Livestock Free Ads
Trobos banner 2026.May

Genetik dan Lingkungan Penentu Kesuksesan Beternak Doka

Lampung (TROBOSLiVESTOCK.COM). Lesunya pasar dan stagnannya harga domba dan kambing (Doka) tidak harus membuat peternak meratapi nasib, tapi terus berusaha mencari cara dan strategi bagaimana beternak doka yang efesien melalui perbaikan genetik dan lingkungan yang tepat. Sebab kedua faktor tersebut menjadi penentu kesuksesan beternak domba.

Demikian disampaikan pakar doka Dr.drh Joko Susilo, M.Sc, AP.Vet, praktisi ternak ruminansia yang juga tenaga Medik Veteriner Madya Balai Veteriner Lampung pada seminar bertopik Sukses Beternak Doka. Seminar yang digelar Omo Kusnadi dan Sigit dari kanal Youtube “Sukses Beternak” diikuti sekitar 50-an peserta dan berlangsung di Villa Gatot Homestay, Kemiling, Bandarlampung pada Minggu (21/12/2025).

“Populasi doka di Indonesia sekitar 1,9 juta ekor. Lampung merupakan sentra doka nomor tiga terbesar setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dan posisi Lampung sangat potensial untuk beternak doka karena terdapat sumber bahan baku pakan yang melimpah dan dekat dengan pasar utama Jabodetabek,” ujar Joko mengawali materinya di depan sekitar 30-an peserta seminar.

f8428506 3060 4abc bba8 8c8b44c8297e
Dok. By Datuk

Menurut Joko, terdapat dua faktor utama yang menjadi penentu kesuksesan beternak doka yakni genetik dan lingkungan. Genetik prosentasenya 30 persen dan 70 persennya lingkungan yang terdiri dari manajemen, pakan, pengendalian penyakit dan lain-lain).

Dicontohkannya, ketika peternak mengusahakan doka genetik lokal, meskipun pakannya bagus tetap performanya tidak maksimal. “Syukurlah sekarang sudah banyak peternak yang menyadarinya dan terus berupa melakukan perbaikan genetik,” lanjutnya.

Namun di balik masuknya ras unggul doka dari luar negeri juga membawa dampak yang merugikan yakni masuknya penyakit doka yang sebelumnya tidak ada di dalam negeri. Seperti, penyakit Caprine Arthritis Encephalitis (CAE) dan mastitis.

Lalu faktor lingkungan, menurut Joko, terutama pakan harus seimbang dan tepat. Pakan anakan (cempe), doka hamil, doka perah, doka menyusui dan penggemukan tidak sama. Artinya komposisi pakannya disesuaikan dengan kebutuhannya, antara sumber protein, energi, serat kasar dan vitamin/mineral untuk cempe, doka hamil, doka perah, doka menyusui dan penggemukan.

Selama ini ini, ungkap Joko, doka dari Lampung tidak begitu disukai pengguna harian karena prosentase karkasnya rendah. Hal itu terjadi karena faktor pakan yang tidak tepat atau tidak mendukung pembentukan daging yang padat. Dokanya gemuk tapi perut yang besar atau lemaknya yang banyak.

Setelah menjelaskan panjang lebar soal manajemen peternakan, termasuk formula pakan untuk masing-masing kategori tujuan beternak (penggemukan, breeding, perah dan kurban), kiat cegah kematian cempe dan indukan serta pengendalian penyakit, seminar dilanjutkan dengan diksusi hingga sore. (datuk/lampung)

Tag:

Bagikan:

Trending

By Shara
YAPPI Apresiasi Pelaku Sosial Pangan Lewat Indolivestock Award
By nuruddin
JAPFA dan UGM Hadirkan Fasilitas Layer Free-Range Berbasis Riset dan Keswan
Dirjen PKH
Kontes Sapi Wonosobo Dongkrak Semangat Peternak
By TROBOS
Teknologi mtDNA Verifikasi Keaslian Pangan  
Momentum Halal Bihalal, PDHI Perkuat Peran Veteriner
banner2 1
banner6 1
banner1
Scroll to Top

Tingkatkan informasi terkait agribisnis peternakan dan kesehatan hewan. Baca Insight Terbaru di TROBOS Livestock!