Livestock Free Ads
Trobos banner 2026.May

ADM Swine Forum Tekankan Efisiensi & Biosekuriti Terintegrasi

ADM percaya bahwa industri membutuhkan lebih dari sekadar produk. Industri membutuhkan kolaborasi, pemahaman yang lebih mendalam terhadap tantangan pelanggan, serta solusi praktis dan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata 

Menjawab tantangan nutrisi dan kesehatan ternak babi saat ini, ADM Animal Nutrition Indonesia terus berupaya untuk membersamai peternak hingga feedmill dalam mendukung dan memberi solusi secara holistik. Oleh sebab itu, ADM Swine Forum 2026 digelar dengan menghadirkan expertise di bidangnya. Acara ini digelar di Hyatt Regency Sanur, Bali pada Selasa (21/4). Adapun acara ini merupakan regional event yang menjadi kelanjutan dan keberhasilan dari ADM Poultry Forum yang dilaksanakan pada 2025 lalu.

Dalam sambutannya, Country General Manager/Director ADM Animal Nutrition Indonesia, Wully Wahyuni, menyampaikan bahwa ADM Swine Forum 2026 merupakan kesempatan untuk berkumpul, bertukar wawasan, dan saling berbagi mengenai perkembangan terkini industri babi. “Melalui rangkaian program hari ini, kita akan mendengar dari para pembicara berpengalaman yang membahas topik-topik penting seperti prospek industri babi global, strategi efisiensi nutrisi dan performa, stres panas, biosekuriti, serta solusi inovatif,” sebut Wully.

Di ADM, lanjutnya, ia percaya bahwa industri membutuhkan lebih dari sekadar produk. Industri membutuhkan kolaborasi, pemahaman yang lebih mendalam terhadap tantangan pelanggan, serta solusi praktis dan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata. Oleh karena itu, forum ini dirancang bukan hanya sebagai platform untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk diskusi yang bermakna, lahirnya ide-ide baru, dan penguatan kemitraan.

“Kami tetap berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi seluruh pelanggan dengan menyediakan solusi nutrisi yang didukung oleh sains, inovasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar. Kami berharap forum hari ini dapat memberikan perspektif baru, ide-ide segar, serta energi baru untuk terus mendorong kinerja dan pertumbuhan dalam industri babi,” harap dia.

 

Strategi Efisiensi Babi

Memasuki acara inti, pemaparan seminar dipandu oleh Animal Nutritionist and Technology, Prof Budi Tangendjaja sebagai moderator. Adapun pembicara pertama adalah Director of CD&D ADM Animal Nutrition LATAM, Fabio Catunda. Ia menjelaskan kondisi industri babi secara global serta tantangan dan peluang untuk pertumbuhan industri.

Menurutnya, tantangan utama yang kini dihadapi oleh industri secara global ialah mempertahankan status kesehatan babi. Brazil sendiri dilaporkan belum ada temuan kasus African Swine Fever (ASF), namun Brazil tetap bersiapsiaga akan terjadinya ASF di masa depan. “Selain itu, teknologi juga dibutuhkan dalam mendukung industri babi, di mana Brazil telah menciptakan biogas yang diubah menjadi heat gas temperature, sehingga peternakan babi tidak hanya sebagai produsen daging, tetapi juga produsen energi. Teknologi berikutnya ialah precision livestock dan antibiotic free production,” terang Fabio.

Ia menerangkan, bahwa kesehatan usus bukanlah masalah besar meskipun tanpa penggunaan antibiotik. Namun, tingkat mortalitas dan morbiditas cenderung lebih tinggi, dan masalah pernapasan juga menjadi tantangan utama pada ransum tanpa antibiotik. ADM sendiri memiliki berbagai alat untuk mengombinasikan penggunaan antibiotik secara rasional dengan alternatifnya.

