BOGOR (TROBOSLIVESTOCK.COM)Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan kembali menyelenggarakan Bursa Hewan Qurban (BHQ) yang memasuki tahun ke-24 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung penyediaan hewan kurban yang sehat, berkualitas, aman, dan sesuai syariat bagi masyarakat. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor dan Sekolah Vokasi IPB University, menjadi wujud sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku subsektor peternakan.
Agus Susanto, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan mengatakan kolaborasi dengan Pemerintah Kota menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, terutama dalam aspek fasilitasi lokasi, pengawasan lalu lintas ternak, serta pengendalian kesehatan hewan.
“Sementara itu, keterlibatan Sekolah Vokasi diharapkan dapat memberikan pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan dan kesehatan hewan,” ungkapnya.
Sambung Agus antusiasme masyarakat meningkat dalam penyelenggaraan BHQ pada 2026 ini. ‘’Dibandingkan tahun sebelumnya, terdapat peningkatan jumlah hewan kurban yang akan diperjual belikan sebesar 64%’’, ujarnya. Sejumlah 180 ekor kambing/domba dan 58 ekor sapi yang berasal dari Kota Bogor maupun luar wilayah seperti dari Pagaralam (Sumatera Selatan) yang siap diperjualbelikan.
Dalam pelaksanaannya, ia tuturkan ternak-ternak tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan dan petugas teknis terkait dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat, cukup umur, bebas penyakit menular, serta memenuhi persyaratan syariat kurban.
“Melalui penyelenggaraan BHQ tahun ke-24 ini, Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama seluruh stakeholder berharap dapat terus memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendukung terselenggaranya ibadah kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal. Model BHQ ini juga diharapkan dapat menjadi percontohan dan direplikasi di lokasi-lokasi lain sehingga semakin memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” papar Agus.
Sementaran BHQ tahun ke-24 dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Fadjry Djufry, M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transaksi hewan kurban, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan asal ternak, pemberdayaan peternak lokal, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilihan hewan kurban yang sehat dan layak.
“BHQ ini merupakan agenda tahunan yang menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas stakeholder. BHQ juga diharapkan dapat mendorong modernisasi peternakan dan kesehatan hewan melalui peningkatan pemanfaatan ilmu/teknologi serta produk peternakan dan veteriner dalam upaya peningkatan produktivitas dan populasi ternak sehingga pada akhirnya mampu memperluas peluang bagi para pelaku usaha di bidang peternakan,” ujar Fadjry.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Dody Ahdiat mengapresiasi pelaksanaan Bursa Hewan Qurban yang sudah berlangsung selama 24 tahun tersebut.i
Menurut Dody, kegiatan tahunan ini dapat menjadi contoh ideal bagi pengelolaan lapak hewan kurban di wilayah lain.
“Kami mengucapkan terima kasih karena kegiatan Bursa Hewan Qurban ini sudah berjalan 24 tahun. Ini luar biasa dan menjadi contoh model untuk lapak-lapak hewan kurban di Kota Bogor,” ujarnya
Ia mengatakan, seluruh hewan yang dijual di lokasi dipastikan memenuhi syarat kesehatan dan syariat Islam sehingga masyarakat bisa membeli dengan rasa aman dan nyaman.
Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan BHQ ke-24 Tahun 2026 dapat menghubungi Contact Person BHQ a.n. Febri Mundani (085211522622). ramdan






