebagai alternatif efektif untuk koksidiostat kimia dan peningkat pertumbuhan antibiotik dengan mengoptimalkan mikroflora usus, meningkatkan daya cerna nutrisi, dan merangsang imunitas bawaan tanpa residu berbahaya.
“adiCox® AP menargetkan kesehatan usus dan performa unggas dengan beberapa cara, diantaranya ketahanan terhadap protozoa, stimulasi pencernaan, perlindungan usus, keseimbangan mikroflora dan efisiensi pakan lebih baik,” paparnya.
Sementara dari peserta mengapresiasi acara ini, seperti diutarakan Sahera Nofyangtri Assistant Vice President (AVP) for Nutrition & Research di PT Gold Coin Indonesia bahwa seminarnya cukup bagus, sangat sesuai dengan kondisi industri pakan saat ini yang menuju keberlanjutan. Produk alami seperti fitogenik umumnya jarang digunakan secara tunggal dan lebih sering dikombinasikan dengan aditif lain untuk mendapatkan efek yang lebih kuat.
Fitogenik ini memang sudah lama digunakan di industri pakan dan efeknya memang cukup terbukti di unggas untuk kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan status antioksidan, performa, dan ketahanan terhadap stres. “Pada kondisi di lapangan kombinasi aditif konvensional dan bahan kimia tertentu terkadang belum cukup menghadapi berbagai tantangan, contohnya stres, penyakit dan kualitas pakan yang rendah. Karena itu perlu dicari supporting additives lain yang dapat memperkuat performa dan hasil produksi,” jelasnya. ramdan




