Bandung (TROBOSLIVESTOCK.COM) Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Fapet Unpad) kembali menyelenggarakan Akademi Sapi untuk Rakyat (AKSARA) Sesi II pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 peternak dari Jawa Barat dan DKI Jakarta ini mengangkat tema nutrisi sapi potong, kelainan metabolik akibat nutrisi, dan kesehatan hewan sebagai upaya meningkatkan kapasitas peternak dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Tiga narasumber hadir memberikan materi, yakni Dr. Herry Supratman, Sichi Miki Yuantika, M.Si., dan drh. Burhan. Ketiganya mengulas berbagai aspek penting mulai dari manajemen nutrisi sapi potong, pencegahan dan penanganan gangguan metabolik, hingga strategi menjaga kesehatan ternak agar produktivitas tetap optimal.
Selain dihadiri para peternak, kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Unpad, Direktur Hilirisasi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, serta Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.
Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di tingkat peternakan, terutama terkait pemberian pakan, gangguan metabolik, dan penanganan kesehatan sapi potong.
Penanggung jawab kegiatan, Prof. Mansyur dari Departemen Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Unpad, mengatakan bahwa AKSARA merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendekatkan hasil-hasil penelitian dan kajian ilmiah kepada masyarakat, khususnya peternak.
«”Kami berharap para peternak semakin memahami praktik budidaya yang didasarkan pada pengetahuan ilmiah yang benar, sehingga mampu mengambil keputusan secara lebih tepat dan cepat dalam mengelola usaha peternakannya,” ujar Prof. Mansyur.»
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Unpad juga memperkenalkan Program Belajar Non Gelar yang terbuka bagi masyarakat umum. Melalui program tersebut, peserta dapat mengikuti perkuliahan hingga 9 SKS setiap semester tanpa harus menjadi mahasiswa program gelar.
Pendaftaran Program Belajar Non Gelar Fakultas Peternakan Unpad masih dibuka hingga 31 Juli 2026. Program ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat, khususnya peternak dan pelaku usaha peternakan, untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi yang lebih fleksibel.
Melalui penyelenggaraan AKSARA, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan peternakan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta diseminasi ilmu pengetahuan yang aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan.ramdan