“ADM memiliki produk bernama B-Safe yang banyak digunakan dalam pakan unggas. Produk ini sangat menarik karena merupakan paten dari ADM. Kami mengombinasikan zeolite dengan copper (tembaga). Dengan menggunakan zeolite yang sangat halus, membantu mendistribusikan tembaga di sepanjang saluran pencernaan. Hasilnya, produk ini dapat membantu mengontrol bakteri, memperbaiki keseimbangan mikrobioma, meningkatkan pencernaan, memaksimalkan penyerapan nutrisi, serta meningkatkan performa ternak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Swine Nutrition Expert, Pedro Urriola, menuturkan bahwa efisiensi bukan hanya efisiensi pakan, tetapi juga bagaimana ternak berkontribusi terhadap keseluruhan produktivitas/keluaran di peternakan. Lima prinsip penting yang ditekankannya yaitu, mengukur yang benar-benar penting, seperti energi metabolis, Standardize Ileal Digestibility (SID) asam amino, Saturation-Transfer Difference Protein, di mana harus berhati-hati dengan protein kasar (PK), lemak kasar (LK), dan serat kasar (SK). Kedua, setiap kehilangan energi bisa dikelola dengan memahami konsep gene cascade di mana lemak dan pati efisien, sedangkan serat dan kelebihan protein itu mahal.

“Ketiga, presisi protein lebih penting daripada jumlah, sesuaikan profil asam amino ideal dengan fase, turunkan PK hingga 4 poin dengan suplementasi asam amino, serta perhatikan antagonisme BCAA pada ransum berbasis jagung. Keempat, laju dan lokasi pencernaan penting, sinkronkan kinetika pencernaan protein untuk babi fase nursery, dengan menggunakan teknologi enzim untuk menggeser fermentasi serat ke bagian hulu saluran pencernaan. Kelima, Asia Tenggara adalah lingkungan yang berbeda, yang mana stres panas (heat stress) mengubah semua perhitungan, kualitas bahan baku lebih cepat menurun, wayter activity, oksidasi, dan kerusakan Maillard menjadi risiko yang terus berlangsung,” sebutnya.

Pada kesempatan yang sama, Director of CD&D ADM Animal Nutrition APAC, Kim Chung-Hyun, menguraikan bahwa fokus utama industri babi adalah meningkatkan efisiensi. Penambahan ractopamine dalam ransum menjelang pemotongan dapat meningkatkan deposisi protein dan laju pertumbuhan, serta memperbaiki rasio konversi pakan. Karena efek utama raktopamin adalah meningkatkan pembentukan protein, maka sangat penting untuk menyediakan asam amino yang cukup guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Ractopamine sendiri merupakan agonis β-adrenergik. Ketika menggunakan β-agonis dalam pakan finisher, hasilnya sangat bergantung pada dosis. Semakin tinggi dosis, ADG (average daily gain) akan meningkat, tetapi daging bisa menjadi lebih keras. Jika diberikan dalam periode yang lebih lama, ADG tetap tinggi namun peningkatannya tidak terlalu besar. Berdasarkan pengalaman saya, saya merekomendasikan sekitar 50 ppm selama 4 minggu,” saran Kim.

Ia mengaku mulai mencari alternatif beta-agonis sejak 2010, tetapi belum menemukan solusi yang benar-benar optimal. Salah satu pendekatannya adalah dengan menggunakan produk seperti Xtract, yang merupakan feed additive untuk mendukung fungsi dan integritas saluran pencernaan, serta mengoptimalkan pemanfaatan nutrien dari pakan. Sebagai rekomendasi, jika ingin menyusun strategi atau mencari alternatif beta-agonis, sebaiknya bekerja sama dengan ahli nutrisi ADM. Formulasi pakan bisa disesuaikan dengan target produksi, termasuk penggunaan model protein ideal, asam amino tercerna, serta premiks khusus tanpa beta-agonis.

 

Biosekuriti Feedmill & Farm

Pada sesi kedua, Technical Manager Swine Asia, Ermin Magtagnob, mempresentasikan materi tentang mendorong biosekuriti: strategi terintegrasi untuk pabrik pakan babi dan tingkat peternakan. Baginya, pakan dapat menjadi pembawa patogen. Pakan dan bahan baku juga bisa menjadi faktor risiko penyakit. Hal ini dapat menyebabkan infeksi pada babi dan penurunan performa.

“Pakan tidak bersifat netral, pakan bisa aman, tetapi juga bisa menjadi sumber penyakit atau kontaminasi. Kontaminasi bakteri, khususnya Salmonella, sekitar 80 detik proses pelleting dapat menurunkan tingkat Salmonella secara signifikan. Namun, setelah pelleting, sebelum pakan dimasukkan ke dalam karung, suhunya harus diturunkan terlebih dahulu. Jika pelet masih panas lalu terkena banyak aliran udara, dapat terjadi kondensasi akibat pertemuan suhu panas dan dingin. Kondisi ini justru bisa memicu pertumbuhan mikroba. Oleh karena itu, penting untuk melakukan audit higienitas pakan secara rutin,” tegas Ermin.

Ia menerangkan, bahwa biosekuriti adalah sebuah sistem, bukan sekadar checklist. Sistem biosekuriti terintegrasi mencakup biosekuriti di pabrik pakan, pengendalian bahan baku, keamanan proses produksi, biosekuriti di peternakan, serta biosekuriti transportasi. Jika salah satu rantai ini terputus, dampak pertama yang akan terkena adalah kesehatan babi. Jadi, penting untuk dipahami bahwa biosekuriti tidak hanya di pabrik pakan dan peternakan, tetapi juga mencakup aspek transportasi.

Sementara itu, Fabio menjelaskan tentang perilaku konsumsi pakan babi di kondisi tropis. “Induk babi (sow) mampu mengompensasi dampak stres panas dengan meningkatkan konsumsi pakan pada periode paling sejuk dalam sehari. Strategi nutrisi yang dapat diaplikasikan yakni dengan mengaplikasikan Fresh Up, yang merupakan campuran bahan yang dipilih secara cermat dengan efek yang saling melengkapi, termasuk senyawa aktif yang berasal dari tanaman dan spesies tertentu. Pendekatan nutrisi ini diperkuat dengan formulasi khusus yang bertujuan menyeimbangkan sumber energi, menyesuaikan kadar elektrolit, serta mengoptimalkan kandungan protein,” urai Fabio.

Di sisi lain, Pedro mengulik tentang studi kasus seng (Zn) dalam pakan babi. Regulasi Uni Eropa (UE) untuk Zno (seng oksida) adalah 150 ppm, tingkat intermediate sekitar 1.200 ppm, dan tingkat farmakologis ZnO mencapai 3.000 ppm. Adapun Penggunaan ZnO farmakologis dapat meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan serta menurunkan mortalitas. Namun, ekskresi seng dalam feses meningkat, yang berdampak pada penurunan jejak karbon (carbon footprint), tetapi meningkatkan risiko ekotoksisitas.

 

Layanan SINCRO

Pada akhir seminar, ADM mengintroduksi SINCRO, yakni ekosistem solusi dan layanan cerdas yang dirancang untuk mendukung peternak dan profesional pakan dengan wawasan nutrisi, formulasi pakan yang optimal, serta pemantauan dan penyesuaian secara berkelanjutan. “SINCRO itu untuk semua spesies ternak. Kita sedang mengembangkan dan mengenalkan ke industri untuk poultry, aqua, ruminant, dan swine. Kami juga memiliki strategi 3S, yaitu segment, solution, dan service,” tutur Wully.

Senada dengan Wully, Fabio memaparkan, SINCRO Services hadir untuk mendukung performa ternak dengan terus menyinkronkan data di seluruh organisasi untuk mengatasi variabilitas. Pendekatan ini dibangun di atas dasar kepercayaan guna mendorong masa depan industri yang berkelanjutan. “Model yang kuat untuk menghitung nilai nutrisi bahan pakan pada setiap spesies dan tahap kehidupan sangat penting untuk menjaga kontrol performa sekaligus mengoptimalkan biaya pakan secara ekonomis,” ujarnya.TROBOS/Adv

Tag:

Bagikan:

Trending

By Shara
YAPPI Apresiasi Pelaku Sosial Pangan Lewat Indolivestock Award
By nuruddin
JAPFA dan UGM Hadirkan Fasilitas Layer Free-Range Berbasis Riset dan Keswan
Dirjen PKH
Kontes Sapi Wonosobo Dongkrak Semangat Peternak
By TROBOS
Teknologi mtDNA Verifikasi Keaslian Pangan  
Momentum Halal Bihalal, PDHI Perkuat Peran Veteriner
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!